Benahi Kualitas Pelayanan Publik, Komisi II Bersinergi dengan ORI

Kamis 03 Maret 2016 21:08:22 WIB Dilihat : 231 Kali


Benahi Kualitas Pelayanan Publik, Komisi II Bersinergi dengan ORI

HALUANNEWS - Komisi II  Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI meminta Ombudsman Republik Indonesia (ORI) untuk selalu berkoordinasi terkait permasalahan pelayanan publik baik di pusat maupun daerah. Dengan demikian saran dan rekomendasi dari Ombudsman bisa dilaksanakan oleh kementerian/lembaga/pemda terkait.

Anggota Komisi II DPR, Irmawan mengatakan pihaknya akan bersinergi dengan Ombudsman RI untuk melakukan investigasi tentang permasalahan pelayanan publik tertentu. “Kita minta data masalah pelayanan publik yang ada di dapil (daerah pemilihan) masing-masing kemudian kita bisa investigasi bersama,” ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan ORI pada Kamis (3/3/2016).

Selain itu, menurut Irmawan perlu adanya upaya pencegahan maladministrasi dengan melakukan sosialisasi ke daerah. “Saya kira sosialisasi ke daerah perlu dilakukan. Karena saya yakin permasalahan pelayanan publik itu paling banyak di tingkat kota/kabupaten,” imbuhnya.

Senada, Anggota Komisi II DPR EE Mangindaan mengatakan untuk memperkuat Ombudsman RI bisa dilakukan tidak hanya dengan revisi Undang-undang, tetapi dengan memaksimalkan wewenang yang ada. “Coba buat terobosan baru agar rekomendasi yang dibuat oleh ORI ini bisa dipatuhi. Komisi II akan mendorong, kita minta data hasil investigasi ORI,” ujar dia.

Menurut EE Mangindaan, data-data tersebut akan ditindaklanjuti dengan melakukan kunjungan ke daerah-daerah bersama Ombudsman RI saat masa reses. Ia berharap langkah ini bisa memaksimalkan wewenang ORI sekaligus mensosialisasikan tugas dan fungsi ORI.

Ketua Ombudsman RI Amzulian Rifai menyambut baik tawaran tersebut. “Kami siap bersinergi dengan Komisi II DPR. Segera kita siapkan data dan peta permasalahan pelayanan publik baik di pusat maupun daerah,” ujarnya.

Terkait review UU Nomor 37 Tahun 2008, Amzulian mengatakan pihaknya akan melakukan kajian. Meskipun hal tersebut bukan lah fokus utama bagi pihaknya. “Kami tahu proses revisi itu panjang, sehingga kami akan tetap bekerja sebagaimana mestinya,” kata dia.


Tag Berita :
#nasional #presiden #kampus #daerah #ekonomi #hiburan #politik

Berita terakit :


Indonesia Hadapi Tantangan Kesetaraan Akses Digital
Jumat 17 November 2017

Indonesia Hadapi Tantangan Kes ...

Tren Masyarakat Global Lebih Tertarik Produk Bersertifikasi Halal
Kamis 20 Oktober 2016

Tren Masyarakat Global Lebih T ...

Wagub Harap Rapat Anggota KONI Menjadi Bahan Evaluasi Program
Jumat 22 Desember 2017

Wagub Harap Rapat Anggota KONI ...

ZOLA TINJAU PEMBANGUNAN PASAR ANGSO DUO BARU
Senin 21 Maret 2016

ZOLA TINJAU PEMBANGUNAN PASAR ...

Obat PCC Tidak Ditemukan di Padang
Senin 18 September 2017

Obat PCC Tidak Ditemukan di Pa ...

40 Peserta Bersaing di Bidang Konstruksi
Rabu 26 Oktober 2016

40 Peserta Bersaing di Bidang ...