PEMBANGUNAN GERTAK BETON PINGGIR SUNGAI MULAI DIKERJAKAN

Minggu 17 Juli 2016 11:30:09 WIB Dilihat : 312 Kali


PEMBANGUNAN GERTAK BETON PINGGIR SUNGAI MULAI DIKERJAKAN

HALUANNEWS-Pembangunan jalan gertak beton pinggir Sungai Kapuas sepanjang 386 meter di Kelurahan Tambelan Sampit mulai dikerjakan. Pembangunan tahap pertama ini ditandai dengan penancapan tiang pertama oleh Wali Kota Pontianak, Sutarmidji di Pasar Kenanga tepatnya di pinggir Sungai Kapuas, Sabtu (16/7/2016) kemarin.
Menurut Sutarmidji, penataan pinggir Sungai Kapuas ini rencananya akan dilaksanakan sepanjang 1,2 kilometer. Ia berencana mengusulkan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR) supaya tahun 2017 mendatang dituntaskan hingga ke Jembatan Kapuas I. Setelah penataan kawasan pinggir Sungai Kapuas tuntas, pihaknya akan membangun kopel-kopel untuk tempat bermain meriam karbit dan aktifitas lainnya. “Sehingga kawasan ini akan tumbuh perekonomiannya sebagai obyek wisata dan kreatifitas lain yang memberi nilai ekonomis bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.
Anggaran untuk penataan kawasan pinggir Sungai Kapuas ini bersumber dari APBN. Namun terkait permasalahan sosial di kawasan itu akan ditangani dari APBD. Ia berharap seluruh masyarakat yang berada di kawasan penataan itu mendukung pembangunan ini. “Saya berharap masyarakat di sini kooperatif, jangan ada yang mengganggu atau menghambat pembangunan ini,” pesan Midji.
Sementara bagi rumah-rumah sepanjang pinggir sungai yang akan mendapat tali asih, Sutarmidji menjanjikan akan menambah dengan dana dari perbaikan rumah tidak layak huni. Kebijakan itu diambilnya sebab meskipun rumah-rumah warga berada di atas air, ia tidak akan melakukan dengan cara-cara yang tidak manusiawi. “Mereka tetap kita berdayakan. Bahkan ada lahan milik pemerintah daerah di kawasan ini, boleh mereka gunakan. Walaupun kecil tetapi bisa untuk tempat tinggal mereka, dana pembangunan rumahnya akan kita bantu,” ucapnya.
PPK Satker Pengembangan Kawasan Pemukiman Kalbar Kementerian PU-PR, Muhammad Yusuf mengatakan, kawasan Tambelan Sampit menjadi prioritas pertama dalam pembangunan fisik kawasan kumuh di Kota Pontianak. Pembangunan ini menelan dana senilai Rp 13,9 miliar lebih. “Penataan jalan titian atau gertak beton di bantaran Sungai Kapuas di kawasan Tambelan Sampit sepanjang 386 meter dan lebar 3 meter. Targetnya selesai dalam lima bulan,” terangnya.
Ia berharap seluruh pihak bersama-sama menjadikan kawasan tersebut bebas dari kekumuhan. Kawasan kumuh bukanlah semata-mata kawasan padat dan miskin tetapi lebih pada infrastruktur pemukiman yang terkesan kumuh dan tidak teratur. “Dengan penataan yang sesuai kebutuhan kawasan, mudah-mudahan kesan kumuh tersebut dapat dihilangkan,” pungkasnya.


Tag Berita :
#koran indonesia #nasional #daerah #ekonomi

Berita terakit :


Walikota: Saatnya Pengusaha Menggerakkan Produk Lokal
Minggu 10 September 2017

Walikota: Saatnya Pengusaha Me ...

Dibawah Kepemimpinan Rio Mudarom, Dusun Pulau Kerakap Giat Membangun
Selasa 12 Desember 2017

Dibawah Kepemimpinan Rio Mudar ...

Desa Pondok Beringin Kecamatan Sitinjau Laut Diduga Belum Realisasikan Dana Hibah Provinsi
Minggu 18 Februari 2018

Desa Pondok Beringin Kecamatan ...

Smart City Merupakan Jawaban Bagi Pemerintah Daerah
Sabtu 18 Februari 2017

Smart City Merupakan Jawaban B ...