Ketersediaan Infrastruktur Akan Meningkatkan Daya Saing Indonesia

Senin 13 Maret 2017 20:25:06 WIB Dilihat : 182 Kali


Ketersediaan Infrastruktur Akan Meningkatkan Daya Saing Indonesia

HALUANNEWS--Yogyakarta - “We don’t have plan B because there is no planet B”. Quote dari Sekretaris Jenderal PBB Ban Kim Moon menjadi kalimat pembuka Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian PUPR Danis Sumadilaga ketika menjadi keynote speech dalam seminar Nasional memperingati 50 tahun Teknik Sipil Universitas Atmajaya Yogyakarta di Yogyakarta (10/3).

Dalam sambutannya dikatakan bahwa pembangunan infrastruktur menjadi fokus Pemerintah saat ini, salah satunya untuk meningkatkan daya saing Indonesia dalam menghadapi kompetisi global. Competitiveness Index Indonesia masih berkisar pada peringkat antara 37-41, atau masih tertinggaldibandingkan dengan negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand. 

Pembangunan infrastruktur juga bertujuan untuk mengurangi disparitas antar wilayah, urbanisasi, pemanfaatan sumber daya. Untuk disparitas antar wilayah yang dituju bukan hanya kuantitas atau jumlah, tetapi juga kualitas infrastruktur yang ada, khususnya antara Kawasan Barat Indonesia (KBI) dan Kawasan Timur Indonesia (KTI). 

Urbanisasi juga membutuhkan ketersediaan infrastruktur, dimana diperkirakan tahun 2035,  70% penduduk Indonesia tinggal di perkotaan. Kebutuhan akses air bersih, perumahan, sanitasi tentunya juga akan meningkat. 

Kementerian PUPR melaksanakan pembangunan infrastruktur secara terpadu melalui 35 WPS (Wilayah Pengembangan Strategis) yang sudah ditetapkan. Berdasarkan Renstra PUPR 2015-2019, Kementerian PUPR akan melaksanakan pembangunan 65 Bendungan, 1 juta hektar pembangunan jaringan irigasi baru, 3 juta hektar rehabilitasi jaringan irigasi, serta pembangunan peningkatan sarana dan prasarana pengelolaan air baku. 

Bendungan yang sudah selesai di 2016 yaitu Bendungan Payaseunara di Aceh dan Bendungan Teritip di Kalimantan Timur.  Adapun untuk bendungan baru yang dimulai pembangunannya tahun lalu meliputi Way Sekampung (Lampung) Ciawi, Leuwikeris, Cipanas, Sukamahi (Jawa Barat), Kuwil Kawangkoan (Sulawesi Utara), Ladongi (Sultra) dan Napun Gete (NTT).

Di sektor Jalan, Kementerian PUPR akan memberikan dukungan terhadap 24 pelabuhan baru, dukungan terhadap pelabuhan penyebrangan di 60 lokasi, 3.073 peningkatan jalan nasional, pembangunan jembatan serta 1000 Km Pembangunan Jalan Tol. Jalan Tol yang sedang dalam proses pembangunan yaitu, Jalan Tol Semarang-Batang, Cileunyi-Sumedang-Dawuan, Solo Kertosono dll. Sementara di sektor perumahan, Kementerian PUPR membangun Rusun, rumah khusus, dan bantuan stimulan perumahan swadaya.

Seminar Nasional ini dibuka oleh Rektor UAJY Gregorius Sri Nurhartanto. Selain Kabalitbang PUPR, pembicara lainnya adalah dari Prof. Ir. Bambang Boediono (Guru Besar Institut Teknologi Bandung), Troy Dartojo Soputro (Direktur Indocement), Pande Ketut Gede Darmawan (PT. Pembangunan Perumahan) serta Wulfram Ervianto dari Teknik Sipil UAJY. Para peserta yang hadir dari kalangan pengambil kebijakan konstruksi dan infrastruktur di pemerintahan, para praktisi konstruksi serta mahasiswa Teknik Sipil dari berbagai universitas di Yogyakarta.


Tag Berita :
#berita terkini indonesia #koran indonesia #nasional #daerah

Berita terakit :


Rekonstruksi Pasca Bencana Gempa Aceh Dipercepat
Kamis 15 Desember 2016

Rekonstruksi Pasca Bencana Gem ...

Hari Pertama di Taiwan, Rektor  Rahman Rahim Kunjungi  3 PT
Jumat 08 Desember 2017

Hari Pertama di Taiwan, Rektor ...

Tingkatkan Kualitas Layanan
Sabtu 29 Oktober 2016

Tingkatkan Kualitas Layanan

Menkeu Dengarkan Keluhan Pengusaha Terkait PIBT
Rabu 02 Agustus 2017

Menkeu Dengarkan Keluhan Pengu ...

Waw, Samsat Muarojambi Membara
Senin 11 Desember 2017

Waw, Samsat Muarojambi Membara ...