TEPAT SASARAN, KOMISI B MINTA SISTEM OP DILAKUKAN DI TIAP KECAMATAN

Kamis 26 Mei 2016 11:09:16 WIB Dilihat : 346 Kali


TEPAT SASARAN, KOMISI B MINTA SISTEM OP DILAKUKAN DI TIAP KECAMATAN

HALUANNEWS - Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur meminta kepada PemerintahProvinsi Jatim agar mengubah pola operasi pasar (OP) untuk digelar tiap kecamatan bukan ke pasar lagi. Hal inidilakukan agar masyarakat  miskin benar - benar menikmati harga sembako dengan murah.

Wakil Komisi B DPRD Jatim, Kabil Mubarok ditemui di ruang kerjanya DPRD Jatim, Rabu (25/5) mengatakan,operasi pasar saat ini sudah mulai tidak tepat sasaran. Dimana banyak oknum yang memanfaatkan operasipasar, misalnya adalah pedagang dan tengkulak yang kemudian dijual lagi.”Harus ada metode baru, mungkindilakukan per kecamatan atau menggunakan sistem seperti raskin, jadi metode operasi pasar dapat dievaluasilagi,” ujar Kabil.

Kabil berharap bahwa operasi pasar betul - betul dapat membantu masyarakat untuk dapat membelikebutuhan sembako. Maka, di tiap kecamatan tersebut bisa juga dilakukan dengan memilih kecamatan denganindeks kemiskinan cukup tinggi, sehingga operasi pasar benar-benar dapat tepat sasaran.

“Ada dua hal yang dapat dilakukan oleh dinas terkait, pertama adalah evaluasi pasar, lalu kedua adalah karenaini even tahunan seharusnya dinas terkait sudah dapat mengetahui tentang perkiraan harga tiap tahunnya.Sehingga kenaikan harga sembako dipasar sudah dapat diantisipasi dengan cepat,” terangnya.

Ia menambahkan, bahwa antisipasi yang diberikan oleh disperindag selama ini juga belum maksimal baik mulaiH-7 sebelum ramadhan seharusnya sudah ada hitungan kalkulatif tentang harga sembako dipasaran selain itujuga tentang ketersediaan stok sembako selama ramadhan dan lebaran  juga harus diperhitungkan“Ini sudah even langganan seperti hari raya, tahun baru, natal dan lainnya maka harusnya sudah adaperkiraan, maka saat ada pihak atau faktor eks yang memainkan sudah dapat diantisipasi,”ujarnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jatim, Ardhi Prasetyawan mengatakan, sejumlah kenaikanbarang kebutuhan pokok, diantaranya gula yang semula Rp 12.000 menjadi Rp 15.500, lalu Daging yang semulaRp 100 ribu menjadi Rp 107.000. Bawang merah masuk ke titil Rp 38.000.  “Maka kami upayakan subsisidiangkut maju, inginnya dari semula tanggal 1 semoga bisa mulai tanggal 26 Mei besok, ini masih kami rapatkanlagi oleh Pak Gubernur,” ujarnya.


Tag Berita :
#berita terkini indonesia #koran indonesia #nasional #daerah

Berita terakit :


BANDA ACEH HARUS BERSIH DARI MAKSIAT
Minggu 14 Januari 2018

BANDA ACEH HARUS BERSIH DARI M ...

Akankah Kita Cekcok dengan Saudara Sendiri?
Senin 28 November 2016

Akankah Kita Cekcok dengan Sau ...

Walikota Medan Ajak Warga Rutin Berolahraga
Minggu 08 Oktober 2017

Walikota Medan Ajak Warga Ruti ...

YUDDY JAMIN SELEKSI CPNS TIDAK KKN
Minggu 17 April 2016

YUDDY JAMIN SELEKSI CPNS TIDAK ...

Satpol PP Sarolangun Melakukan Penertiban Para Pedagang Kaki Lima ( PKL )  Di Pasar Singkut
Minggu 04 Februari 2018

Satpol PP Sarolangun Melakukan ...

Kunker di Makassar, Menpora Tekankan Pemuda Menjadi Ujung Tombak Perubahan Bangsa
Sabtu 20 Agustus 2016

Kunker di Makassar, Menpora Te ...