Dr. H.Alimuddin, SH, MH. M.Ken: Panggilan Nurani Mencerdaskan Anak Bangsa

Rabu 14 November 2018 14:30:54 WIB Dilihat : 30 Kali


Dr. H.Alimuddin, SH, MH. M.Ken: Panggilan Nurani Mencerdaskan Anak Bangsa

HALUANNEWS.COM, Makassar--Falsafah hidupnya cukup sederhana,  Pembinan Yayasan STIKES Mega Resky Makassar, Dr. H. Alimuddin, SH, MH, M.Ken  menjalani hidup dan kehidupan laksana air mengalir.

Kurun waktu yang panjang dinamika kehidupan dijalani apa adanya. Usai menyelesaikan studi SMA di Bantaeng 1986, dia pun menuju  Makassar guna melanjutkan studi diploma Akademi Hukum Makassar (AHN) Makassar.

Kepada media, Minggu (11/11/2018) di Makassar dia katakana, jenjang pendidikan diploma di kampus ini tidak sempat dirampungkan kemudian lanjut studi pada S1 Ilmu Hukum pada Universitas Satria Makassar.

Di kampus yang terletak di Jl Veteran Selatan ini, jenjang sarjana hukum dilewati.

Perjalanan hidup pun penuh warna dan suka duka. Perjumpaan dengan beberapa temanya di tahun 1990-an, ungkap Bendahara DPD PDI Perjuangan Sulsel ini

Sehingga  memulai dan merintis mendirikan lembaga pendidikan  bernama Yayasan Pendidikan Makassar (YAPMA)  membuka sekolah tinggi ilmu kesehatan.

Pada zaman itu, mengurus izin untuk sekolah ilmu kesehatan sangat luar biasa sulitnya.

Kebijakan pemerintah terutama Departemen Kesehatan sepertinya tidak membuka ruang bagi publik untuk membuka dan mengelola sekolah kesehatan terutama untuk institusi perguruan tinggi, tandas anggota Fraksi PDIP DPRD Sulsel ini.

Semangat dan kerja keras yang dijalani bersama dengan teman-temannya, kemudian membuahkan hasil.

Kampus ilmu kesehatan yang dirintis itu  pada akhirnya mendapat izin operasional dari pemerintah.

maka jadilah kampus pada zamannya itu, sekolah tinggi kesehatan di wilayah Sulsel yang terbilang langka dan dapat dihitung dengan sebelah jari tangan.

Beberapa tahun  bersama dengan teman, membina dan mengelolah sekolah tinggi, sampai kemudian memilih untuk merintis dan mendirikan sendiri sekolah tinggi ilmu kesehatan.

 

Modal 17 Mahasiswa     

Pengalaman merintis dan membina sekolah tinggi pada YAPMA Makassar menjadi modal utama ketika memulai dengan niat  mendirikan sekolah tersendiri.

Modal awal merintis STIKES Mega Resky dengan keluarnya izin operasional 15 Nopember 2005, dengan 17 mahasiswa dan 10 dosen, kata magister hukum PPs-UMI Makassar ini.

Berangkat dari tekad dan modal  tersebut, membuatnya  bekerja keras dengan tekad bersama menghadirkan lembaga pendidikan yang mampu mencerdaskan anak-anak bangsa.

Tekad awal ketika kampus mulai dirintis adalah pendidikan merupakan ibadah sehingga pengelolaannya pun harus dilaksanakan dengan penuh keiklasan.

Ibadah dan keihlasan,  menjadi tekad dan tujuan bersama teman-teman mengelola kampus, tandas doktor ilmu hukum PPs-UMI Makassar ini.

Selain itu merintis pendidikan adalah panggilan nurani untuk senantiasa mengambil peran dalam kehidupan untuk mencerdaskan anak-anak bangsa.

Suka duka merintis kampus baru ditengah kompetisi pengelolaan perguruan tinggi yang sangat keras dan kuat,  termasuk cukup berat. Para perintis harus turun langsung ke tengah masyarakat mencari mahasiswa.

Kerja  keras para pengelola awal ini  harus dilakukan guna meyakinkan calon mahasiswa, apalagi kampus baru memulai dan masih terlalu banyak orang yang tidak mengetahuinya.

Kampus pun masih mengontrak  dan tenaga dosen juga masih relatif minim. Semua keterbatasan itu, menjadi motivasi dan pendorong para perintis untuk menghadirkan proses perkuliahan di kampus, tandas magister kenotariatan PPs-Unhas ini.

Kerja keras pengelola dengan sebuah ikhtiar bahwa pendidikan adalah ibadah, maka hampir semua tantangan itu dilewati dengan apa adanya, laksana air mengalir.

Tekad awal merintis dengan sebuah ibadah dan keihlasan dalam membesarkan dan memberi daya saing kampus.


Universitas Megarezky

Perjalanan waktu  menunjukkan,  kerja keras yang dijalani dalam periode   waktu beberapa tahun kemudian, minat dan mahasiswa yang datang ikut dalam proses pembelajaran menunjukkan angka yang cukup signifikan.

STIKes Mega Rezky berdiri dengan SK 166/D/O/2005 tanggal 16 November 2005 dengan dua prodi yaitu; DIII Kebidanan dan S1 Keperawatan (2005).

Lalu, DIV Bidan Pendidik (2009), Profesi Ners (2011), kata Ketua DPP Kerukunan Keluarga Turatea (KKT) ini.

DIII Analis Ksehatan (2011), DIII Farmasi (2011), S1 Farmasi, S1 Administrasi Rumah Sakit (2015), DIII Refraksi Optisi (2015), DIII Teknik Gigi (2015), DIII Kardiovaskular (2015), dan DIV Analis Kesehatan (2015).

STIKIP Mega Rezky Makassar berdiri tahun  2014 SK 147/E/O/2014 dengan 4 prodi S1 Sosiologi, S1 Pendidikan Bahasa Inggris , S1 PGSD, S1 Penjaskesrek.

Total mahasiswa STIKes-STIKIP Mega Rezky sebanyak 3799 dengan rasio dosen 1:20 dan total dosen 260.

Kedua kampus ini dalam proses penggabungan berubah nama menjadi Universitas Megarezky Makassar (Unimerz). (yahya)


Tag Berita :
#InfoTerkini #Makassar #berita terkini indonesia #koran indonesia #pendidikan #kampus/sekolah

Berita terakit :


Indonesia Sambut Baik Terpilihnya Sekjen PBB Yang Baru
Jumat 14 Oktober 2016

Indonesia Sambut Baik Terpilih ...

Jelang Kapolda Bali Open Championship 2017, Petembak Polwan Laksanakan Latihan
Minggu 06 Agustus 2017

Jelang Kapolda Bali Open Champ ...

Sutarmidji Minta Jamaah Calon Haji Dengarkan Arahan Pembimbing
Selasa 25 Juli 2017

Sutarmidji Minta Jamaah Calon ...

Mengenal Rotavirus, Penyebab Diare yang Mematikan
Minggu 10 Desember 2017

Mengenal Rotavirus, Penyebab D ...

Ekspedisi NKRI Bersama Masyarakat Meriahkan Olahraga Jalan Santai Dalam Rangka HUT TNI Ke-72 di Asma
Senin 02 Oktober 2017

Ekspedisi NKRI Bersama Masyara ...