Masyarakat Kepri Harus Lebih Baik dari Waktu ke Waktu

Senin 07 November 2016 15:53:32 WIB Dilihat : 232 Kali


Masyarakat Kepri Harus Lebih Baik dari Waktu ke Waktu

HALUANNEWS--Gubernur H Nurdin Basirun mengatakan pihaknya terus mendorong masuk investasi ke Kepri. Agar mereka terus masuk, tentu harus banyak kemudahan dan daya tarik lainnya.

"Saat pengarahannya, Presiden Joko Widodo selalu menekankan pentingnya daya saing. Daya saing Kepri, khususnya Batam memang harus terus menarik," kata Gubernur Nurdin saat mengantar Dialog Ekonomi Bersama Tokoh Nasional Bang Surya Paloh di Hotel Harmoni One, Minggu (6/11) malam.

Nurdin mengaku ada beberapa kebijakan yang dikeluhkan para pengusaha. Keluhan-keluahan itu malah sudah disampaikannya kepada Presiden dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Kata Nurdin, dia mengutip seorang pengusaha Batam yang menyatakan, jika Batam sakit, jangan salah diberi obat. Dampaknya bisa mematikan.

Gubernur tak ingin daya saing Batam mati. Kepri, khususnya Batam, sudah menjadi Indonesia mini dengan hadirnya semua warga dari berbagai penjuru Indonesia.

Mereka menabur harapan ketika memilih daerah ini karena potensi mata pencaharian yang besar. Kalau lapangan kerja tidak terbuka, industri yang ada mulai keluar, kata Gubernur, akan muncul kerawanan-kerawanan.

Mesti begifu, kata Gubernur, tak ada masalah yang tidak terselesaikan. Bersilaturahmi, bermusyawarah dan saling memberi masukkan, menjadi salah satu pintu penyelesaian masalah.

Termasuk Dialog Ekonomi bersama Surya Paloh ini, diharapkan menjadi pintu untuk penyelesaian masalah-masalah yang ada. "Kita seperti membangun jembatan hati. Kehadiran Bapak Surya Paloh seolah merasakan keresahan pengusaha," kata Nurdin.

Dalam pada itu, Siswono Yudohusodo, pengusaha yang juga mantan menteri menyebutkan, Batam saat ini mengalami kemajuan yang luar biasa. Tapi ada ketidakpuasan terhadap kondisi dan kebijakan terakhir. Karena itu dia mengatakan pengaturan Batam perlu ditinjau ulang.

"Sulit sekali dengan landasan dua undang-undang yang mengaturnya," kata Siswono.

Menurut Siswono semua pihak menginginkan Batam semakin maju. Banyak investasi masuk. Apalagi Batam bersaing dengan wilayah lain. "Kalau ingin mengundang investor, harga tanah harus murah. Shenzen tanahnya murah sekali. Ada kepastian hukum. Karena pengusaha tidak ingin peraturan yang berubah-ubah," kata Siswono.

Sementara itu, Ketua Umum DPP Partai Nasdem mengatakan sebagai partai pendukung pemerintah, pihaknya juga mendukung kebijakan pemerintah yang ingin Batam menjadi lebih baik. Ketika tiba di Batam, Surya Paloh mengaku "agak terkejut" melihat spanduk-spanduk yang menolak UWTO.

"Saya pikir penolakan terhadap World Trade Organitation," kata Paloh disambut tawa hadirin. Rupanya soal penolakan uang wajib tahunan.

Palon berjanji akan menyampaikan permasalahan ini kepada pemerintah. Dia pun ingin persoalan ini segera selesai. Malah kata Surya Paloh, pihaknya sudah membuat tim khusus untuk mengkaji masalah ini. Jika kajian sudah selesai, langsung disampaikan kepada Presiden Joko Widodo.

Karena, kata Paloh, untuk sukses tidak boleh ada urusan yang bikin tidak sukses. "Tidak boleh ada kebijakan yang membuat pemerintah tidak sukses. Masyarakat Kepri harus lebih baik dari waktu ke waktu," kata Surya Paloh.


Tag Berita :
#koran indonesia #daerah

Berita terakit :


Korban Terkaman buaya telah ditemukan
Minggu 18 Februari 2018

Korban Terkaman buaya telah di ...

DPRK BANDA ACEH SAHKAN 3 QANUN, PLT WALIKOTA APRESIASI PIHAK LEGISLATIF
Rabu 11 Januari 2017

DPRK BANDA ACEH SAHKAN 3 QANUN ...

Diduga PT. PGE Biayai Perjalanan Dinas Pejabat Teras Kerinci, Siapa Menikmati?
Senin 05 Februari 2018

Diduga PT. PGE Biayai Perjalan ...

Prof Dr Jasruddin, M.Si   Era Disruption Titik Balik Kebangkitan STIE-STKIP YPUP Makasaar
Minggu 13 Mei 2018

Prof Dr Jasruddin, M.Si Era ...