Diduga Ketua KPUD Bersama Ketua Panwaslu Rote Ndao Memperlambat Proses Perkara Dugaan Money Poltik

Minggu 01 Juli 2018 13:50:04 WIB Dilihat : 2266 Kali


Diduga  Ketua KPUD  Bersama Ketua Panwaslu Rote Ndao Memperlambat Proses Perkara Dugaan Money Poltik

HALUANNEWS.COM, Rote Ndao-- Ketua KPU dan Ketua Panwaslu Rote ndao diduga sengaja memperlambat proses Kasus Money Politik 
Pengawas pemilu yang dibiayai dengan dana APBD mencapai 3 miliar lebih, ternyata kerjanya diduga hanya  untuk kepentingan orang tertentu, apalagi saat ini dipimpin oleh Tarsis Tomeluk yang diduga pro kepada salah satu kandidat Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Rote Ndao,  hal tersebut  diungkapkan para pendemo saat mendatangi Panwaslu Rote Ndao, sabtu (30/06 2018) kemarin. 
 
Ribuan masa itu saat tiba dikawal ketat oleh pihak kepolisian, dan utusan berhasil bertemu dengan ketua panwaslu Tarsis Tomeluk, namun nyaris Ricuh pasalnya Jawaban dari Tarsis Tomeluk tak lain adalah ketua panwaslu mengatakan  bahwa semua kasus yang dilaporkan sudah kadaluarsa, saat itu langsung suasana berubah menjadi mencekam, untung saja ada penambahan sejunmlah personil polisi. 
 
berdasarkan informasi yang dihimpun salah satu tim pemenang salah satu kandidat berinisial  TD mengatakan bahwa Tarsis Tomeluk itu adalah pemain lama, karena Tarsis Tomeluk pernah menjabat sebagai ketua panwaslu,maka harus didesak baru bisa tindak karena yang bersangkutan pandai bersandiwara.
 
Ketua antra Yunus Panie mengatakan  saat mendatangi Panwaslu mengaku mengantar sejumlah bukti pelangaran ke panwaslu untuk ditindak lanjuti oleh panwaslu karena diduga ada politik uang yang terjadi dalam pelaksanaan Pilkada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Rote Ndao tahun 2018, dimana diharapkan yang terpilih adalah pemimpin yang bersih dan pelaksanaannya tidak penuh rekayasa dan kecurangan.
 
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun media haluannews.com, diduga ada beberapa anggota KPU Rote Ndao yang menjadi actor intelek dan diduga ikut melakukan pengelembungan suara dengan imbalan mendapat proyek apabila kandidat tertentu tersebut menang dalam pilkada Kabupaten Rote Ndao dan orang tersebut berdasarkan informasi yang dihimpun selalu berpindah-pindah tempat dengan menghubungi kandidat yang lain untuk meminta kandidat tersebut  agar jangan mengajukan gugatan atau mengugat hasil Pilkada Kabupaten Rote Ndao.
 
Ketua KPU Rote ndao Hofra A Anakai Yang di Hubungi pertelepon  menjelaskan kepada media ini sabtu siang (30/2018 ) kemarin. Dirinya menyatakan berulang kali bahwa untuk mengetahui bupati dan wakil bupati terpilih dalam pemilihan tanggal 27/6/2018 kemaren itu sebelum ada Penetapan atau keputusan dari kami KPUD, maka kita tunggu saja hasil pleno ." Ungkap nya dengan singkat dan tegas. ( Dance henukh)

Tag Berita :
#NusaTenggaraTimur #InfoTerkini #berita terkini indonesia #koran indonesia #daerah #politik

Berita terakit :


Wakil Ketua MK Putusan Lembaga Peradilan Harus Dilandasi Nilai Ketuhanan YME
Selasa 15 Maret 2016

Wakil Ketua MK Putusan Lembaga ...

Spirit Kebersamaan Kunci Menangkan Agus-Sylvi
Selasa 27 September 2016

Spirit Kebersamaan Kunci Menan ...

Rakornas Dinas Perumahan dan Pemukiman 2017
Sabtu 04 Februari 2017

Rakornas Dinas Perumahan dan P ...

Walikota Makassar lantik pejabat eselon lll, IV, Direksi & Badan Pengawas Perusda
Sabtu 12 Agustus 2017

Walikota Makassar lantik pejab ...

Gubernur Siapkan Paket Wisata Way Kambas Night
Kamis 23 Maret 2017

Gubernur Siapkan Paket Wisata ...

HUT Karang Taruna ke 57 di Desa Danau Lamo Berjalan Sukses
Minggu 29 Oktober 2017

HUT Karang Taruna ke 57 di Des ...