Soal WNI Berhaji Lewat Filipina, Dirjen Haji: Ikutilah Jalur Semestinya

Minggu 21 Agustus 2016 14:18:47 WIB Dilihat : 332 Kali


Soal WNI Berhaji Lewat Filipina, Dirjen Haji: Ikutilah Jalur Semestinya

HALUANNEWS- Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Abdul Djamil menegaskan bahwa persoalan 177 warga negara Indonesia (WNI) yang menggunakan paspor Filipina untuk berhaji ke Tanah Suci buan ranah Kementerian Agama. Namun demikian, Abdul Djamil mengimbau masyarakat untuk mengikuti regulasi yang ada jika ingin beribadah haji.

"Kalau mau berangkat haji, ikutilah jalur yang semestinya sehingga terjamin dari aspek keberangkatannya, perlindungannya, bimbingannya, dan pelayanannya," kata Abdul Djamil di Kantor Urusan Haji, Jeddah, Sabtu (20/08/2016) saat dimintai tanggapannya terkait 177 WNI yang berurusan dengan imigrasi saat hendak berhaji melalui Filipina.

"Saya mengimbau supaya tidak menggunakan media seperti itu. Apalagi dia meminta visa di negara lain. Itukan konsekuensinya dia harus memiliki paspor dari negara yang bersangkutan," tambahnya.

Mantan Rektor IAIN Walisongo Semarang ini mengakui bahwa antrean berangkat haji saat ini cukup panjang. Bahkan di Sulawesi Selatan mencapai tiga puluh satu tahun, dan di Kalimantan Selatan mencapai dua puluh delapan tahun. Namun demikian, fenomena antrian berhaji tidak hanya terjadi di Indonesia. Bahkan di Negara tetangga antrean hajinya mencapai lima puluh tahun.

Antrian haji menurut Abdul Djamil tidak bisa dihindari karena terkait kapasitas Tanah Suci, Armina, dan Masjidil Haram yang terbatas. Kalaulah saat ini Majidil Haram diperluas, namun masalahnya adalah di Mina yang tidak diperluas karena batas-batasnya sudah ditentukan.

"Saya imbau kalau ingin berhaji silahkan daftar sedini mungkin. Sebab, hingga sekarang antara kuota dan peminat haji belum berimbang dan itu tidak hanya di negeri kita," tandasnya.

Sebanyak 177 WNI menggunakan paspor Filipina agar bisa berangkat haji. Kini mereka masih tertahan di Filipina dan akan segera dideportasi.

Dilaporkan media lokal Filipina, Manila Bulletin, Sabtu (20/8/2016), Komisioner Biro Imigrasi setempat, Jaime Morente mengatakan, mereka saat ini ditahan di pusat penahanan imigrasi di Camp Bagong Diwa, Taguig City, pinggiran Manila. Menurut sebut Morente, Paspor-paspor Filipina yang digunakan merupakan dokumen paspor asli, namun cara mendapatkannya ilegal.

Menurut informasi, para WNI membayar US$ 6 ribu - US$ 10 ribu (Rp 78 juta - Rp 131 juta) per orang untuk mendapatkan paspor Filipina. Diduga kuat, paspor Filipina itu disediakan oleh lima warga Filipina yang mendampingi mereka. Kelima warga Filipina itu diyakini sebagai sindikat pemalsu paspor dan telah ditahan oleh Biro Investigasi Nasional (NBI) untuk diselidiki lebih lanjut.

Imigrasi setempat berkoordinasi dengan Departemen Luar Negeri Filipina dan badan penegak hukum lainnya serta KBRI dalam rangka penyelidikan kasus penerbitan paspor Filipina untuk para WNI ini.


Tag Berita :
#koran indonesia #nasional #keluarga #daerah

Berita terakit :


Koramil  04/Sarolangun  Memperbaiki Jalan Alternatif di Desa Rantau Gedang
Senin 19 Februari 2018

Koramil 04/Sarolangun Memper ...

Plt Gubernur Dukung Pemekaran Daerah
Jumat 04 Maret 2016

Plt Gubernur Dukung Pemekaran ...

Wako AJB Lantik 169 Pejabat Pemkot Sungaipenuh, Ini Rinciannya
Jumat 16 Februari 2018

Wako AJB Lantik 169 Pejabat Pe ...

Polresta Depok Amankan 4 Anak Muda Kongkow Bawa Clurit
Kamis 01 Februari 2018

Polresta Depok Amankan 4 Anak ...

Apresiasi Ketum DPP IWO untuk IWO Sumut dan Medan
Minggu 11 Maret 2018

Apresiasi Ketum DPP IWO untuk ...

Sering Menunda Pekerjaan, Tanda Gangguan Mental?
Sabtu 25 November 2017

Sering Menunda Pekerjaan, Tand ...

Ditawarkan, Kota Padang Jadi 'Surga' Investasi
Selasa 17 Oktober 2017

Ditawarkan, Kota Padang Jadi ' ...