Kelompok Studi Asia Afrika Gelar Diskusi Ilmiah Bahas Esperanto

Rabu 08 Juni 2016 21:31:22 WIB Dilihat : 369 Kali


Kelompok Studi Asia Afrika Gelar Diskusi Ilmiah Bahas Esperanto

HALUANNEWS– Kelompok Studi Asia Afrika (KSAA) akan kembali menggelar diskusi ilmiah dengan tema Bahasa Esperanto & Liberalisme Utopia pada Sabtu (18/6) mulai pukul 14.00-18.00WIB. Seminar berlangsung di Museum KAA - Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika No.65 Bandung. Diskusi ini dimaksudkan sebagai tindak lanjut dari hasil Kongres Internasional Esperanto Tiga Negara 2016 serta ajang silaturahmi antara sesama pegiat Bahasa Esperanto di Kota Bandung dan publik secara umum.

“Diskusi ini menjadi wadah intellectual exercise. Selain penting bagi pendalaman Nilai-nilai KAA, sosialisasi Bahasa Esperanto secara berkelanjutan di setiap segmen lapisan masyarakat, termasuk komunitas epistemik sangat diperlukan,” kata Kepala Museum KAA, Thomas A. Siregar dalam keterangan tertulisnya kepada Tim Humas Sahabat Museum KAA, Selasa (7/6) di Bandung.

Thomas menjelaskan, dalam diskusi ini ada dua rangkaian sesi pemaparan dan satu sesi tanggapan. Pertama, sebuah makalah sebagai penghantar bertajuk Language and Rhetoric: Construction of the Social Reality of the International System disampaikan oleh Desmond S. Andrian (Edukator Museum KAA). Dalam makalahnya, ia menyoroti hirarki bahasa-bahasa dunia dan dampaknya terhadap terbentuknya Sistem Internasional. Untuk itu ia menggunakan pendekatan dua teori, yakni Global Language System Theory (Abraam de Swaan; 2001) dan World-System Theory (Immanuel Wallerstein; 1974).

Selanjutnya, dua pegiat Bahasa Esperanto Bandung, yakni Iyan Septiyana dan Qonita Qurota'ayun akan menyampaikan diseminasi hasil pra penelitian mereka bertema Bahasa Esperanto: dari Liberalisme ke Neoliberal Institusionalisme. Fokus makalah mereka adalah untuk menjawab pertanyaan penelitian perihal mengapa Bahasa Esperanto perlu ditransformasi sebagai instrumen Uni Eropa.

Sementara itu, pada sesi tanggapan Syaeful Anwar yang dikenal sebagai pegiat kajian linguistik di  Klab Global Literacy Sahabat Museum KAA akan menyampaikan tanggapannya atas hasil pra penelitian Iyan Septiyana dan Qonita Qurota'ayun dalam perspektif teori linguistik.

“KSAA merupakan bagian dari Forum Studi Asia Afrika yang dibentuk pada 1 Mei 2015 sebagai hasil kesepakatan Konferensi Mahasiswa Asia Afrika II (2015). Sebelumnya, KSAA telah menggelar diskusi serupa dengan tema berbeda pada bulan Januari 2016 dan April 2016,” terang Thomas.

Pada bulan Januari 2016 tema utama KSAA adalah Vision of the Future: The Bandung Conference 1955. Tema itu merupakan judul tesis milik Wildan Sena Utama yang ia pertahankan di Universitas Leiden, Belanda. Kemudian pada bulan April 2016 dalam rangkaian Peringatan 61 Tahun KAA, KSAA mengangkat dua tema sekaligus, yakni Agen dan Struktur dalam Isu Keamanan Timur Tengah serta Teori Sastra dan Linguistik dalam Meramal National-Interest.

Menutup penjelasannya, Thomas mengatakan, kegiatan diskusi ilmiah ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya.


Tag Berita :
#koran indonesia #nasional #kampus #daerah

Berita terakit :


Ini Kata Kepala BKPM Soal Isu Serbuan TKA Tiongkok
Kamis 05 Januari 2017

Ini Kata Kepala BKPM Soal Isu ...

Antisipasi Perubahan Global, Presiden Jokowi Ajak Elemen Masyarakat Tinggalkan Pola Lama
Sabtu 18 November 2017

Antisipasi Perubahan Global, P ...

dr Maulana Silaturahmi dengan Ormas FMBB
Jumat 16 Maret 2018

dr Maulana Silaturahmi dengan ...

BERGERAK CEPAT INSYA ALLAH HASILNYA HEBAT
Sabtu 11 Februari 2017

BERGERAK CEPAT INSYA ALLAH HAS ...