Ini Beda Susu Formula, Susu UHT dan Susu Pasteurisasi

Jumat 06 Juli 2018 16:53:47 WIB Dilihat : 66 Kali


Ini Beda Susu Formula, Susu UHT dan Susu Pasteurisasi

HALUANNEWS.COM--Susu merupakan salah satu bahan yang sering kali dibeli saat berbelanja. Terlebih bagi Anda yang sudah memiliki anak, belanja susu merupakan salah satu tujuan utama ke supermarket. Mengenai perbedaan antara susu formula, susu UHT, dan susu pasteurisasi, Anda dapat mengetahuinya di sini.

Selain diminum langsung, susu sering digunakan sebagai bahan memasak makanan atau membuat kue. Biasanya, di dalam kemasan tercantum jenis susu berdasarkan cara pengolahannya. Berikut ini adalah penjelasan seputar jenis susu tersebut.

1. Susu formula

Susu formula dikenal juga dengan baby formula atau infant formula karena sering kali diberikan pada anak-anak. Susu formula umumnya berbahan dasar susu sapi yang diformulasikan dengan penambahan berbagai macam bahan seperti vitamin, asam lemak, dan prebiotik.

Terdapat berbagai jenis susu formula, yang masing-masing memiliki tujuan berbeda. Contohnya saja susu formula untuk bayi baru lahir, susu formula untuk bayi dengan berat badan rendah, susu formula untuk balita, susu formula bebas laktosa, susu formula berbahan soya, dan sebagainya.

Oleh karena itu, sebelum membeli susu formula, ada baiknya disesuaikan dengan kebutuhan.

Berbagai kandungan susu formula ditujukan untuk menunjang tumbuh kembang anak Anda. Namun, kandungan susu formula tidak sama seperti kandungan ASI. Contohnya, susu formula tidak seperti ASI yang dapat melindungi anak dari infeksi.

Terdapat dua jenis susu formula, yakni kering dan cair. Susu formula kering sering kali ditemukan di Indonesia. Umumnya susu ini berbentuk bubuk dan perlu dicampur dengan air sebelum dikonsumsi. Sedangkan, susu formula berbentuk cair dapat langsung dikonsumsi tanpa dicampur apapun.

2. Susu UHT

Susu UHT (Ultra High Temperature) adalah susu yang menjalani proses pemanasan dengan tujuan mematikan bakteri ataupun spora bakteri yang mungkin ditemukan pada susu. Salah satu target utamanya adalah bakteri dari spesies Bacillus.

Pada proses ini, susu dipanaskan hingga mencapai suhu 1380C selama waktu yang singkat, kurang lebih dua detik. Akibatnya, proses ini membuat susu nyaris steril. Susu UHT juga umumnya dikemas dalam kemasan tertutup dan steril.

Oleh karena proses pembuatannya, susu UHT dikenal sebagai “shelf stable”. Artinya, susu ini tidak memerlukan penyimpanan dalam pendingin selama kemasannya belum dibuka.

Tanpa pendingin, umumnya susu UHT bisa bertahan hingga lebih dari enam bulan. Namun, setelah kemasan dibuka susu UHT tetap perlu disimpan dalam kulkas.

Proses pemanasan susu UHT memberikan keuntungan perlindungan dari kuman pembawa penyakit yang mungkin terdapat dalam susu. Selain itu, susu yang tahan lama tanpa memerlukan pendingin memudahkan distribusi susu UHT. Di sisi lain, terdapat perdebatan bahwa proses pemanasan akan mengubah kandungan susu.

Sempat diperdebatkan tentang proses UHT yang dapat mengubah protein susu. Selain itu, diduga proses pemanasan tersebut dapat meratakan molekul susu dan memicu respon yang abnormal terhada kekebalan tubuh seperti alergi.

Di sisi lain, disebutkan bahwa proses pemanasan hanya memiliki efek minimal terhadap nutrisi susu. Terdapat sedikit penurunan dari vitamin yang larut air pada susu UHT, namun tidak terdapat perubahan pada vitamin yang larut dalam lemak. Pemanasan juga dipercaya membantu proses pencernaan Anda saat mengonsumsi susu UHT.

3. Susu pasteurisasi

Susu pasteurisasi juga menjalani proses pemanasan untuk membunuh bakteri yang mungkin terdapat pada susu. Berbeda dengan susu UHT, pemanasan pada susu pasteurisasi dilakukan pada suhu 72 0C selama kurang lebih 15 detik.

Pada susu pasteurisasi, akan dilakukan pengemasan dalam kondisi bersih dan disanitasi, namun tidak steril. Proses pemanasan ini memungkinkan beberapa jenis bakteri tetap bertahan hidup, namun umumnya dalam jumlah kecil dan tidak menimbulkan bahaya bagi kesehatan.

Namun demikian, susu pasteurisasi tetap perlu disimpan dalam pendingin walaupun kemasannya belum dibuka. Susu pasteurisasi sebaiknya disimpan dalam suhu kurang dari 70C. Dengan penyimpanan yang sesuai, susu ini dapat bertahan kurang lebih 12-21 hari pasca pemrosesan.

Demikianlah penjelasan seputar susu formula, susu UHT, dan susu pasterurisasi. Setelah mengetahui perbedaan dari ketiga jenis susu tersebut, kini Anda dapat lebih mengerti bagaimana cara penyimpanan di antara ketiganya. Penyimpanan susu yang benar dapat menjaga kualitas susu tetap baik.

Sumber : www.klikdokter.com


Tag Berita :
#InfoTerkini #berita terkini indonesia #koran indonesia #keluarga #kesehatan

Berita terakit :


Banyak Anggota DPR Yang Produktif
Kamis 17 November 2016

Banyak Anggota DPR Yang Produk ...

Fauzih Amro Kritik Perusahaan yang Hanya Raih Keuntungan Tapi Tak Peduli Lingkungan
Rabu 16 November 2016

Fauzih Amro Kritik Perusahaan ...

Polres Metro Tangerang Kota Tangkap Pembacok Isteri dan Anak di Ciledug, Motif Cemburu
Jumat 15 September 2017

Polres Metro Tangerang Kota Ta ...

Cerdaskan Masyarakat Melalui Rumah Pintar Pemilu
Selasa 11 April 2017

Cerdaskan Masyarakat Melalui R ...