BEKRAF GRATISKAN PENDAFTARAN HKI BAGI PELAKU EKONOMI KREATIF DI BANDA ACEH

Kamis 10 November 2016 09:05:20 WIB Dilihat : 320 Kali


BEKRAF GRATISKAN PENDAFTARAN HKI BAGI PELAKU EKONOMI KREATIF DI BANDA ACEH

HALUANNEWS– Sedikitnya 100 pelaku ekonomi kreatif di Banda Aceh mendapatkan pendampingan dari Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF), UI dan Pemko Banda Aceh untuk mendapatkan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) atas karya-karya mereka. Kegiatan Sosialisasi dan Fasilitasi HKI Bagi Pelaku Ekonomi Kreatif di gelar di Hotel The Pade dan dibuka Assisten Keistimewaan Ekonomi dan Pembangunan Setdakota Banda Aceh, Ir Gusmeri MT, Rabu (9/11/2016).

Koordinator Kegiatan wilayah Aceh yang juga akdemisi dari Universitas Indonesia, Dr Suryadi MT mengatakan pihaknya akan mendampingi dan menggratiskan pendaftaran HKI bagi pelaku ekonomi kreatfi di Banda Aceh.

“Kami akan mendampingi dan menggratiskan biaya untuk pendaftaran HKI bagi pelaku ekonomi kreatif Banda Aceh ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI),” ungkap Suryadi.

Katanya, Banda Aceh dipilih sebagai salah-satu kota dari 15 Kota di Indonesia yang menjadi prioritas Bekraf bersama UI dalam rangka melindungi hak-hak kepemilikan atas upaya kreatif pencipta. 

Lanjut Suryadi, tujuan lain dari kegiatan ini adalah untuk memberikan inventor (pencipta) akan hak ekonomi eklusif untuk waktu yang terbatas. Kemudian mendorong upaya-upaya kreatifitas intelektual lebih lanjut dan berkelanjutan, meningkatkan usaha para pelaku ekonomi kreatif khususnya UMKM serta meningkatkan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) yang juga meningkatkan indeks pembangunan manusia guna terwujudnya kesejahteraan dan kemandirian bangsa.

Ada beberapa jenis karya atau ide kreatif  yang menjadi focus Berkaf untuk dikelola dan dikembangkan dalam industry yang mandiri, yakni, Aplikasi dan Game Developer, Arsitektur, Desain, Desain Interior, Desain Komunikasi Visual, Desain Produk, Fashion, Film seperti Animasi, Video dan Fotografi, Kriya, Kuliner, Musik, Penerbitan, Periklanan, Seni Pertunjukan, Seni Rupa dan Televisi/Radio.

Suryadi berharap, para pelaku ekonomi kreatif, khususnya dibawah pembianaan Pemerintah Kota Banda Aceh dapat memanfaatkan semaksimal mungkin fasilitas yang diberikan Bekraf.

Sementara itu, Asisten Keistimewaan Ekonomi dan Pembangunan Setdakota Banda Aceh, Ir Gusmeri MT mengapresiasi kegiatan yang digelar Bekraf dan UI tersebut. 

Menurut Gusmeri, banyak karya dan ide dari warga Banda Aceh yang layak didaftarkan HKI-nya. Katanya, pengembangan ekonomi kreatif merupakan salah-satu strategi di dalam memperkuat perekonomian daerah. Konsep ekonomi kreatif diyakini merupakan pendekatan yang paling baik di dalam mengantisipasi berbagai persaingan dan tantangan global yang saat ini menjadi lebih nyata.

“Sejak diluncurkannya secara resmi program Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) di penutup tahun 2015, Pemerintah Kota Banda Aceh memberikan perhatian khusus terhadap pertumbuhan dan pengembangan ekonomi kreatif. Kita menyadari bahwa melalui keterbukaan ini, selain meningkatkan peluang usaha juga meningkatkan persaingan dengan berbagai produk dari negara-negara ASEAN,” ungkap Gusmeri.

