Seluruh CLC di Sarawak Kini Diakui Pemerintah Malaysia

Kamis 29 Desember 2016 09:00:04 WIB Dilihat : 2826 Kali


Seluruh CLC di Sarawak Kini Diakui Pemerintah Malaysia

HALUANNEWS--Setelah melalui proses panjang, akhirnya Pemerintah Malaysia mengakui keberadaan Community Learning Centre (CLC) atau Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang berada di Negeri Sarawak, Malaysia Timur.

Sampai kini, sudah terdapat 16 CLC yang sudah beroperasi di Sarawak untuk membantu pelayanan pendidikan bagi anak-anak pekerja Indonesia di ladang-ladang sawit di wilayah tersebut.

Pengakuan itu ditandai dengan acara penyerahan secara resmi Surat Kelulusan Pembentukan 8 CLC di Negeri Sarawak oleh Bahagian Pendidikan Swasta, Kementerian Pendidikan Malaysia (BPS-KPM), pada 20 Desember 2016 yang lalu, di CLC Saremas, Miri-Bintulu, Sarawak.

Delapan CLC tersebut adalah CLC Sungai Klad (Tradewinds, Miri), CLC Pinang (Sarawak Oil Palms Berhad/SOPB, Miri), CLC Sungai Balim (SOPB, Miri), CLC Sungai Trus (SOPB, Miri), CLC Saremas (Wilmar, Bintulu), CLC Segarmas (Wilmar, Bintulu), CLC Rinwood Pelita Mukah (Rinwood, Mukah), dan CLC Ladong (Tradewinds, Simunjan).

Surat kelulusan itu langsung diserahkan oleh Wakil Direktur BPS-KPM, Encik Ahmad Lotfi Zubir, kepada masing-masing pengurus perusahaan sawit yang memiliki CLC.  Hadir dalam acara tersebut Bapak Jahar Gultom (Konsul Jenderal RI untuk Kuching), Prof. Dr. Ari Purbayanto (Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur), Ibu Marisa F. Wardani (Konsul/PF. Penerangan, Sosial dan Budaya KJRI Kuching), Nasrullah Ali Fauzi (Koordinator Penghubung CLC Wilayah Sarawak) dan Guru-guru CLC Sarawak.

Sebelumnya, pada 22 Oktober 2016, BPS-KPM juga sudah menyerahkan surat kelulusan serupa kepada 8 CLC lain, yakni CLC Ladang Tiga SPAD (Sarawak Plantation), CLC Ladang Mutiara (Tradewinds), CLC Rajawali-Derawan (Sime Darby), CLC Lavang Special (Sime Darby), CLC Pekaka (Sime Darby), CLC Galasah (SOPB), CLC Lambir (SOPB) dan CLC Telabit (SOPB)

Ini semua merupakan hasil kerjasama dan koordinasi yang baik antara KBRI Kuala Lumpur, KJRI Kuching, BPS-KPM, Jabatan Pendidikan Negeri Sarawak (JPNS), Sekolah Indonesia Kota Kinabalu sebagai sekolah induk CLC Sarawak, instansi-instansi terkait Malaysia (Imigrasi, Tenaga Kerja, Polisi, Bomba, Jabatan Ukur), termasuk juga perusahaan-perusahaan sawit yang memiliki pekerja Indonesia.

Dalam sambutannya, Ahmad Lotfi Zubir menjelaskan bahwa ini merupakan komitmen Kerajaan Malaysia setelah ada kesepakatan antara pemimpin Malaysia dan Indonesia untuk membantu pelayanan pendidikan bagi anak-anak pekerja Indonesia yang berada di ladang-ladang sawit di Malaysia, khususnya di Sabah dan Sarawak.

"Melalui CLC ini, kita berharap anak-anak pekerja Indonesia bisa mengikuti pendidikan sesuai dengan kurikulum yang terdapat di sekolah-sekolah Indonesia," ujarnya.

Sementara itu, Konjen RI untuk Kuching, Jahar Gultom, mengucapkan banyak terima kasih kepada Kerajaan Malaysia, khususnya Negeri Sarawak, dengan adanya penyerahan surat kelulusan ini. Begitu juga kepada para perusahaan ladang sawit yang sudah bersedia membentuk CLC demi pelayanan pendidikan bagi anak-anak pekerja WNI di Sarawak.

"Semoga di masa akan datang akan lebih banyak lagi CLC yang bisa dibentuk dan dioperasikan, mengingat masih banyak anak pekerja WNI di Sarawak yang belum mendapatkan akses pelayanan serupa," tegasnya.

Dengan adanya pengakuan ini, menurut Prof. Ari Purbayanto, Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sudah bisa mengirimkan guru-guru profesional dari Indonesia untuk membantu mengajar anak-anak Indonesia di Sarawak. Sampai kini sudah ada 16 guru profesional yang akan siap dikirim ke semua CLC di Sarawak.

"InsyaAllah, pada tahun 2017 nanti, semua CLC di Sarawak sudah memiliki guru yang dikirim dari Jakarta sehingga bisa meningkatkan lagi kuantitas dan kualitas pendidikan bagi anak-anak kita di sini," jelasnya.          

Dari 16 CLC yang sudah beroperasi, sampai akhir Desember 2016, tercatat ada 884 pelajar Indonesia Tingkat SD dan SMP dengan jumlah guru 29 orang. Kurikulumnya mengikuti kurikulum Indonesia dan menginduk pada Sekolah Indonesia Kota Kinabalu Sabah.


Tag Berita :
#berita terkini indonesia #koran indonesia #nasional

Berita terakit :


   TP-PKK Mitra pemerintah yang Memiliki peran Strategis
Sabtu 18 Februari 2017

TP-PKK Mitra pemerintah yan ...

Panglima TNI :  Kehadiran KRI Mewakili Supremasi Kedaulatan Negara Atas Wilayah Perairan
Rabu 10 Januari 2018

Panglima TNI : Kehadiran KRI ...

Presiden Diminta Tidak Terlibat Proses Hukum yang Dihadapi KPK
Selasa 14 November 2017

Presiden Diminta Tidak Terliba ...

Warga 3 Lingkungan di Sei Kera Hulu Usulkan Lampu Jalan dan Sarana Kegiatan Remaja
Senin 23 Januari 2017

Warga 3 Lingkungan di Sei Kera ...

Dewan Akan Panggil Dirut PDAM Terkait Jarang Ngantor
Selasa 08 Agustus 2017

Dewan Akan Panggil Dirut PDAM ...

Perhatikan Kesehatan Lingkungan
Selasa 27 Desember 2016

Perhatikan Kesehatan Lingkunga ...

Antisipasi Rawan Pangan DKP Kota Makassar Gelar Workshop
Selasa 29 Agustus 2017

Antisipasi Rawan Pangan DKP Ko ...