Kurun Waktu 6 Bulan, KUR Rp1 Triliun Masuk ke Desa

Jumat 31 Maret 2017 21:38:15 WIB Dilihat : 90 Kali


Kurun Waktu 6 Bulan, KUR Rp1 Triliun Masuk ke Desa

HALUANNEWS--JAKARTA - Dalam enam bulan terakhir, lebih dari Rp1 Triliun Kredit Usaha Rakyat (KUR) oleh Bank BUMN telah disalurkan ke desa. Hal ini disampaikan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi saat berdialog dengan sejumlah wartawan di Kantor Kalibata Jakarta, Jum'at (31/3). 
 
Ia mengatakan, model Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades) akan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mendapatkan KUR. Sebab, Prukades akan membantu sektor UKM, pertanian, perkebunan, dan kelautan terjamin saat panen. Tersedianya pasca panen akan menjadikan harga lebih stabil sehingga petani menjadi bankable.
 
"Sehingga tidak perlu diminta juga bank akan menyalurkan (KUR). Karena bank juga butuh menjual uangnya tapi yang aman," terangnya.
 
Menteri Eko melanjutkan, pembagian KUR ke desa menjadi penting dengan memperhatikan terlebih dulu kesiapan bisnisnya. Pasalnya, jika KUR telah diberikan sebelum bisnis berjalan justru akan menyusahkan masyarakat. "Bank juga takut kalau tidak ada bisnisnya, kalau dibantu KUR, KUR-nya macet kan pihak bank juga yang akan dipenjara," ujarnya.
 
Terkait Prukades ia menjelaskan, program tersebut dijalankan dengan melakukan pengklasteran terhadap sektor-sektor pertanian desa. Namun, hal tersebut juga tidak dengan mengesampingkan sektor dan potensi lain di desa. Model tersebut sebelumnya telah diuji coba pada 42 kabupaten, dengan hasil yang baik. Tahun ini, program tersebut dikembangkan melalui gerakan Prukades secara nasional dengan melibatkan sebanyak 436 kabupaten.
 
"Konkretnya gimana, kita minta mereka (kabupaten) mengusulkan produk unggulannya apa. Nanti kita lakukan afirmasi.  Tahun lalu Gorontalo misalnya, kita bantu 25.000 Hektar bibit untuk jagung dari kementerian pertanian, dengan program Prukades. Kabupaten lain ada yang di bidang perikanan, ada pariwisata dengan homestay dan lain-lain, bekerjasama dengan kementerian pariwisata," ujarnya.
 
Ia mengatakan, problem bagi petani di desa adalah harga produk pertanian tidak stabil karena belum tersedianya pasca panen. Hal ini disebabkan belum adanya sentra ekonomi yang menyebabkan pasca panen bisa masuk ke desa. Prukades dalam hal ini diharapkan mampu menyelesaikan masalah tersebut.
 
"Saat panen harga turun sehingga petani menjadi kapok, pas (produk) langka harga menjadi mahal. Karena tidak ada sentra ekonomi yang pasca panen bisa masuk ke desa. Nah dengan Model Prukades ini keuntungannya ada tiga, petani bankable, bank lebih mudah menyalurkan, negara juga diuntungkan dengan tidak adanya inflasi yang tidak perlu," ujarnya.
 

Tag Berita :
#berita terkini indonesia #koran indonesia #nasional #daerah #ekonomi

Berita terakit :


KETUM AKKOPSI: KITA PERLU BELAJAR DARI BANDA ACEH
Kamis 24 November 2016

KETUM AKKOPSI: KITA PERLU BELA ...

Bupati Muaro Jambi Akan Bangun Lapas Di Muaro Jambi Tahun Depan
Sabtu 19 Agustus 2017

Bupati Muaro Jambi Akan Bangun ...

Kejagung Panggil ?Komisaris PT TDM Ali Chendra
Rabu 13 Januari 2016

Kejagung Panggil ?Komisaris PT ...

Panglima TNI : Junjung Tinggi Sikap Kesatria Sebagai Olahragawan Sejati
Jumat 08 September 2017

Panglima TNI : Junjung Tinggi ...

PEMKOT LEGOWO DAN OPTIMIS
Senin 12 Juni 2017

PEMKOT LEGOWO DAN OPTIMIS