Karenanya, setiap pelaku industri diharapkan mampu mengelola usahanya dengan baik, bukan hanya dari segi peningkatan kualitas produk atau jasa yang ditawarkan, tapi juga di dalam menjaga dan melindungi usahanya melalui pengurusan HKI.

Lanjutnya, dalam persaingan global, HKI menjadi penting bagi para pelaku Industri agar setiap industri khususnya Industri kecil mampu bersaing dan menjaga hak-nya. Tidak terpuruk dan menjadi korban bagi berbagai pencurian ide atau karya kreatifnya. 

Di akhir sambutannya, Gusmeri berharap, melalui kegiatan ini yang difasilitasi oleh Bekraf-UI, seluruh pelaku industri di Banda Aceh dapat melindungi karya ciptanya. 

“Dengan demikian, industri kreatif di Banda Aceh dapat tumbuh dan berkembang dengan lebih baik dan tentunya terlindungi secara hukum,” ujarnya.

Kegiatan ini, selain diikuti 100 pelaku ekonomi kreatif di Banda Aceh, juga diikuti oleh pejabat dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Kadisperindagkop dan UKM Kota Banda Aceh, Ir Rizal Junaedi, para Staf Ahli Walikota dan Kabag Ekonomi Setdakota Banda Aceh Arie Maula Kafka SSos.

Kabag Ekonomi: Ada 368 Produk Unggulan di Banda Aceh

Kabag Ekonomi Setdakota Banda Aceh, Arie Maula kafka SSos mengungkapkan di Banda Aceh ada sekira 368 produk unggulan di Banda Aceh yang layak mendapatkan HKI.

Jumlah tersebut, kata Arie, terungkap dalam rapat sehari sebelumnya yang dipimpin Sekdakota Banda Aceh Ir Bahagia Dipl SE di balai kota.

“Data yang diungkap Ketua Task Force One Village One Product (OVOP) Disperindagkop Kota Banda Aceh yang juga akademisi dari Unsyiah Dr Saiful Muhammad ada 368 produk unggulan di Banda Aceh dari survei yang mereka lakukan,” ujar Arie.

Lanjut Arie, Sekdakota Banda Aceh sangat berharap program ini berjalan secara berkesinambungan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan ekonomi warga Kota Banda Aceh.

Bahkan Sekda berjanji akan memberikan perhatian serius dalam rangka mendorong perkembangan ekonomi kreatif di Banda Aceh karena Banda Aceh sebagai Kota Dagang dan Jasa, ekonomi kreatif diyakini sebagai tulang punggung perekonomian masyarakat.


Tag Berita :
#koran indonesia #daerah #ekonomi

Berita terakit :


Olahraga Tradisional  Terus Berkembang Di Kota Bandung
Minggu 05 November 2017

Olahraga Tradisional Terus Be ...

Tumbuh 5,5 Persen, Produksi Industri Nasional Semakin Agresif
Kamis 02 November 2017

Tumbuh 5,5 Persen, Produksi In ...

Dokter TNI Angkatan Darat Mendukung Pengobatan Massal di Pedalaman Papua Selatan
Senin 23 Oktober 2017

Dokter TNI Angkatan Darat Mend ...

Pilkades Serentak Masih Gunakan Sistem E-Voting
Minggu 18 Maret 2018

Pilkades Serentak Masih Gunaka ...

Selamat Ulang Tahun, Kota Otonom Tanjungpinang
Senin 17 Oktober 2016

Selamat Ulang Tahun, Kota Oton ...

Kejuaraan Polsek Cup Dan Camat Cup Berlangsung Sengit
Sabtu 09 September 2017

Kejuaraan Polsek Cup Dan Camat ...

SEKDA MINTA OPD IKUTI ATURAN DALAM PENGADAAN BARANG DAN JASA
Minggu 15 April 2018

SEKDA MINTA OPD IKUTI ATURAN D ...