Kejahatan Narkoba di Sulsel Cukup Tinggi

Kamis 29 Desember 2016 21:15:27 WIB Dilihat : 233 Kali


Kejahatan Narkoba di Sulsel Cukup Tinggi

HALUANNEWS--Anggota Komisi III DPR TB Sunmandjaja menilai masalah narkoba di Sulawesi Selatan ini sungguh sangat mengagetkan, lantaran banyak pintu masuk baik darat, laut bahkan lewat udara. Yang lewat laut biasanya masuk lewat Tawao kemudian ke Nunukan. Dari kasus-kasus itu, banyak yang tertangkap namun banyak juga yang lolos.

Ketika diminta tanggapannya usai mengikuti pertemuan Tim Kunker Komisi III DPR dengan jajaran Polda Sulsel di Makassar belum lama ini, Sunmandjaja menyebutkan pada tahun 2016 ini di Sulsel terjadi 2.485 kasus narkoba. Berdasarkan data dari Polda Sulsel, kasus narkoba tersebut jumlahnya cukup besar hingga puluhan kilogram.

Seperti penangkapan di Pare-pare 5 Pebruari 2016 ditemukan 10 kg shabu-shabu, di Pinrang tanggal 7 April digagalkan penyelundupan 3 kg dan 405 gram shabu-shabu. Selanjutnya pada 10 Agustus di Pelabuhan Pare-pare digagalkan peredaran gelap narkoba jenis shabu seberat 8 kg. Masih ditempat yang sama pada 18 Agustus berhasil digagalkan peredaran gelap naroba seberat 5 kg. Pada bulan Nopember lalu aparat kepolisian berhasil menggagalkan peredaran gelap narkoba seberat 2 kg dan 750 gram.

Atas terjadi kasus-kasus tersebut, anggota Dewan ini cenderung mendukung pernyataan Presiden bahwa di Indonesia rata-rata meninggal setiap tahunnya karena kasus narkoba sebanyak 15  ribu orang. Karena itu dia setuju dan tetap diberlakukan hukuman mati bagi penjahat narkoba.

Terkait kendala menangani kasus narkoba, sebagaimana dijelaskan Kapolda dan BNN Sulsel, masih banyak kekurangan fasilitas termasuk  dana dan personil. “ Tapi saya berharap ini jangan menjadi alasan utama. Kita berharao BNN ini bekerja sama dengan Polda dan segenap aparat penegak hukum di sini  menyampaikan informasi bahaya narkoba melalui sekolah-sekolah dan  Karang Taruna,” ujarnya.

Dia mengakui anggaran yang diperlukan cukup tinggi untuk rehabilitasi korban penyalahgunaan narkoba. Karena itu para ahli diminta masukannya bagaimana upaya untuk menanggulangi korban narkoba. “ Penanganan korban narkoba tidak bisa ditangani dengan cara-cara konvensional. Termasuk kelebihan kapasitas Lapas, perlu dicari terobosan,” terangnya.

Saat ditanyakan adanya usulan salah satu cara mengurangi kelebihan lapas,  para napi narkoba ini dihukum kerja social, politisi PKS ini mengatakan korban narkoba rata-rata kurang sehat. Padahal untuk kerja socsal harus sehat fisik dan mental. “ Korban narkoba itu orang sakit sehingga yang diperlukan pemulihan yang khas,” ia menegaskan.


Tag Berita :
#berita terkini indonesia #koran indonesia #nasional #Hukum #politik

Berita terakit :


Es Kopi dan Kopi Panas, Mana yang Lebih Sehat?
Selasa 21 November 2017

Es Kopi dan Kopi Panas, Mana y ...

PADI TUMBUAH SABATANG: GERAKAN MENSEJAHTERAKAN PETANI
Selasa 09 Agustus 2016

PADI TUMBUAH SABATANG: GERAKAN ...

5 Kiat Agar Tidak Kena Stroke di Usia Muda
Sabtu 14 April 2018

5 Kiat Agar Tidak Kena Stroke ...

Gandeng Swasta, Kementerian ATR/BPN Dorong Percepatan Sertifikasi Tanah
Selasa 27 September 2016

Gandeng Swasta, Kementerian AT ...

Dinilai tidak selektif, IWO: jika terbukti Bawaslu diminta copot panwaslu sungaipenuh
Sabtu 18 November 2017

Dinilai tidak selektif, IWO: j ...

Hampir setahun pemasangan listrik di desa pemayungan terbengkalai.
Jumat 13 Oktober 2017

Hampir setahun pemasangan list ...