Unila Membutuhkan Pusat Data Terintegrasi

Minggu 16 Oktober 2016 20:31:54 WIB Dilihat : 164 Kali


Unila Membutuhkan Pusat Data Terintegrasi

HALUANNEWS--Universitas Lampung (Unila) melakukan sosialisasi aplikasi data yang diikuti 25 perwakilan bidang teknologi informasi (TI) kampus setempat. Kegiatan berlangsung sejak 11-14 Oktober 2016 di Computer Center Unila.

Kepala Biro Perencanaan Hubungan Masyarakat Unila (BPHM) Harsono Sucipto, saat dihubungi harianlampung.com mengatakan, sosialisasi aplikasi data tersebut bertujuan sebagai bentuk pelayanan Unila untuk memvaliditasi data terbaru.

"Saat ini Unila perlu memiliki pusat data terintegrasi. Diharapkan dengan adanya pusat yang telah terintegrasi ini dapat membantu pelayanan  kebutuhan data, dalam waktu cepat dan terjamin validitasnya," kata Harsono

Selain untuk membantu pelayanan Unila terhadap kebutuhan data, kata dia, pusat data yang terintegrasi ini diharapkan dapat mengurai  masalah-masalah yang muncul terkait pemenuhan kebutuhan data di lingkungan kampus.

"Ke depan, dari sosialisasi yang telah kami kerjakan ini dapat  menghasilkan update data yang akurat dan dapat diperoleh melalui satu sistem yakni melalui sistem data terpadu Unila,” terangnya

Sementara Wakil Rektor IV Unila Prof. Mahatma Kufepaksi menilai sangat penting validitas data, karena saat ini Unila sedang berproses menuju menuju top ten university. Oleh karenanya data-data Unila harus mudah diakses oleh siapa pun sehingga data yang lebih terpusat bisa diproses secara efektif dan efisien.

“Kondisi saat ini mencari data itu memakan waktu lama dan belum tentu hasilnya akurat. Ini masalah buat kita. Namun dengan membuat sistem aplikasi data yang sedemikian rupa, diharapkan efektifitasnya mampu memudahkan dalam melayani konsumen baik internal maupun eksternal. Efek lainnya, pengambilan keputusan kebijakan juga lebih cepat,” paparnya.

Masih kata dia, sebelumnya Unila telah mengembangkan beragam sistem informasi untuk menunjang kegiatan validitas data . Namun kondisi sistem informasi yang dikembangkan Unila masih belum terintegrasi sehingga setiap sistem menimbulkan berbagai permasalahan baru.

Antara lain, pengisian informasi yang sama secara berulang-ulang, terdapat informasi ganda, kesulitan sinkronisasi data lama dengan data yang lebih baru, beban server yang meningkat dan sebagainya.

“Kita punya data tapi tidak terintegrasi. Ketika kita butuh data dosen, data yang diambil dari siakad dan BKD pun berbeda. Oleh karena itu pusat data terintegrasi mutlak diperlukan,” tuturnya.


Tag Berita :
#koran indonesia #kampus #daerah

Berita terakit :


Pasca UNM Berduka, Kaprodi S2 Fisika Prof Muris Cei Meninggal Dunia.
Selasa 12 September 2017

Pasca UNM Berduka, Kaprodi S2 ...

Jokowi Perintahkan Rehab Pasar Kajen
Senin 09 Januari 2017

Jokowi Perintahkan Rehab Pasar ...

Jalan Rusak Warga Desa Tanah Garo Mengeluh.
Minggu 14 Januari 2018

Jalan Rusak Warga Desa Tanah G ...

POKJA DUSUN LUBUK LANDAI SEBERANG DAN IBUK PPK.
Kamis 07 September 2017

POKJA DUSUN LUBUK LANDAI SEBER ...

Menkeu Serahkan LKPP pada BPK
Rabu 29 Maret 2017

Menkeu Serahkan LKPP pada BPK