50 IKM Logam di Bogor Mendapat Bantuan Mesin Produksi Dari Kemenperin

Kamis 05 Juli 2018 21:00:40 WIB Dilihat : 3314 Kali


50 IKM Logam di Bogor Mendapat Bantuan Mesin Produksi Dari Kemenperin

HALUANNEWS.COM, Jakarta--Kementerian Perindustrian terus mendorong peningkatan kualitas produk industri kecil dan menengah (IKM) nasional agar semakin berdaya saing global di tengah persaingan yang semakin kompetitif saat ini. Program strategis yang telah dilakukan, antara lain memberikan bantuan fasilitas mesin dan peralatan guna memanfaatkan teknologi modern agar lebih produktif sekaligus usahanya bisa ekspansif.

“Kami berkomitmen untuk aktif melakukan penguatan dan pengembangan sektor industri khususnya IKM di setiap daerah di Indonesia,” kata Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih di Jakarta, Kamis (5/7). Menurutnya, aktivitas industri konsisten dan terbukti mampu membawa efek berantai untuk memacu pertumbuhan ekonomi nasional. Hal ini terwujud melalui peningkatan pada nilai tambah bahan baku dalam negeri, penyerapan tenaga kerja lokal, dan penerimaan devisa dari ekspor.

Lebih lanjut, penumbuhan IKM juga berperan penting dalam mencapai tujuan pembangunan nasional, mendukung ketahanan ekonomi, dan pemerataan kesejahteraan masyarakat. “Apalagi IKM sebagai sektor mayoritas dari populasi industri di Indonesia,” imbuh Gati.

Untuk itu, Direktorat Jenderal IKM beberapa waktu lalu memberikan mesin dan peralatan produksi bagi 50 pelaku IKM logam di Desa Tarikolot, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor. Sebelumnya, mereka telah mendapatkan pelatihan workshop e-Smart IKM tentang teknik peningkatan kemampuan SDM IKM logam dan agar bisa memasarkan produknya di e-commerce.

“Mesin dan peralatan yang kami berikan di sentra IKM logam Citeureup tersebut, antara lain adalah mesin potong kawat, mesin potong plat, mesin power press, mesin bor duduk dan alat cetak logam,” sebutnya. Mereka di antaranya memproduksi pealatan dapur berbahan aluminium, seperti panci, teko, dandang, dan loyang atau cetakan kue.

Gati menjelaskan, seiring dengan perkembangan zaman dan tren gaya hidup masyarakat Indonesia saat ini, sektor IKM logam juga dituntut lebih kreatif menciptakan proposisi nilai produk yang unik untuk segmentasi pasar tertentu. “Keberadaan IKM alat rumah tangga pun tak ketinggalan di dalamnya, harus sesuai dengan permintaan pasar sekarang, dengan menghasilkan peralatan memasak yang model dan motifnya kekinian, namun tidak melupakan fungsi utamanya,” tuturnya.

Direktur IKM Logam, Mesin, Elektronika dan Alat Angkut Endang Suwartini menyampaikan, strategi pemasaran produk IKM perlu dimaksimalkan dengan memanfaatkan keberadaan modern market dan juga e-commerce. “Oleh karenanya, kami terus mengajak pelaku IKM nasional untuk ikut serta dalam program e-Smart IKM. Apalagi, hingga Juni 2018, komoditas logam menjadi produk IKM paling laris yang banyak dibeli konsumen di e-Smart IKM,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Endang, pemerintah terus mendorong strategi kerja sama antara pelaku IKM dengan sentra di wilayahnya sebagai salah satu upaya efektif untuk membangun IKM yang mandiri. “Hal ini sangat baik, karena melalui kerja sama ini dapat memperoleh kepastian pasar dan kepastian pasokan bahan baku,” ucapnya.

Bahkan, dari upaya kolaborasi itu, IKM dapat pula melakukan perbaikan kualitas dan kuantitas produk yang sesuai dengan permintaan konsumen, mengelola sistem manajemen yang baik, meningkatkan kompetensi SDM, serta mendapat kemudahan akses informasi, teknologi, dan perizinan.

“Pelaksanaan program dan strategi tersebut menjadi langkah nyata Kemenperin dalam memperkuat struktur industri nasional khususnya sektor IKM, yang kami harapkan dapat berperan di dalam rantai pasok di dalam dan luar negeri,” tegasnya.

Gandeng Go-Jek dan Google

Sebelumnya, Gati menyampaikan, pihaknya akan berupaya menggandeng Go-Jek dan Google untuk meningkatkan akses pasar dan kemampuan para pelaku IKM di dalam negeri. Upaya ini merupakan respons pemerintah mengantisipasi perkembangan e-commerce dan teknologi untuk sektor industri.

