Hanya Fitnah, Presiden Jokowi: Jangan Percaya Isu Banjirnya Tenaga Kerja Asal Tiongkok

Selasa 27 Desember 2016 21:30:56 WIB Dilihat : 160 Kali


Hanya Fitnah, Presiden Jokowi: Jangan Percaya Isu Banjirnya Tenaga Kerja Asal Tiongkok

HALUANNEWS--Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menegaskan, bahwa hanya ada 21.000 tenaga kerja asal Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Karena itu, Presiden menilai isu bahwa Indonesia kebanjiran tenaga asing ilegal terutama dari Tiongkok adalah fitnah yang tidak boleh dipercaya begitu saja.

“Saya ingin ingatkan sekali lagi, jangan ada yang percaya dengan sebaran fitnah, dengan tenaga kerja dan investasi yang dibilang sebagai ancaman, kebanjiran tenaga kerja, perlu saya sampaikan tidak,” kata Presiden Jokowi saat meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Panas bumi (PLTP) Lahendong Unit 5 dan 6 serta PLTP Ulubelu Unit 3 Lampung yang acara peresmiannya digelar di Tampaso, Minahasa, Selasa (27/12) siang.

Ditegaskan Presiden, sesuai informasi yang diterimanya hanya ada 21.000 tenaga kerja asal Tiongkok yang sekarang bekerja di Indonesia. Itupun keluar dan masuk karena banyak hal-hal yang di Indonesia belum siap yang harus dipasang. Tetapi kalau sudah siap, Presiden meyakinkan akan memakai tenaga kerja sendiri.

Presiden mencontohkan seperti halnya di PLTP Lahendong Unit 5 dan 6 serta di PLTP Ulubelu Lampung Unit 3, tenaga kerja asing hanya datang sebentar pada awal-awal proyek dioperasikan.

Selanjutnya para pekerja asing tersebut akan membantu mempersiapkan, melakukan setting awal, dan menyiapkan sampai terjadi transfer ilmu pengetahuan dan teknologi kepada tenaga kerja di Tanah Air.

“Setelah itu mereka pulang, karena mereka juga lebih senang bekerja di negara sendiri. Dipikir kerja di sini mereka senang? Mereka senang di negara mereka sendiri dekat dengan keluarga dan gaji di sana lebih tinggi,” ungkap Presiden.

Menurut Presiden, isu yang beredar soal tenaga kerja asing ke Indonesia tidak logis karena upah bekerja di Indonesia yang masih rata-rata Rp1,5-3 juta rupiah. Sedangkan di Tiongkok sendiri sudah di atas Rp5 juta.

“Mereka ada di sini tapi di awal-awal dalam sebuah proyek karena kita belum tahu teknologinya, pengalamannya mengenai itu juga belum ada dan ujungnya yang dapat manfaatnya misalnya di PLTP Lahendong dan Ulubelu adalah masyarakat, adalah kita,” tutur Presiden.

PLTP Lahendong Unit 5 dan 6 yang diresmikan oleh Presiden Jokowi berdiri di Desa Tonsewer, Kecamatan Tompaso Barat, Minahasa. Kedua PLTP berkapasitas masing-masing 20 Megawatt (MW) ini dikelola sepenuhnya PT Pertamina Geothermal Energy (PGE). Hasil produksi listrik dari pembangkit Pertamina ini yang nantinya dibeli PLN sebagai ‘pemegang hak niaga’ listrik di Nusantara.


Tag Berita :
#berita terkini indonesia #koran indonesia #nasional

Berita terakit :


Yogyakarta Sebagai Pintu Masuk Dunia Tentang Batik
Rabu 12 Oktober 2016

Yogyakarta Sebagai Pintu Masuk ...

RI-Malaysia Tingkatkan Kerja Sama Perlindungan TKI
Selasa 02 Agustus 2016

RI-Malaysia Tingkatkan Kerja S ...

Pesan Menpora Kepada Atlet Asean Para Games di Malaysia: Luar Biasa, Terus Berjuang Jadi yang Terbai
Selasa 19 September 2017

Pesan Menpora Kepada Atlet Ase ...

LIGHT FEST EVENT TAHUNAN DI KOTA BANDUNG YANG SELALU MERIAH
Minggu 29 Oktober 2017

LIGHT FEST EVENT TAHUNAN DI KO ...

Kasus JP Morgan Warning atas Bencana Keuangan Negara
Jumat 06 Januari 2017

Kasus JP Morgan Warning atas B ...