Panglima TNI : Kemanunggalan TNI dan Rakyat Konsekuensi Logis Dalam Menjaga NKRI

Selasa 10 Juli 2018 22:21:18 WIB Dilihat : 57 Kali


Panglima TNI :  Kemanunggalan TNI dan Rakyat Konsekuensi Logis Dalam Menjaga NKRI

HALUANNEWS.COM, Jakarta--Indonesia berada di antara persilangan ideologi dunia yang berbeda dan di persilangan ekonomi yang sangat kuat dan besarKondisi ini menuntut Kemanunggalan TNI dan Rakyat yang kokoh dan kuatsebagai konsekuensi logis dari negara majemuk dan negara kepulauan terbesar di dunia yang rentan terhadap berbagai bentuk ancaman kontemporer yang bersifat asimetris, proxy dan hibrida.

Demikian paparan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. yang dibacakan oleh Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan, M.P.A., M.B.A., dalam Sarasehan Nasional yang diselenggarakan oleh Letjen TNI Dony Murnado selaku Sesjen Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas) tentang “Merawat Perdamaian Belajar Dari Resolusi Konflik Dan Damai Di Maluku Dan Maluku Utara Untuk Indonesia Yang Bersatu, Berdaulat, Adil Dan Makmur”bertempat di Hotel JS. Luwansa, DKI Jakarta, Selasa (10/7/2018).

Acara tersebut dibuka oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla yang diwakili oleh Menko Polhukam Jenderal TNI (Purn) Dr. H. Wiranto, S.H.diikuti oleh segenap komponen bangsa baik dari Pemerintah, TNI, Polri, Civitas Akademi, Tokoh Politik, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. mengatakan, kemajuan zaman yang semakin modern menghadirkan perubahan lingkungan strategis yang sedemikian cepat dan sulit diprediksi. Keadaan ini juga merupakan cerminan semangat persatuan dan kesatuan bangsa yang kokoh kuat dan harus terjaga dengan baik. “Untuk itu ada hal mendasar yang harus dipegang teguh yaitu keberadaan dan kebersatuan kita sebagai bangsa merupakan modal sosial yang sangat diperlukan,” katanya.

Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, perkembangan lingkungan strategis baik pada lingkup global maupun regional yang disertai perkembangan teknologi informasi, komunikasi dan transportasi menghadirkan fenomena-fenomena baru. “Hal ini akan merubah perspektif ancaman terhadap integritas NKRI, yaitu ancaman kontemporer baik yang berdimensi militer murni maupun non militer atau campuran diantara keduanya,” jelasnya.

Lebih lanjut Panglima TNI menyampaikan bahwa memasuki era revolusi industri 4.0, transformasi pada berbagai bidang dipicu oleh distruptif innovation yang secara serta merta merubah paradigma yang telah ada sebelumnya, menjadi suatu paradigma yang benar-benar baru dan tidak pernah diduga sebelumnya.  “Karakteristik utamanya adalah perubahan yang tidak pernah terduga pada faktor kecepatan atau speed, skala atau scale dan kekuatan atau force. Jika dikaitkan dengan karakteristik lingkungan strategis maka asimetri perang juga akan bertransformasi pada aspek kecepatan atau speed, jangkauan atau range dan daya hancur atau lethality,” ujarnya.

Meski era disrupsi dan revolusi industri 4.0 merupakan suatu peradaban baru manusia, namun dalam setiap kemajuan selalu memiliki paradoks yang berbentuk ancaman diantaranya ancaman siber atau cyber threats, ancaman biologi atau bio-threats dan ancaman kesenjangan atau inequality threatsOleh karena itu kondisi inilah menuntut kepentingan kemanunggalan TNI – Rakyat yang kokoh kuatsebagai konsekuensi logis dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI, ungkap Panglima TNI. 

Mengakhiri paparannya, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menekankan bahwa Kemanunggalan TNI dan Rakyat merupakan hal penting sebagai bagian dari wujud memperkuat pemberdayaan ketahanan wilayah. “Tentunya tidak dapat hanya mengedepankan TNI semata namun diperlukan peran serta dan kontribusi terbaik seluruh komponen bangsa untuk bersinergi, terintegrasi, bahu membahu dan berkesinambungan dalam mewujudkan Indonesia yang aman, damai, berdaulat, mandiri dan berkepribadian yang kokoh kuat,” pungkasnya.

Autentikasi :

Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Sus Taibur Rahman


Tag Berita :
#Prajurit-TNI #InfoTerkini #Militer #berita terkini indonesia #koran indonesia #nasional

Berita terakit :


Hingga 5 September 2016, Uang Tebusan Amnesti Pajak Capai Rp4,52 Triliun
Senin 05 September 2016

Hingga 5 September 2016, Uang ...

PEJABAT JELANG MASA PENSIUN TETAP HARUS DIKUKUHKAN
Rabu 04 Januari 2017

PEJABAT JELANG MASA PENSIUN TE ...

Dalam Rangka HUT RI ke-73,Lapas Kelas IIIA Sarolangun Memberi Remisi Kepada 186 Orang Napi
Sabtu 18 Agustus 2018

Dalam Rangka HUT RI ke-73,Lapa ...

Panglima TNI : Kearifan Lokal dan Budaya Daerah Harus Dimunculkan Kembali
Jumat 13 Oktober 2017

Panglima TNI : Kearifan Lokal ...

Komisi XI Minta Penjelasan Menkeu Soal Paket 7 AFAS
Rabu 05 September 2018

Komisi XI Minta Penjelasan Men ...