“IKM kita harus update dengan teknologi digital. Hal ini seiring dengan implementasi industri 4.0. Selain itu, pentingnya manajemen keuangan yang baik dan menghasilkan produk yang memenuhi standar agar lebih bersaing dengan kompetitor,” paparnya seusai workshop e-Smart IKM di Surabaya, Selasa (3/7).

Gati menambahkan, pelaku IKM perlu mengambil peluang dari potensi pasar e-commerce di Indonesia yang akan mencapai USD46 miliar atau 52 persen dari potensi pasar e-commerce di Asia Tenggara sebesar USD88 miliar pada tahun 2025. “Untuk itu, kami telah membuat platform digital e-Smart IKM yang telah diluncurkan sejak Januari 2017,” ujarnya.

Di dalam sistem basis data e-Smart IKM tersebut, tersaji tentang profil industri, sentra, dan produk yang diintegrasikan dengan beberapa marketplace untuk tujuan semakin meningkatkan akses pasar IKM melalui internet marketing. Beberapa marketplace dalam negeri yang telah diajak kerja sama oleh Kemenperin, yakni Bukalapak, Tokopedia, Blibli, Shopee, dan Blanja.com.

“Pada tahun 2017, sebanyak 1.730 pelaku IKM telah mengikuti program e-Smart IKM. Sementara tahun 2018, kami menargetkan lebih dari 4.000 IKM bisa terlibat untuk masuk ke dalam pasar online melalui marketplaceyang telah ada,” paparnya.

Gati mengungkapkan, hingga saat ini, sektor usaha yang tingkat penjualannya paling banyak melalui e-Smart IKM adalah produsen aksesoris handphone dan suku cadang sepeda motor. Sedangkan, dari sisi jumlah, sektor IKM makanan dan minuman yang paling banyak.

Menurutnya, provinsi Jawa Timur, merupakan salah satu lokasi yang potensial dalam pertumbuhan produksi industri manufaktur khususnya sektor IKM. “Pertumbuhan produksi industri di Jawa Timur pada triwulan I tahun 2018 sebesar 14,42 persen. Capaian tersebut, lebih tinggi 13,45 persen jika dibandingkan dengan pertumbuhan produksi pada triwulan yang sama tahun 2017,” ungkapnya.

Nilai pertumbuhan produksi industri manufaktur skala besar di Jawa Timur tersebut, jika dibandingkan dengan pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil nasional yang naik sebesar 5,25 persen, maka pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil di Jawa Timur pada triwulan I tahun 2018 (y-on-y) lebih tinggi 9,17 persen.

Beberapa sektor industri manufaktur mikro dan kecil di Jawa Timur pada triwulan I tahun 2018 (y-on-y) yang mengalami kenaikan pertumbuhan lebih dari 10 persen, yakni industri furnitur 12,18 persen, industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki 16,65 persen, serta industri pakaian jadi 20,41 persen.

Selanjutnya, industri barang galian bukan logam 23,73 persen, industri kertas dan barang dari kertas 27,95 persen, industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia 38,28 persen, serta industri pencetakan dan reproduksi media rekaman 45,60 persen.

“Ke depan, kami pun akan membuat sentra bahan baku untuk memfasilitasi pembelian bagi pelaku IKM sehingga produksi mereka akan berkelanjutan,” imbuhnya.(Humas Kemenperin)


Tag Berita :
#InfoTerkini #berita terkini indonesia #koran indonesia #nasional #ekonomi

Berita terakit :


Hinca: AHY adalah Semangat Baru Demokrat
Minggu 20 November 2016

Hinca: AHY adalah Semangat Bar ...

Serah Terima Jabatan Dansatgas Indobatt di Lebanon Selatan
Kamis 06 Desember 2018

Serah Terima Jabatan Dansatgas ...

Piala Walikota Padang 2017 Segera Bergulir
Kamis 28 September 2017

Piala Walikota Padang 2017 Seg ...

Proses Migrasi Harus Sesuai dengan Aturan dan Prosedur yang Berlaku
Senin 19 September 2016

Proses Migrasi Harus Sesuai de ...

KPK Melakukan Supervisi Pencegahan Korupsi Di Sarolangun
Minggu 09 September 2018

KPK Melakukan Supervisi Penceg ...

Goifex TAFISA World Games 2016 Diharapkan Menpora Bisa Jadi Agenda Tahunan
Selasa 04 Oktober 2016

Goifex TAFISA World Games 2016 ...

Polsek Pancoran Mas Tangkap Dua Pencuri Spesialis Mobil Bak
Jumat 29 September 2017

Polsek Pancoran Mas Tangkap Du ...