Tambang Pasir di Pantai Aurduri Ganggu Warga

Selasa 12 Januari 2016 22:40:52 WIB Dilihat : 605 Kali


Tambang Pasir di Pantai Aurduri Ganggu Warga

JAMBI- Masyarakat di Kelurahan Penyengat Rendah Kecamatan Telanai Pura Kota Jambi mendatangi Kantor BLH Kota Jambi untuk meminta penjelasan keberadaan tambang pasir yang berada di Pantai Aurduri. Warga menilai keberadaan tambang pasir tersebut selama ini menganggu aktivitas warga, karena keberdaannya dekat dengan pemukiman.  "Jalan rusak, banyak debu, dan suaranya bising," kata salah seorang warga RT 10, Kelurahan Penyengat Rendah, Kecamatan Telanaipura, Bahtiar,“katanya.

Bahtiar menjelaskan bahwa tambang pasir itu sudah ada sejak 3-4 tahun, namun hingga kini belum ada teguran dari pemerintah."Ada tiga RT yang kena dampaknya langsung, yaitu RT 9, 10, dan 11," ungkapnya. Warga lainnya, Raden Sofyanmengatakan sejak ada galian C tersebut, Pantai Aurduri menjadi rusak dan kontur tanahnya menurun akibat pasirnya disedot secara terus menerus.  "Dulu masih manual, tapi sekarang sudah pakai alat berat," ungkapnya. 

Ketua RT 11 Kelurahan Penyengat Rendah, Sarbawi mengatakan bahwa dulunya Pantai Aurduri ini sangat rata dan ditumbuhi rumput hijau yang asri. Warga sekitar maupun dari luar daerah sering berwisata ke tempat tersebut. Namun sejak ada tambang itu, pemandangan di pantai itu menjadi tidak indah lagi. "Pantai itu identik dengan pasir, tapi ini pasirnya sudah tidak ada lagi," jelasnya.

Dia mengatakan, hal ini juga juga sangat tidak sesuai dengan kebijakan walikota yang mau bangun kawasan pantai itu menjadi tempat wisata di Kota Jambi. Sarbawi menambahkan, ia berharap walikota dapat mengambil tindakan tegas terkait keberdaan tambang itu. Karena warga sangat mengeluhkan karena jalan mereka rusak. "Kami dulu harus demo untuk dapat jalan itu. Giliran sudah dibangun belum sempat kami nikmati, sudah rusak," jelasnya.

Sementara itu, Pemilik Usaha Galian C, Suhaimi mengatakan bahwa saat pembangunan Galian C itu, dirinya sudah mengumpulkan warga sekitar, seperti RT, Lurah, TuoTengganai, dan lainnya. Bahkan sudah dibuat perjanjian tertulis dengan warga tersebut.  “Dulu sudah disepakati. Jalan itu bisa dilewati mobil dengan kapasitas muatan 6 kubik, sementara kami palingan hanya 3,5 kubik,” katanya.(DR)


Tag Berita :
#keluarga #daerah #ekonomi

Berita terakit :


PELUNCURAN RESMI SUZUKI GSX-R150 & GSX-S150
Sabtu 25 Februari 2017

PELUNCURAN RESMI SUZUKI GSX-R1 ...

Resmikan Lapangan THOR, Wali Kota Ingin Cetak Atlet Nasional
Jumat 13 Oktober 2017

Resmikan Lapangan THOR, Wali K ...

Yunita Pantang Menyerah Perjuangkan Kesehatan Ibu & Anak di Klamono Papua Barat
Selasa 19 April 2016

Yunita Pantang Menyerah Perjua ...

Sebut Pembiayaan Makin Sehat, Menkeu: Tidak Bisa Mendadak ‘Rem’ Utang
Senin 21 Agustus 2017

Sebut Pembiayaan Makin Sehat, ...

Polres Bandara Soekarno-Hatta Usut Motif Pengiriman 109 Airsoft Gun dari Hong Kong
Rabu 31 Januari 2018

Polres Bandara Soekarno-Hatta ...

Masih Banyak ASN yang Tidak Disiplin
Selasa 20 Februari 2018

Masih Banyak ASN yang Tidak Di ...

Resep Kue Cucur Rasa Pandan
Sabtu 22 April 2017

Resep Kue Cucur Rasa Pandan