Maraknya Pelanggaran Lalulintas Batubara Pembiaran Aksi "Predator" Jalanan

Rabu 08 Agustus 2018 22:30:26 WIB Dilihat : 424 Kali


Maraknya Pelanggaran Lalulintas Batubara Pembiaran Aksi

HALUANNEWS.COM, Jambi - Kepala Bidang Perguruan Tinggi  Kemahasiswaan dan Kepemudaan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jambi Dita Nopri Andika menyebut, maraknya pelanggaran lalulintas jalan pertambangan tanpa adanya sangsi tegas dari pihak berwenang terkait sebagai bentuk pembiaran terjadinya pembunuhan di jalan umum (Predator Jalanan, red). 
 
Ini menyikapi maraknya aksi kecelakaan lalulintas antara kendaraan pengangkut batu bara dan penguna jalan umum yang menyebabkan beberapa orang diantaranya korban meninggal dunia di jalur perlintasan batubara seperti di Kabupaten Muaro Jambi dan Batanghari akibat pengemudi angkutan tidak mematuhi aturan melintas sesuai aturan yang ada beberapa waktu belakangan ini. 
 
"Masih ingat dibenak kita beberapa bulan yang lalu, Cipayung telah memberi sok terapi kepada pemerintah yang pada akhirnya terbentuk tim terpadu,tapi tak sesuai realitas yang ada. Pihak perusahaan masih tetap membandel seperti halnya predator, "kata Dita Nopri Andika. 
 
HMI mendorong Polda Jambi, Dinas Perhubungan Provinsi Jambi serta DPRD Provinsi Jambi bertanggungjawab untuk menghentikan pelanggaran lalulintas angkutan batubara untuk menghindari semakin banyaknya warga Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah yang meregang nyawa di jalanan akibat bertabrakan dengan truk batubara. 
 
"Kami juga menekankan kepada Pemerintah agar memberikan intrupsi yang totalitas kepada pihak perusahaan atau membuat regulasi dalam bentukan Perda agar perusahaan tersebut membuat jalur khusus untuk aktifitas batubara tersebut, "tambahnya. 
 
Ditengah lemahnya pengawasan pihak berwenang terkait melakukan pengawasan dan terus terjadinya kecelakaan yang memakan korban tewas, HMI berharap agar perusahaan tambang Batubara agar tidak beroperasi diluar waktu yang ditentukan. 
 
"Karena setelah ditinjau dilapangan, aktifitas truk tersebut adalah satu hal yang mengancam masyarakat, ketika melakukan aktifitas lalulintas, tandasnya. 
 
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jambi melalui Kepala Bidang Perhubungan Darat Wing Gunariadi membenarkan maraknya terjadi kecelakaan yang menyebabkan korban tewas dari masyarakat akibat pelanggaran jam operasional pengemudi angkutan batubara. 
 
"Benar, memang sesuai kesepakatan bersama Polda Jambi dan pihak terkait bahwa aktivitas transportasi mulai dari mulut tambang pada pukul 17.00 Wib hingga 06.00 Wib, "kata Wing usai pelepasan jamaah haji Jambi, Rabu dinihari (8/8).(rif) 

Tag Berita :
#InfoTerkini #KotaJambi #berita terkini indonesia #koran indonesia

Berita terakit :


Bupati Ronda Terlihat di Kampanye Paket Lentera  Panwas Kab Angkat Bicara
Rabu 28 Februari 2018

Bupati Ronda Terlihat di Kampa ...

Dana Parpol 50 Persen, Mendagri Apresiasi Usulan KPK
Selasa 22 November 2016

Dana Parpol 50 Persen, Mendagr ...

Ini Ulasan Mengapa Mendagri Tak Berhentikan Sementara Ahok
Minggu 12 Februari 2017

Ini Ulasan Mengapa Mendagri Ta ...

Antisipasi penyelewengan Dana Desa, Kejaksaan adakan Sosialisasi TP4D
Kamis 24 Agustus 2017

Antisipasi penyelewengan Dana ...

KPK Ingatkan Pejabat Jangan Terima Gratifikasi
Rabu 09 November 2016

KPK Ingatkan Pejabat Jangan Te ...