HASANUDDIN: PROGRAM KOTAKU BAGIAN PENTING DARI PENCAPAIAN UNIVERSAL AKSES

Senin 28 November 2016 21:13:54 WIB Dilihat : 316 Kali


HASANUDDIN: PROGRAM KOTAKU BAGIAN PENTING DARI PENCAPAIAN UNIVERSAL AKSES

HALUANNEWS--Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) merupakan bagian penting dari upaya pencapaian universal akses. Tujuan akhir dari program ini yakni tercapainya tata kehidupan masyarakat yang berkualitas dan berkelanjutan. Bukan hanya dari segi kesehatan, namun juga dampak lainnya secara luas seperti peningkatan kesejahteraan dan ekonomi masyarakat.

Hal tersebut diungkapkan oleh Plt Wali Kota Banda Aceh Hasanuddin saat membuka lokakarya khusus Program Kotaku “Percepatan Penanganan Kumuh Kota Banda Aceh, Senin (28/11/2016) di Hotel Grand Aceh. Acara ini difasilitasi oleh Ditjen Cipta Karya KemenPUPR melalui Direktorat Pengembangan Kawasan Permukiman (PKP) Provinsi Aceh.

Hasanuddin menyatakan, Pemko Banda Aceh baru saja menjadi tuan rumah City Sanitation Summit (CSS) -pertemuan kabupaten dan kota peduli sanitasi se-Indonesia pada minggu lalu. “Pada pertemuan tersebut, kita menyatakan komitmen yang sangat tinggi dalam mewujudkan pencapaian universal akses bagi seluruh rakyat Indonesia.”

Untuk itu, sebutnya, dalam pelaksanaannya dibutuhkan peran khusus dari setiap pihak yang terlibat, baik dari pemerintah, aparatur gampong, swasta, maupun seluruh masyarakat. “Bukan hanya pembangunan infrastruktur atau fisik, namun segi edukasi demi perubahan sikap dan pola hidup yang sehat dan peduli sanitasi juga memegang peran yang sangat penting bagi tercapainya target Kotaku.” 

“Melalui lokakarya ini, kami berharap akan dihasilkan berbagai masukan dan saran yang dapat berguna bagi upaya percepatan pencapaian program. Semoga kita semua dapat secara aktif terlibat dan berperan langsung bagi kemajuan lingkungan kita,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kasatker PKP Aceh Syafril Tamsir dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan PPK I Satker PKP Aceh T Davis Hamid menyampaikan kegiatan ini merupakan bagian yang tak terpisahkan dari upaya percepatan penanganan kumuh secara nasional. “Ditjen Cipta Karya juga sudah menetapkan Banda Aceh sebagai satu dari 40 kota prioritas penanganan kumuh di Indonesia.”

Sebagai salah satu tahapan pelaksanaan program Kotaku, sebutnya, Pemko Banda Aceh diharapkan dapat memfasilitasi penyusunan Perencanaan Penanganan Kumuh yang Terintegrasi (RP2KP-KP). “Saya meyakini dengan kapasitas dan komitmen Pemko Banda Aceh yang saat ini sudah cukup bagus, terbukti dan teruji, program kita ini akan berhasil mencapai target yang telah ditentukan.”

Ia menambahkan, selain dokumen RP2KP-KP, ada pula dokumen RPLP yang harus diselesaikan secara bersama-sama oleh para pihak hingga Desember 2016. “Dokumen RPLP berupa dokumen perencanaan skala lingkungan/gampong yang nantinya akan menjadi ranah partisipasi masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanganan kumuh,” katanya.

Selanjutnya, acara diisi dengan sesi diskusi panel yang dipimpin oleh Staf Ahli Wali Kota Bidang Pembangunan, Syukri. Peserta lokakarya antara lain berasal dari unsur SKPK terkait, para Camat se-Banda Aceh, akademisi, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, tim konsultan, pihak Perbankan, dan para keuchik dari lima kawasan target prioritas 2016 yakni Lueng Bata, Alue Naga, Lampulo, Peuniti, dan Kampung Kramat.


Tag Berita :
#koran indonesia #daerah

Berita terakit :


Banyak Sawah Di Desa Embacang Gedang  Terbengkalai
Jumat 14 April 2017

Banyak Sawah Di Desa Embacang ...

40 Mahasiswa Peserta LDK FDK UIN Alauddin
Rabu 25 Oktober 2017

40 Mahasiswa Peserta LDK FDK U ...

Jangan Jadi Doktor “Pohon Pisang”
Senin 16 Oktober 2017

Jangan Jadi Doktor “Pohon Pi ...

IKA MAPIG Berbagi  Pada Korban Kebakaran di Soppeng
Senin 23 Oktober 2017

IKA MAPIG Berbagi Pada Korban ...

Halmahera Barat Siapkan 20 Hektar untuk Produk Unggulan Desa
Sabtu 11 Februari 2017

Halmahera Barat Siapkan 20 Hek ...