Mundur Dari BPIP Karena Alasan Pribadi, Presiden Jokowi Apresiasi Yudi Latif

Jumat 08 Juni 2018 22:14:50 WIB Dilihat : 348 Kali


Mundur Dari BPIP Karena Alasan Pribadi, Presiden Jokowi Apresiasi Yudi Latif

HALUANNEWS.COM, Jakarta--Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan apresiasinya terhadap kerja keras dan integritas Yudi Latif saat mempersiapkan dan memproses pementukan Unit Kerja Presiden bidang Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) menjadi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

“Saya sangat menghargai upaya-upaya yang telah disiapkan dan proses-proses pembentukan UKP-PIP pindah ke BPIP. Saya kira kerja keras dan integritas Pak Yudi Latif tidak perlu diragukan lagi,” kata Presiden Jokowi usai menghadiri  acara buka puasa bersama dengan pimpinan dan anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) di rumah dinas Ketua MPR, Jalan Widya Chandra IV Nomor 16, Jakarta Selatan, Jumat (8/6) petang.

Presiden mengakui pagi tadi dirinya telah menerima surat pengunduran diri Yudi Latif dari jabatannya selaku Kepala BPIP karena alasan pribadi dan urusan keluarga.

“Tadi dalam surat juga disampaikan bahwa karena ada urusan pribadi urusan keluarga yang harus lebih diberikan perhatian jadi beliau mengundurkan diri,” ungkap Presiden Jokowi.

Mengenai calon pengganti Yudi Latif sebagai Kepala BPIP, Presiden mengatakan masih terlalu dini.

Wong baru tadi pagi,” ucapnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya Yudi Latif pada Kamis (7/6) kemarin telah mengirimkan surat pengunduran dirinya selaku Kepala BPIP kepada Preside Jokowi. Surat pengunduran diri itu di-CC-kan kepada Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) dan Sekretaris Kabinet (Seskab).

Dalam fanpage facebook-nya yang diunggahnya Jumat (8/6) pagi, Yudi Larif mengatakan, bahwa transformasi dari UKP-PIP menjadi BPIP membawa perubahan besar pada struktur organisasi, peran dan fungsi lembaga, juga dalam relasi antara Dewan Pengarah dan Pelaksana.

Semuanya itu, tulis Yudi, memerlukan tipe kecakapan, kepribadian serta perhatian dan tanggung jawab yang berbeda.

“Saya merasa, perlu ada pemimpin-pemimpin baru yang lebih sesuai dengan kebutuhan. Harus ada daun-daun yang gugur demi memberi kesempatan bagi tunas-tunas baru untuk bangkit. Sekarang, manakala proses transisi kelembagaan menuju BPIP hampir tuntas, adalah momen yang tepat untuk penyegaran kepemimpinan,” tulis Yudi.(Biro Pers)


Tag Berita :
#InfoTerkini #berita terkini indonesia #koran indonesia #nasional #presiden

Berita terakit :


Mendagri Jelaskan Alasan Ahok Tak Bisa Diberhentikan Sementara
Sabtu 11 Februari 2017

Mendagri Jelaskan Alasan Ahok ...

Kemendagri: Dukcapil Makassar Jemput Bola Pelayanan Data Kependudukan di Pulau Barraklombo
Sabtu 06 Agustus 2016

Kemendagri: Dukcapil Makassar ...

NTB BERPELUANG DIKEMBANGKAN SEBAGAI PUSAT SAPI NASIONAL
Rabu 06 September 2017

NTB BERPELUANG DIKEMBANGKAN SE ...

Perppu Ormas untuk Menjamin Prinsip Bernegara
Rabu 18 Oktober 2017

Perppu Ormas untuk Menjamin Pr ...

  ZOLA HIMBAU MASYARAKAT TIDAK BUANG SAMPAH DI SUNGAI
Minggu 30 April 2017

ZOLA HIMBAU MASYARAKAT TIDAK ...

Hari Pertama ICHYEP 2016, Para Peserta Kunjungi China Youth Center dan Diskusi Gagasan Strategi
Jumat 23 September 2016

Hari Pertama ICHYEP 2016, Para ...