JANGAN SAMPAI PNS DI DAERAH JADI OMONGAN, LANTARAN KINERJANYA BURUK

Kamis 14 April 2016 12:29:57 WIB Dilihat : 304 Kali


JANGAN SAMPAI PNS DI DAERAH JADI OMONGAN, LANTARAN KINERJANYA BURUK

HALUANNEWS - JAKARTA – Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) di daerah harus   mengerti tugas dan fungsinya, sehingga dapat menjalankan fungsinya sebagai pelayan publik dengan baik. Jangan sampai ada omongan dari warga yang mengatakan kinerja ASN di daerah tidak baik.

Demikian dikatakan Deputi SDM Aparatur Kementerian PANRB Setiawan Wangsaatmaja dalam Bimbingan Teknis dan Sosialisasi Undang Undang No. 5/2014 tentang ASN Undang Undang No. 30/2014 tentang Administrasi Pemerintahan bagi pegawai ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, di kantor Kementerian PANRB  Jakarta, Rabu (13/04).  “Dari 4.498.643 orang jumlah 70,06 persen diantaranya berada di daerah,” imbuh Setiawan di hadapan sekitar 70 ASN Kutai Timur (Kutim), setelah sebelumnya berkunjung ke Kota Bandung.

Lebih lanjut Setiawan menuturkan, ASN sebagai pilar pembangunan harus mengerti fondasi hukum reformasi birokrasi, Yaitu UU No.39 tahun 2008 tentang Kementerian Negara, kemudian UU No. 25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, serta UU No 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN).

Dikatakan, untuk mewujudkan Smart ASN tahun 2019, ASN harus memiliki wawasan global, menguasai teknologi informasi (TI). Jangan sampai para pelayan masyarakat justru tidak mengerti dunia digital. “Dalam menunjang pekerjaan ASN sehari hari, aplikasi berbasis digital sangat bermanfaat, baik dari segi kecepatan maupun ketepatan. Selain itu, ASN harus menguasai bahasa asing, serta memiliki dayanetworking tinggi. “Dengan ketiga hal tersebut diharapkan dapat melahirkan ASN yang berkompeten,” ujarnya seraya.

Setiawan mengatakan, saat ini pemerintah tengah melakukan reformasi kinerja dari para ASN, kemudian pemetaan kinerja dan kualifikasi kompetensi pegawai ASN sangat diperlukan. Untuk itu para pejabat pembina kepegawaian (PKK) wajib melakukan pemetaan kualifikasi dan kompetensi ASN. Untuk pegawai ASN yang berkompeten, kualifikasi sesuai, dan berkinerja akan dipertahankan.  

Bagi ASN yang tidak berkompeten, kualifikasi tidak sesuai, namun berkinerja akan menjalani diklat ataupun mutasi. Kemudian untuk ASN yang berkompeten, kualifikasi sesuai, namun tidak berkinerja akan menjalani diklat kompetensi. “Bagi ASN yang tidak kompeten, kualifiaksi tidak sesuai dan tidak berkinerja akan dirasionalisasi,” imbuhnya.

Kepada para ASN Pemerintah Kabupaten Kutai Timur ia pun mengatakan bahwa pemerintah telah melakukan reformasi dalam perekrutan, baik Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) maupun dalam rekruitmen Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT).

Sebelum tahun 2014, ujar Iwan, saat registrasi bagi para CPNS masih secara manual, para pelamar berdesakan, serta kepanasan. Namun pada tahun 2014 registrasi para CPNS dilakukan secara online, dan hasilnya jumlah pelamar jauh lebih banyak dibanding dengan registrasi secara manual. Selain itu hasil dari tes yang diberi nama Computer Assisted Test (CAT) dapat langsung melihat hasil tes sesaat setelah pendaftar menjawab soal.

Dalam kesempatan yang sama, PLT Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kutai Timur Syafruddin menyampaikan apresiasi dengan adanya bimbingan teknis dari Kementerian PANRB. Selain memberikan masukan yang sangat berharga bagi ASN Kabupaten Kutim, hal ini menjadi momentum belajar para ASN tentang kepegawaian dan administrasi.

Kedepan, dia berharap para pelayan masyarakat dapat menjalankan tugas dengan lebih baik di daerah masing-masing. “Jangan sampai para peserta yang ikut acara ini pulang ke daerah asal tanpa membawa apa-apa. Ilmu yang diperoleh harus dapat diaplikasikan, sehingga pelayanan bagi masyarakat dapat lebih optimal,” katanya.

editor : cub


Tag Berita :
#nasional #keluarga #kampus

Berita terakit :


Industri Padat Karya Berorientasi Ekspor Berkontribusi Besar di Jawa Tengah
Minggu 08 April 2018

Industri Padat Karya Berorient ...

Mendesa PDTT RI Eko Putro Sandjojo Jadi Warga Kehormatan Bakamla RI
Kamis 17 Agustus 2017

Mendesa PDTT RI Eko Putro Sand ...

Cegah Disfungsi Ereksi dengan Konsumsi Ini
Selasa 03 Juli 2018

Cegah Disfungsi Ereksi dengan ...

Kejari Pekanbaru Perlu Diganti
Rabu 31 Januari 2018

Kejari Pekanbaru Perlu Diganti ...

Masyarakat Harus  Kritis Dalam Menyerap Informasi
Selasa 03 Januari 2017

Masyarakat Harus Kritis Dalam ...