Satgas Pamtas Yonif Para Raider 328 Amankan 143 Kg Vanili Illegal

Selasa 04 Desember 2018 10:53:05 WIB Dilihat : 67 Kali


Satgas Pamtas Yonif Para Raider 328 Amankan 143 Kg Vanili Illegal

HALUANNEWS.COM, Papua--Prajurit TNI dari Batalyon Infanteri Para Raider 328/Dirgahayu (Yonif PR 328/DghKostrad) yang tergabung dalam Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-PNG, berhasil mengamankan 143 kg Vanili illegal di perbatasan RI-PNG, Skouw, Papua, Senin (3/12/2018).
 
Penangkapan terhadap pelaku berawal dari informasi yang didapatkan dari masyarakat sekitar. Selanjutnya Satuan Intelijen Satgas Pamtas Yonif Para Raider 328/Dirgahayu dipimpin oleh Pasi Intel Satgas Kapten Inf Bagus Wahyu langsung mendalami info tersebut untuk diselidiki, dan berhasil mengamankan 143 kg Vanili illegal berikut pelaku dan empat kendaraan yang digunakan.
 
Menurut Kapten Inf Bagus Wahyu didampingi Perwira Hukum (Pakum) Kapten Chk Ghesa Khiastra, S.H., setelah mendalami informasi yang diterima dari masyarakatpersonel Satgas dibawah pimpinan Serda Bakti langsung melakukan sweeping “Sekitar pukul 12.20 WIT, muncul empat kendaraan yang mengarah dari Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Indonesia-Papua Nugini menuju Abepura,” katanya.
 
“Kendaraan yang dibawa oleh S (35 th) warga Koya Timur, A (32 th), H (30 th)  dan I (30 th) warga Poros Kota Timur, langsung dihentikan Provost Satgas. Setelah dilakukan pengecekan ditemukan 143 kVanili tidak dilengkapi dengan dokumen,” ujarnya.
 
Selanjutnya Provost Satgas mengamankan empat orang dengan barang bukti 143 kVanili yang tidak ada dokumennya termasuk empat kendaraan jenis sedan dan minibus. “Di salah satu kendaraan kami temukan Vanili disembunyikan dibawah bagasi,” ucapnya.
 
Ditambahkan oleh Kapten Inf Bagus Wahyu, kondisi penyelundupan Vanili illegal memang sering terjadi di kawasan tapal batas Indonesia, dimana Skouw menjadi gerbang utama ekspor-impor antara Indonesia dengan Papua Nugini. “Harga per kilo mencapai 4 juta rupiah dan kalau 143 kg yang diselundupkan, maka nilainya sekitar 500-600 juta rupiah,” ungkapnya.
 
Komandan Satgas Yonif Para Raider 328/Dirgahayu Mayor Inf Erwin Iswari, S.Sos., M.Tr. (Han) menyampaikan rasa bangga atas apa yang telah dicapai oleh anggotanya dengan menggagalkan masuknya barang illegal ke wilayah Indonesia.
 
“Saya memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh anggota saya, khususnya Staf Intelijen dan ini merupakan bukti bahwa keberadaan Satgas Pamtas Yonif PR 328/Dgh di tanah Papua bekerja untuk memberantas kegiatan illegal yang merugikan Negara, katanya.
 
Selanjutnya barang bukti berupa 143 kg Vanili illegal diserahkan kepada pihak yang berwenang.
 
Autentikasi :
Paspen Satgas Pamtas 328/Dirgahayu
Kapten Inf Ghesa Khiastra.

Tag Berita :
#Prajurit-TNI #InfoTerkini #Militer #berita terkini indonesia #koran indonesia #Hukum

Berita terakit :


Danny dampingi jokowi resmikan pelabuhan Perikanan Nusantara di Kelurahan Untia
Sabtu 26 November 2016

Danny dampingi jokowi resmikan ...

Harus Disepakati Bahwa LGBT Merupakan Penyimpangan
Rabu 24 Januari 2018

Harus Disepakati Bahwa LGBT Me ...

Budaya Kerja PTPN VII, Pemimpin di Tengah Proses Kerja
Minggu 25 September 2016

Budaya Kerja PTPN VII, Pemimpi ...

ASN Harus Profesional, Netral dan Sejahtera
Kamis 22 Maret 2018

ASN Harus Profesional, Netral ...

Jika Tidak Ada Kerinci Hilir Maju, Peneliti Indobarometer: Monadi Berpeluang Besar Menang
Jumat 22 Desember 2017

Jika Tidak Ada Kerinci Hilir M ...