Walaupun Sudah Berusia Lanjut Ibu Parni Tetap Berjualan Air Tahu

Kamis 12 Juli 2018 09:19:49 WIB Dilihat : 345 Kali


Walaupun Sudah Berusia Lanjut Ibu Parni Tetap Berjualan  Air Tahu

HALUANNEWS.COM, Maros--Usia  Ibu Parmi 60 tahun, usia jika dihubungkan dengan pegawai Negeri saatnya untuk pensiun baginya. Namun berbeda denganParmi. Diusia seperti ini setiap hari Ia harus menjual dagangannya yaitu air tahu.

Tiap hari ibu satu anak ini, ketika ayam jantan berkokok membangunkan orang yang lelap dari tidurnya. Lain halnya dengan Parmi, ia akan sibuk membuat air tahu yang akan dia jual di pagi harinya. Dengan bahan dasar kedelai, setiap pagi ia mengelolahnya 1-2 kg kedelai.

Setiap setengah kilo kedelai bisa jadi 10 botol air tahu. Tapi setiap harinya ia hanya buat setangah atau satu kilogram kedelai.  

Parmi adalah asal Jawa, ia sudah 15 tahun tinggal di kampung orang. Sebagai perantau yang jauh dari sanak keluarga, mebuat ia harus bekerja untuk membantu anaknya membiayai kebutuhan mereka berdua.

Saat di temui di pinggir jalan Maros-Pangkep Sulsel,  lebih tepatnya Kampung Tambua yang hanya modal berteduh di bawah pohon besar. Ia terlihat lesuh ngantuk tatapan kosong yang menanti akan  ada yang membeli dagangannya.

Sejak satu bulan lebih ia berjualan air tahu, sebelumnya ia bekerja sebagai pembantu rumah tangga. “duluhnya saya kerja sebagai pembantu, karena usia  tidak sekuat dulu lagi untuk itu ganti profesi sebagai penjual air tahu” ujaParmi dengan dialek Jawa yang masih kental.

Saat ditanyakan  suaminya, ia langsung menunduk sejenak lalu memandang ku dan berkata “Suami ku sudah meninggal 6 tahun  lalu” sambil melemparkan senyum.

Dari raut wajahnya terlihat jelas bagaimana kerasnya kehidupan dijalani di kampong  orang. Terlebih lagi ia hanya mengontrak rumahdi Bonto Kapetta, untuk itu agar beban anaknya berkurang makanya ia berjualan air tahu.

Ia berjualan air tahu dengan modal 60.000 rupiah, namun terkadang hasil dari dagangannya habis sebagai modal dan biaya transportasi.

Harga perbotol air tahunya Rp. 5.000 rupiah, dan perhari hanya dapat terjual 7-10 botol. Kalau ramai bisa sampai 20 botol. Kalau mendung bisa tekor, ujarnya. 

“Alasanya kenapa mendung bisa tekor karena air tahu yang dijual itu dingin, jika di siang hari yang cerah baru ada yang membeli. Jika mendung kadang biar sebotol pun tidak laku”, katanya. 

Saat ditanyakan manfaat air tahu itu, ia menjawab dengan sedikit senyum di bibirnya “bagus untuk kesehatan, obat kuat dan bagus untuk ibu hamil nanti anaknya putih”.

Ia juga mengatakan kalau air tahu ini tidak bisa tahan lama, untuk itu setiap hari ia hanya membuat 20 botol.  Karena jika tidak habis tidak bisa dijual lagi untuk besok.

Ia berjualan hanya di satu lokasi yaitu sekitar Tambua Maros bersebelahan jalan di depan Pertmanina. Saya bertanya ibu kenapa jualan di satu lokasi saja. “kalau pindah-pindah lokasi nanti tidak ada yang mau beli mbak” jawab Parmi.

Saya kembali bertanya, jika ada  tersisa air tahuny. Dia jawab kalau tidak habis dibagikan ketetangga kalau tetangganya tidak mau ya buang to mbak, jawabnya dengan raut kekecewaan. (sri wahyuni)


Tag Berita :
#InfoTerkini #berita terkini indonesia #koran indonesia #daerah

Berita terakit :


Pedagang Tolak Impor Cabai
Rabu 11 Januari 2017

Pedagang Tolak Impor Cabai

Coffe Morning Gubernur
Sabtu 07 Januari 2017

Coffe Morning Gubernur

Syahirsah, Hidup Bersih Dan Sehat Harus Selalu Di Terapkan
Jumat 02 Februari 2018

Syahirsah, Hidup Bersih Dan Se ...

Raja Penyair Pinto Janir Tantang Pengunjung di Konser Puisi Musik 2
Minggu 24 Desember 2017

Raja Penyair Pinto Janir Tanta ...