PEMBANGUNAN GERTAK BETON PINGGIR SUNGAI MULAI DIKERJAKAN

Minggu 17 Juli 2016 11:30:09 WIB Dilihat : 374 Kali


PEMBANGUNAN GERTAK BETON PINGGIR SUNGAI MULAI DIKERJAKAN

HALUANNEWS-Pembangunan jalan gertak beton pinggir Sungai Kapuas sepanjang 386 meter di Kelurahan Tambelan Sampit mulai dikerjakan. Pembangunan tahap pertama ini ditandai dengan penancapan tiang pertama oleh Wali Kota Pontianak, Sutarmidji di Pasar Kenanga tepatnya di pinggir Sungai Kapuas, Sabtu (16/7/2016) kemarin.
Menurut Sutarmidji, penataan pinggir Sungai Kapuas ini rencananya akan dilaksanakan sepanjang 1,2 kilometer. Ia berencana mengusulkan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR) supaya tahun 2017 mendatang dituntaskan hingga ke Jembatan Kapuas I. Setelah penataan kawasan pinggir Sungai Kapuas tuntas, pihaknya akan membangun kopel-kopel untuk tempat bermain meriam karbit dan aktifitas lainnya. “Sehingga kawasan ini akan tumbuh perekonomiannya sebagai obyek wisata dan kreatifitas lain yang memberi nilai ekonomis bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.
Anggaran untuk penataan kawasan pinggir Sungai Kapuas ini bersumber dari APBN. Namun terkait permasalahan sosial di kawasan itu akan ditangani dari APBD. Ia berharap seluruh masyarakat yang berada di kawasan penataan itu mendukung pembangunan ini. “Saya berharap masyarakat di sini kooperatif, jangan ada yang mengganggu atau menghambat pembangunan ini,” pesan Midji.
Sementara bagi rumah-rumah sepanjang pinggir sungai yang akan mendapat tali asih, Sutarmidji menjanjikan akan menambah dengan dana dari perbaikan rumah tidak layak huni. Kebijakan itu diambilnya sebab meskipun rumah-rumah warga berada di atas air, ia tidak akan melakukan dengan cara-cara yang tidak manusiawi. “Mereka tetap kita berdayakan. Bahkan ada lahan milik pemerintah daerah di kawasan ini, boleh mereka gunakan. Walaupun kecil tetapi bisa untuk tempat tinggal mereka, dana pembangunan rumahnya akan kita bantu,” ucapnya.
PPK Satker Pengembangan Kawasan Pemukiman Kalbar Kementerian PU-PR, Muhammad Yusuf mengatakan, kawasan Tambelan Sampit menjadi prioritas pertama dalam pembangunan fisik kawasan kumuh di Kota Pontianak. Pembangunan ini menelan dana senilai Rp 13,9 miliar lebih. “Penataan jalan titian atau gertak beton di bantaran Sungai Kapuas di kawasan Tambelan Sampit sepanjang 386 meter dan lebar 3 meter. Targetnya selesai dalam lima bulan,” terangnya.
Ia berharap seluruh pihak bersama-sama menjadikan kawasan tersebut bebas dari kekumuhan. Kawasan kumuh bukanlah semata-mata kawasan padat dan miskin tetapi lebih pada infrastruktur pemukiman yang terkesan kumuh dan tidak teratur. “Dengan penataan yang sesuai kebutuhan kawasan, mudah-mudahan kesan kumuh tersebut dapat dihilangkan,” pungkasnya.


Tag Berita :
#koran indonesia #nasional #daerah #ekonomi

Berita terakit :


RIBUAN WARGA IKUTI FUN BIKE SOSIALISASI PILKADA 2017
Minggu 01 Januari 2017

RIBUAN WARGA IKUTI FUN BIKE SO ...

Pilkada Serentak Lancar, Pemerintah Apresiasi Netralitas PNS
Sabtu 18 Februari 2017

Pilkada Serentak Lancar, Pemer ...

Tertarik Pendidikan dan Budaya Surabaya, Pluakdaengpittayakom School Kunjungi Dispendik
Selasa 07 Februari 2017

Tertarik Pendidikan dan Budaya ...

4 Tahun Menderita Menuju Kota Muara Bulian
Minggu 24 Desember 2017

4 Tahun Menderita Menuju Kota ...

Panglima TNI :   Kokohnya Sinergitas dan Soliditas TNI-Polri Dapat Mewaspadai Dampak Global
Jumat 20 April 2018

Panglima TNI : Kokohnya Sine ...

Koordinator Kopertis IX Sulawesi: Baru Sepertiga Dosen PTS Laksanakan Ristek Dikti
Selasa 13 Maret 2018

Koordinator Kopertis IX Sulawe ...