Kemenperin Akan Gulirkan E-smart IKM

Selasa 27 September 2016 22:07:17 WIB Dilihat : 127 Kali


Kemenperin Akan Gulirkan E-smart IKM

HALUANNEWS--Kementerian Perindustrian akan menggulirkan program e-smartindustri kecil dan menengah (IKM) untuk meningkatkanpengembangan kapasitas sektor yang mendominasi populasiindustri di Indonesia tersebut. Program ini akan memanfaatkanplatform digital melalui kerja sama dengan perusahaan startup di Indonesia.

E-smart IKM perlu dikembangkan agar kita dapat menjadishowcase produk sendiri, bukan hanya menjadi reseller produk negara lain,” tegas Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta, Selasa sore (27/9/2016).Menperin menjelaskan, latar belakang pelaksanaan program e-smart IKM, di antaranya didasari untuk pengembangan ekonomi berbasis digital, peningkatan ekspor IKM, serta perluasanaksespasardan akses pendanaan.

“Program ini memiliki desain infrastruktur digital dengan tulang punggung Palapa Ring, Satelit BRI, dan PLN. Artinya dibutuhkan fasilitas internet dan listrik. Selanjutnya diintegrasikan dengan Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas) yang kami miliki untuk jaminan produk, keamanan, dan Standar,” papar Airlangga. Kemudian program ini akan mendukung layanan keuangan, logistik, dan pemasaran bagi pelaku IKM.

Kemenperin juga akan memfasilitasi pelaku IKM untuk menjalin kerja sama dengan e-commerce di dalam negeri seperti Tokopedia, Bukalapak, Lazada, dan Blibli. “Jadi, laman mereka akan dijadikan kawasan virtual bagi produk IKM nasional,” tuturnya.

Sasaran sektor IKM yang dikembangkan melalui program e-smart, antara lain IKM kosmetika, logam, kerajinan, fashion, makanan dan minuman, perhiasan, produk kulit, furniture, herbal, komponen, tekstil, permesinan, semen, pupuk, serta elektronika. “Pengembangan prototipe e-smart IKM dalam waktu dekat, yakni sektor IKM perhiasan, furniture kayu dan rotan, ukiran kayu, batik, produk kulit, serta kerajinan anyaman,” sebutnya.

Di samping itu, kata Airlangga, program ini sekaligus untuk menciptakan sebanyak 20.000 pelaku IKM baru sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2015-2019. “Target lainnya, wirausaha menengah baru sebanyak 4.500 orang serta rasio persebaran sektor IKM Jawa dan luar Jawa, yakni 60,34:39,66,” ujarnya.

Menperin menyampaikan, Presiden Joko Widodo meyakini Indonesia memiliki potensi besar untuk pengembangkan ekonomi digital. “Presiden telah menegaskan, potensi pasar ekonomi digital kita cukup besar karena memiliki jumlah penduduk 250 juta dan 93,4 juta diantaranya adalah pengguna internet,” ujar Ailrangga. Untuk itu, lanjutnya, Presiden optimistis Indonesia bisa menjadi negara ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara.


Tag Berita :
#koran indonesia #nasional #ekonomi

Berita terakit :


Dengan Lelang Dini Program Perumahan 2017 Bisa Lebih Baik
Jumat 30 September 2016

Dengan Lelang Dini Program Per ...

Gub:Tahun 2017 Pemprov Bengkulu Menggunakan Sistem E Goverment
Rabu 03 Agustus 2016

Gub:Tahun 2017 Pemprov Bengkul ...

 BPK Lakukan Pemeriksaan Rutin ke Muarojambi
Kamis 02 Februari 2017

BPK Lakukan Pemeriksaan Rutin ...

200 JUTA UNTUK SISWA BERPRESTASI
Kamis 05 Januari 2017

200 JUTA UNTUK SISWA BERPRESTA ...

Alex Noerdin; HIPMI Sumsel Mitra Inspiratif Pemerintah
Rabu 14 Desember 2016

Alex Noerdin; HIPMI Sumsel Mit ...

Cabang Bulutangkis Awali Perlombaan Olahraga Meriahkan HUT RI
Minggu 07 Agustus 2016

Cabang Bulutangkis Awali Perlo ...