Tingkatkan Daya Saing Kompetitif

Minggu 13 Maret 2016 11:34:17 WIB Dilihat : 206 Kali


Tingkatkan Daya Saing Kompetitif

HALUANNEWS-Presiden RI Joko Widodo meminta kepada segenap civitas akademika baik yang masih menempuh study ataupun alumnus bisa meningkatkan kompetisi persaingan yang kompetitif, khususnya dalam hal kualitas SDM jika dibandingkan dengan negara lain.

Hal tersebut disampaikannya dalam acara Sidang Senat Terbuka Lustrum VIII Universitas Sebelas Maret beberapa waktu yang lalu. Jokowi menekankan bahwa dimasa depan nanti dalam hal persaingan dengan bangsa lain akan berhadapan dengan persoalan keterbukaan dan kompetisi.

Dirinya mengatakan, saat ini Indonesia sudah dihadapkan pada persaingan antarnegara. Ke depannya persaingan tersebut bukan hanya di lingkungan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) namun juga akan merambah ke blok-blok perdagangan dunia.

Yang menjadi tantangan ke depan, adalah pada 2043 mendatang di mana jumlah penduduk dunia akan mencapai 12,3 miliar orang. Masalah yang akan dihadapi seluruh penduduk dunia adalah ketersediaan sumber energi dan pasokan pangan.

“Nanti dimasa depan kalau penduduknya semakin banyak maka pada saat itu ada dua hal yang akan menjadi rebutan, yaitu energi dan pangan. Kita punya keduanya tapi belum terkelola dengan baik, makanya kita butuh orang yang bisa mengelola potensi sumber daya itu,” katanya.

Jokowi menjelaskan, Indonesia harus memiliki strategi besar ekonomi yang didukung politik global dan pemikiran-pemikiran besar kedepan. Dan yang terpenting adalah adanya SDM berkualitas yang dihasilkan dari perguruan tinggi terbaik.

Dalam sambutannya Jokowi menerangkan empat hal yang harus diperhatikan dalam meningkatkan SDM berkualitas serta meningkatkan daya saing yang kompetitif yaitu produktivitas tinggi, kecepatan, efisiensi, dan etos kerja.

Selain itu, dihadapan para guru besar dan mahasiswa UNS Jokowi mendorong pihak universitas untuk berkonsentrasi melakukan pengembangan riset-riset keilmuan yang kompetitif, terutama pengembangan tema riset yang strategis dengan kepentingan masyarakat.

“UNS jangan takut dengan negara lain, lha wong mereka juga takut dengan kita, kalau perlu kita takut-takuti mereka.

Terapkan standar internasional harus jadi standar kita dan tetap konsistensi pada pemberdayaan,” katanya.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP dalam sambutannya mengatakan bahwa pekerjaan rumah yang tengah dilakukan Jateng saat ini adalah mengentaskan kemiskinan yang masih terdapat di 15 kabupaten/kota di Jateng.

Ganjar berharap dari perguruan tinggi mampu ikut serta menyelesaikan permasalahan-permasalahan konkrit yang sedang terjadi, seperti kemiskinan atau terlibat pada penanggulangan bencana.Selain itu kedepannya nanti para mahasiswa juga bisa melakukan pendampingan dan mentoring didaerah-daerah remote.

“Jateng memiliki 15 kabupaten/kota dengan tingkat kemiskinan tertinggi dan butuh perhatian, maka dari itu saya meminta UNS untuk mengirimkan mahasiswanya KKN rutin ke daerah-daerah itu secara continue, ini juga sebagai bentuk pengabdian kepada bangsa,” katanya.

editor : hi


Tag Berita :
#nasional #beasiswa #presiden #kampus #daerah #politik

Berita terakit :


Pastikan Jalan Tol Balikpapan-Samarinda Selesai Akhir 2018
Minggu 25 Desember 2016

Pastikan Jalan Tol Balikpapan- ...

Semakin Guyub Semakin Untung
Senin 27 Maret 2017

Semakin Guyub Semakin Untung

Untuk Kepala Daerah Pelaku Pungli, Mendagri Ancam Tak Bayar Hak Keuangan Selama 6 Bulan
Rabu 19 Oktober 2016

Untuk Kepala Daerah Pelaku Pun ...

Batik dan Kain Tenun Indonesia menarik Perhatian Perdana Menteri Thailand
Selasa 16 Agustus 2016

Batik dan Kain Tenun Indonesia ...

Pilgub DKI, Penegak Hukum Diwanti-wanti Berlaku Tegas dan Adil
Kamis 20 Oktober 2016

Pilgub DKI, Penegak Hukum Diwa ...