Oknum ASN Diduga "Tilep" Uang Pedagang Pasar Beduk

Selasa 05 Juni 2018 23:05:45 WIB Dilihat : 836 Kali


Oknum ASN Diduga

HALUANNEWS.COM,  Jambi - Oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Jambi diduga menggelapkan uang milik pedagang di Pasar Beduk kawasan Mandala Kecamatan Pasar Kota Jambi berkisar Rp 2 juta. 
 
Menurut Nanda (31) pedagang pasar beduk, dugaan penggelapan ini akibat oknum yang merupakan pejabat teras disalah satu OPD Pemkot Jambi itu tak kunjung mengembalikan uang biaya sewa lapak, meskipun dia tak pernah menempati lapak yang dia sewa. 
 
"Sudah sekitar dua minggu lebih permintaan saya untuk pengembalian uang sewa tidak ada kejelasan, padahal kwitansi pembayaran sewa empat lapak sudah diambil pak budi (ASN, red). Lapak itu bukan atas nama saya, tapi saya yang menyerahkan uang, "akunya, Senin (4/6). 
 
Dia mengatakan enggan menempati lapak pasar beduk yang sudah dibayar karena kecewa, kondisi pasar beduk tak sesuai dengan yang dijanjikan Disperindag Kota Jambi sebelumnya.
 
"Luas perlapak katanya 1,5 meter ternyata hanya satu meter. Katanya tempat strategis, katanya tempat berjualan tertata nyaman, semua itu bohong. Maka itu kami bersikeras meminta pengembalian uang, "katanya. 
 
Sementara Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Jambi Budi Siswanto SP,  yang dikonfirmasi terkait hal ini sempat berusaha menghindar."Maaf saya harus pergi, dipanggil bos," ujarnya. 
 
Namun setelah dijelaskan, rugi jika tak memanfaatkan hak jawab dalam masalah ini karena rapat membentuk opini buruk kepada dia selaku pejabat publik, Budi baru bersedia memberikan tanggapan. 
 
Budi menepis tudingan dia berusaha menggelapkan uang pedagang, ini dengan tak kunjung mengembalikan bukti setor, sementara pedagang tak pernah menerima pengembalian uang.  
 
"Saya bilang ke riki (pedagang, red), saya akan membantu menjualkan lapak dengan catatan bukti setor saya ambil. Tapi sampai saat ini tidak ada yang mau membeli lapak itu, "katanya. 
 
Kondisi itu lanjut Budi, membuat pihaknya menumbalkan uang dari yang bersangkutan untuk di setorkan ke kas daerah untuk memenuhi target retribusi pendapatan asli daerah, sehingga tidak bisa dikembalikan kepada pedagang bersangkutan. 
 
"Uang sudah kami setor ke kas daerah, jadi kami tak bisa kembalikan ke yang bersangkutan, "katanya. