Perkuat Cadangan Devisa, Presiden Jokowi: Setop Impor Barang Yang Tidak Strategis

Selasa 31 Juli 2018 22:36:46 WIB Dilihat : 417 Kali


Perkuat Cadangan Devisa, Presiden Jokowi: Setop Impor Barang Yang Tidak Strategis

HALUANNEWS.COM, Jakarta--Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan dua hal penting yang harus dilakukan sebagai strategi kebijakan untuk memperkuat cadangan devisa agar ekonomi Indonesia semakin kuat, semakin meningkat dalam menghadapi ketidakpastian global, yaitu pengendalian impor dan peningkatan ekspor.

“Saya minta dievaluasi lagi secara detail impor, barang-barang yang tidak bersifat strategis yang perlu kita setop dulu atau dikurangi atau diturunkan,” tegas Presiden Jokowi dalam pengantarnya pada Rapat Terbatas Strategi Kebijakan Memperkuat Cadangan Devisa di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat,  (31/7) siang.

Sebelumnya Presiden mengingatkan tentang mandatori pemakaian biodiesel yang pernah disampaikannya pada ratas sebelumnya untuk segera dijalankan. Ia meminta setiap waktu update perkembangan mandatori tersebut, karena berdasarkan data yang diterimanya, berpotensi menghemat devisa dari impor BBM yang sangat besar sekali, yaitu 21 juta dollar AS setiap harinya.

Presiden juga menyoroti mengenai peningkatan penggunaan kandungan dalam negeri atau TKDN, yang sudah dibicarakan sejak 1,5 tahun atau 2 tahun lalu, tapi dalam implementasi, dalam pelaksanaan ini masih setengah-setengah.

“Terus dorong pertumbuhan industri substitusi impor,” ujar Presiden seraya mengingatkan, dirinya sudah menyampaikan mengenai industri hulu yang menghasilkan bahan baku.

Strategi Detail

Terkait dengan peningkatan ekspor, Presiden Jokowi mengingatkan, perlunya memiliki strategi yang detail produk-produk ekspor apa saja yang perlu diperkuat, yang perlu ditingkatkan, dan juga fokus melihat kendala yang dihadapi eksportir di negara-negara yang menjadi tujuan utama ekspor Indonesia.

Pemerintah, lanjut Presiden, telah bertemu dengan eksportir-eksportir kecil, sedang, dan besar. Ia minta agar hambatan-hambatan perdagangan segera diselesaikan.

Presiden menekankan, bahwa situasi negara sekarang ini butuh dollar. Oleh sebab itu, Presiden meminta seluruh kementerian/lembaga betul-betul tidak ada main-main dan tidak serius menghadapi ini.

“Semuanya harus serius menghadapi ini. Dan juga saya enggak mau lagi bolak-balik rapat, bolak-balik rapat tapi pelaksanaan implementasi tidak berjalan dengan baik,” pungkas Presiden Jokowi.

Rapat terbatas itu dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menko Polhukam Wiranto, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan, Mensesneg Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Menkeu Sri Mulyani Indrawati, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menhub Budi K. Sumadi, Menperin Airlangga Hartarto, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Ketua OJK Wimboh Santoso, Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi, Plt. Dirut Pertamina Nicke Widyawati, dan Dirut PLN Sofyan Basir.(Setkab)


Tag Berita :
#InfoTerkini #berita terkini indonesia #koran indonesia #nasional #ekonomi

Berita terakit :


Kolaborasi Dengan Kemenlu, Bakamla RI Sosialisasikan MoU Common Guidelines
Kamis 09 November 2017

Kolaborasi Dengan Kemenlu, Bak ...

Walikota Surabaya Sambut Hangat Kedatangan Tim Juri Lee Kwan Yew
Selasa 26 September 2017

Walikota Surabaya Sambut Hanga ...

Iptu Yudistira Kapolsekta Pimpin Amankan Pelaku Curanmor Dari Amukkan Masa
Sabtu 16 Desember 2017

Iptu Yudistira Kapolsekta Pimp ...

Lima Tahun KIM Merah Putih Mengelola Informasi
Jumat 14 Oktober 2016

Lima Tahun KIM Merah Putih Men ...

Indonesia Dorong Negara-Negara untuk Ratifikasi Comprehensive Nuclear Test Ban Treaty
Kamis 22 September 2016

Indonesia Dorong Negara-Negara ...

Miftahudin Nur Ihsan Ciptakan Jumputan Batik Motif Virus Pertama Di Dunia
Minggu 02 Oktober 2016

Miftahudin Nur Ihsan Ciptakan ...

Cegah Generasi Potensial
Minggu 25 September 2016

Cegah Generasi Potensial "Lari ...