Pertamina Jambi Ingatkan Dampak Buruk Pengeboran Minyak Ilegal

Kamis 26 Juli 2018 22:42:44 WIB Dilihat : 1305 Kali


Pertamina Jambi Ingatkan Dampak Buruk Pengeboran Minyak Ilegal

Jambi - PT Pertamina Cabang Jambi mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pengeboran minyak secara ilegal (Ilegal Drilling). Pasalnya,  kegiatan itu lebih banyak menimbulkan dampak buruk ketimbang dampak baiknya. 
 
Ini dikatakan Humas Pertamina EP Asset I Field Jambi Andrew,  menyikapi adanya pengaduan perwakilan masyarakat di  RT 03 Desa Singkawang Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batanghari ke kantor Pertamina, Kamis (26/7), yang mendorong Pertamina Jambi untuk menghentikan aktivitas di daerah mereka. 
 
Diantara dampak buruk yang muncul akibat praktek ilegal driling, kata Andrew, bagi masyarakat umum yang tidak memiliki izin resmi untuk mengebor dapat dipastikan akan berurusan dengan aparat penegak hukum karena bertentangan dengan Undang-undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. 
 
Hal buruk lain yang akan terjadi jika tidak dilakukan secara profesional serta mengikuti standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3),  kegiatan pengeboran minyak akan sangat membahayakan bagi para penambang dan juga masyarakat sekitar.
 
"Misalnya berbagai potensi penyakit yang mungkin muncul dan berdampak luas bagi masyarakat sekitar lokasi pengeboran, akibat pengaruh gas yang muncul. Harus juga diketahui, pengeboran Asal-asalan akan berdampak buruk bagi lingkungan, "katanya. 
 
Tidak cukup disitu, maraknya praktek yang diduga dilakukan oknum tertentu untuk mencari keuntungan pribadi juga akan berdampak pada pendapatan pemerintah daerah dari dana bagi  hasil pemerintah pusat yang ujungnya akan merugikan masyarakat. 
 
"Akibat praktek Ilegal driling yang terjadi di desa pompa air, kecamatan bajubang tentunya akan mengurangi dana bagi hasil Pemkab Batanghari dan Pemprov Jambi, artinya akan berkurang sumber pendanaan yang bisa digunakan untuk pembangunan untuk masyarakat, "katanya. 
 
Meski tidak secara tegas, namun Andrew menyayangkan lambannya respon aparat berwenang dalam mengatasi masalah ini." Padahal kita berharap adanya kasus terbakar sumur ilegal warga, jadi momen untuk mengatasi masalah ini. Ini kan bukan kasus yang sifatnya delik aduan, "katanya. 
 
Andrew tidak menjelaskan secara rinci berapa banyak sumur ilegal di kawasan desa pompa air tersebut, namun di perkirakan ratusan sumur. Pertamina sendiri sudah mendapatkan pengaduan dari Pemkab Batanghari sejak 2015 terkait keberadaan ilegal driling. 
 
Sebelumnya, salah seorang Tokoh Pemuda desa singkawang yang tidak jauh dari lokasi ilegal driling , Abdul Mutholib mendatangi perwakilan PT Pertamina EP Asset I Field Jambi. Kedatangannya untuk meminta Pertamina menutup sumur ilegal yang ada di daerahnya. 
 
"Saya minta agar Pertamina bisa menghentikan kegiatan ilegal driling di tempat kami, karena telah menimbulkan keresahan, merusak jalan dan lingkungan dan menimbulkan penyakit bagi para pekerja yang berasal dari desa kami akibat limbah minyak, "katanya.(rif) 

Tag Berita :
#InfoTerkini #KotaJambi #berita terkini indonesia #koran indonesia

Berita terakit :


Sosialisasi Perancangan Perwali Tata Cara Penerbitan SKM Pelayanan Bidang Kesehatan
Selasa 29 Agustus 2017

Sosialisasi Perancangan Perwal ...

Inilah Sertifikat Nilai B dari BAN-PT Prodi S1 Sosiologi Fisip Unsa Makassar
Senin 19 November 2018

Inilah Sertifikat Nilai B dari ...

Panglima TNI : Penanggulangan Terorisme Demi Keutuhan NKRI
Kamis 25 Januari 2018

Panglima TNI : Penanggulangan ...

Rahasia Makan Enak Tanpa Takut Gemuk
Rabu 10 Januari 2018

Rahasia Makan Enak Tanpa Takut ...

U'CAMP Beri Kejutan di Album Terbaru 'Jabat Erat'
Kamis 14 September 2017

U'CAMP Beri Kejutan di Album T ...

TNI DAN ULAMA WASPADAI SEL-SEL TIDUR TERORIS
Selasa 01 Agustus 2017

TNI DAN ULAMA WASPADAI SEL-SEL ...

Defisit Transaksi Berjalan Triwulan IV 2016 Menurun
Sabtu 11 Februari 2017

Defisit Transaksi Berjalan Tri ...