Penjelasan Singkat Fenomena Hujan Es

Selasa 28 Maret 2017 23:10:23 WIB Dilihat : 290 Kali


Penjelasan Singkat Fenomena Hujan Es

HALUANNEWS-- Hujan es yang terjadi di Jabotabek hari ini merupakan fenomena biasa, hal tersebut sesuai dengan penjelesan dari pihak Badan Metereologi dan Geofisika. Berikut penjelesan dari pihak BMKG tentang Fenomena hujan es. hujan es/hasil merupakan fenomena cuaca alamiah yg biasa terjadi. Kejadian hujan lebat/Es disertai kilat/petir dan angin kencang berdurasi singkat lebih banyak terjadi pada masa transisi/pancaroba musim baik dari musim kemarau ke musim hujan atau sebaliknya.

Indikasi terjadinya hujan lebat/es disertai kilat/petir dan angin kencang berdurasi singkat

  • Satu hari sebelumnya udara pada malam hari hingga pagi hari terasa panas dan gerah.
  • Udara terasa panas dan gerah diakibatkan adanya radiasi matahari yang cukup kuat ditunjukkan oleh nilai perbedaan suhu udara antara pukul 10.00 dan 07.00 LT (> 4.5°C) disertai dengan kelembaban yang cukup tinggi ditunjukkan oleh nilai kelembaban udara di lapisan 700 mb (> 60%)
  • Mulai pukul 10.00 pagi terlihat tumbuh awan Cumulus (awan putih berlapis - lapis), diantara awan tersebut ada satu jenis awan yang mempunyai batas tepinya sangat jelas berwarna abu - abu menjulang tinggi seperti bunga kol.
  • Tahap berikutnya awan tersebut akan cepat berubah warna menjadi abu - abu / hitam yang dikenal dengan awan Cb (Cumulonimbus).
  • Pepohonan disekitar tempat kita berdiri ada dahan atau ranting yang mulai bergoyang cepat.
  • Terasa ada sentuhan udara dingin disekitar tempat kita berdiri
  • Biasanya hujan yang pertama kali turun adalah hujan deras tiba - tiba, apabila hujannya gerimis maka kejadian angin kencang jauh dari tempat kita.
  • Jika 1 - 3 hari berturut - turut tidak ada hujan pada musim transisi/pancaroba/penghujan, maka ada indikasi potensi hujan lebat yang pertama kali turun diikuti angin kencang baik yang masuk dalam kategori puting beliung maupun yang tidak.

Sifat-sifat putting beliung/angin kencang berdurasi singkat

  • Sangat lokal
  • Luasannya berkisar 5 - 10 km
  • Waktunya singkat sekitar kurang dari 10 menit
  • Lebih sering terjadi pada peralihan musim (pancaroba)
  • Lebih sering terjadi pada siang atau sore hari, dan terkadang menjelang malam hari
  • Bergerak secara garis lurus
  • Tidak bisa diprediksi secara spesifik, hanya bisa diprediksi 0.5 - 1 jam sebelum kejadian jika melihat atau merasakan tanda - tandanya dengan tingkat keakuratan < 50 %
  • Hanya berasal dari awan Cumulonimbus (bukan dari pergerakan angin monsoon maupun pergerakan angin pada umumnya), tetapi tidak semua awan Cb menimbulkan puting beliung
  • Kemungkinannya kecil untuk terjadi kembali di tempat yang sama.

 

Sumber : BMKG


Tag Berita :
#berita terkini indonesia #koran indonesia #nasional #daerah

Berita terakit :


Dosen Muda Unismuh Makassar  Ini, Ridwan Daud Bagi Pengalaman Lacak Jurnal Scopus Abal-Abal
Sabtu 08 September 2018

Dosen Muda Unismuh Makassar I ...

WAGUB BUKA MUSREMBANG PROVINSI SUMATERA BARAT 2016
Selasa 19 April 2016

WAGUB BUKA MUSREMBANG PROVINSI ...

KEMPO PERSEMBAHKAN EMAS PON KE 11 SUMBAR
Selasa 27 September 2016

KEMPO PERSEMBAHKAN EMAS PON KE ...

Rusak Keindahan dan Picu Kemacetan, PK5 Jalan Prambanan Ditertibkan
Rabu 14 Februari 2018

Rusak Keindahan dan Picu Kemac ...

Tak Ada Alasan untuk Tak Dukung DLP
Selasa 24 Januari 2017

Tak Ada Alasan untuk Tak Dukun ...