Kontroversi Ganjar, Gambarkan Pemimpin yang Tak Biasa

Kamis 30 Juni 2016 12:09:58 WIB Dilihat : 256 Kali


Kontroversi Ganjar, Gambarkan Pemimpin yang Tak Biasa

HALUANNEWS - Semarang – Ganjar adalah fenomena. Setidaknya itulah yang terangkum dalam buku setebal 325 halaman berjudul Kontroversi Ganjar yang dibuat tiga jurnalis Kota Semarang, Isdiyanto, Budiono Isman dan Solikun serta fotografer Chandra AN.

“Kehadiran Ganjar ini fenomena, sejak jadi Gubernur Jateng dia sudah menabrak banyak hal. Maka inilah kontroversinya. Dia tidak seperti pemimpin Jateng sebelumnya, keluar dari kebiasaan gubernur yang sudah-sudah,” kata salah seorang penulis, Isdiyanto dalam acara launching sekaligus bedah buku di Toko Buku Gramedia Jalan Pemuda, Rabu (29/6) sore.

Wartawan Harian Kedaulatan Rakyat itu memaparkan beberapa hal yang menjadi kontroversi Ganjar selama ini. Di antaranya sikap tegas tanpa kompromi dalam memimpin Jateng, menabrak tradisi “amplop” bagi wartawan, merombak birokrasi dengan lelang jabatan, hingga mengamuk di jembatan timbang.

Gubernur Ganjar Pranowo mengapresiasi positif buku yang menggambarkan perjalanan karier politiknya di Jawa Tengah. Menurutnya, apa yang dilakukan selama memimpin provinsi ini boleh dikritisi. Tentunya kritik yang membangun.

“Ini cerita saya 1,5 tahun di Jawa Tengah. Saya minta dipotret, diceritakan, ditulis dan dikomentari. Saya cuma ingin menyampaikan keyakinan saya dalam memimpin Jawa Tengah itu adakah yang keliru. Umpama cerita membangun jurnalisme yang bersih dengan memotong 'amplop' wartawan,” kata Ganjar.

Dia berharap dari 1,5 tahun yang terangkum dalam buku ini, ada buku berikutnya yang mengangkat isu per isu. Seperti soal bagaimana reformasi birokrasi, politik anggaran, hingga cerita yang ditulis oleh orang lain tentang aktivitas diluar aktivitas seorang gubernur. Semua itu sebenarnyalegacy (warisan) yang ingin diberikan kepada masyarakat tentang pemerintahan yang bersih serta tidak korup, dan pemerintahan yang melayani masyarakat dengan cepat.

“Pelayanan dan korupsi itu adalah bentuk dari transparasi dan akuntabilitas, termasuk fungsi negara dalam melayani rakyat. Kalau bisa dikerjakan maka itu jauh lebih penting karena ini berkaitan dengan perilaku birokrasi. Dan saya concern disitu,” tegas gubernur.


Tag Berita :
#berita terkini indonesia #koran indonesia #nasional #keluarga

Berita terakit :


Menapak Tinggalkan Tambang Menyambut Wisatawan
Minggu 20 November 2016

Menapak Tinggalkan Tambang Men ...

Investor Indonesia Dinantikan di Kyrgyzstan
Selasa 12 April 2016

Investor Indonesia Dinantikan ...

 BPK Lakukan Pemeriksaan Rutin ke Muarojambi
Kamis 02 Februari 2017

BPK Lakukan Pemeriksaan Rutin ...

PEMKAB BLORA GELAR SIDANG ISBAD NIKAH SECARA MASSAL
Rabu 06 Desember 2017

PEMKAB BLORA GELAR SIDANG ISBA ...

Presiden Jokowi: Segera Ambil Langkah Konkret Perkuat Citra Indonesia
Selasa 27 September 2016

Presiden Jokowi: Segera Ambil ...

MV. Caledonian Sky Singgah di Pelabuhan Tanjung Emas
Rabu 05 Oktober 2016

MV. Caledonian Sky Singgah di ...