Pertamina Jambi Ingatkan Dampak Buruk Pengeboran Minyak Ilegal

Kamis 26 Juli 2018 22:42:44 WIB Dilihat : 1281 Kali


Pertamina Jambi Ingatkan Dampak Buruk Pengeboran Minyak Ilegal

Jambi - PT Pertamina Cabang Jambi mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pengeboran minyak secara ilegal (Ilegal Drilling). Pasalnya,  kegiatan itu lebih banyak menimbulkan dampak buruk ketimbang dampak baiknya. 
 
Ini dikatakan Humas Pertamina EP Asset I Field Jambi Andrew,  menyikapi adanya pengaduan perwakilan masyarakat di  RT 03 Desa Singkawang Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batanghari ke kantor Pertamina, Kamis (26/7), yang mendorong Pertamina Jambi untuk menghentikan aktivitas di daerah mereka. 
 
Diantara dampak buruk yang muncul akibat praktek ilegal driling, kata Andrew, bagi masyarakat umum yang tidak memiliki izin resmi untuk mengebor dapat dipastikan akan berurusan dengan aparat penegak hukum karena bertentangan dengan Undang-undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. 
 
Hal buruk lain yang akan terjadi jika tidak dilakukan secara profesional serta mengikuti standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3),  kegiatan pengeboran minyak akan sangat membahayakan bagi para penambang dan juga masyarakat sekitar.
 
"Misalnya berbagai potensi penyakit yang mungkin muncul dan berdampak luas bagi masyarakat sekitar lokasi pengeboran, akibat pengaruh gas yang muncul. Harus juga diketahui, pengeboran Asal-asalan akan berdampak buruk bagi lingkungan, "katanya. 
 
Tidak cukup disitu, maraknya praktek yang diduga dilakukan oknum tertentu untuk mencari keuntungan pribadi juga akan berdampak pada pendapatan pemerintah daerah dari dana bagi  hasil pemerintah pusat yang ujungnya akan merugikan masyarakat. 
 
"Akibat praktek Ilegal driling yang terjadi di desa pompa air, kecamatan bajubang tentunya akan mengurangi dana bagi hasil Pemkab Batanghari dan Pemprov Jambi, artinya akan berkurang sumber pendanaan yang bisa digunakan untuk pembangunan untuk masyarakat, "katanya. 
 
Meski tidak secara tegas, namun Andrew menyayangkan lambannya respon aparat berwenang dalam mengatasi masalah ini." Padahal kita berharap adanya kasus terbakar sumur ilegal warga, jadi momen untuk mengatasi masalah ini. Ini kan bukan kasus yang sifatnya delik aduan, "katanya. 
 
Andrew tidak menjelaskan secara rinci berapa banyak sumur ilegal di kawasan desa pompa air tersebut, namun di perkirakan ratusan sumur. Pertamina sendiri sudah mendapatkan pengaduan dari Pemkab Batanghari sejak 2015 terkait keberadaan ilegal driling. 
 
Sebelumnya, salah seorang Tokoh Pemuda desa singkawang yang tidak jauh dari lokasi ilegal driling , Abdul Mutholib mendatangi perwakilan PT Pertamina EP Asset I Field Jambi. Kedatangannya untuk meminta Pertamina menutup sumur ilegal yang ada di daerahnya. 
 
"Saya minta agar Pertamina bisa menghentikan kegiatan ilegal driling di tempat kami, karena telah menimbulkan keresahan, merusak jalan dan lingkungan dan menimbulkan penyakit bagi para pekerja yang berasal dari desa kami akibat limbah minyak, "katanya.(rif) 

Tag Berita :
#InfoTerkini #KotaJambi #berita terkini indonesia #koran indonesia

Berita terakit :


IKADI Sumbar Diskusi Soal Qurban Di Padang
Minggu 27 Agustus 2017

IKADI Sumbar Diskusi Soal Qurb ...

Bupati  hadiri Acara Pembukaan Nusantara EXPO dan Forum 2017
Kamis 19 Oktober 2017

Bupati hadiri Acara Pembukaan ...

Genam Ultimatum DPR Sahkan RUU Miras Awal 2017
Senin 02 Januari 2017

Genam Ultimatum DPR Sahkan RUU ...

BI Jambi Perkembangan Ekonomi Jambi
Rabu 11 Januari 2017

BI Jambi Perkembangan Ekonomi ...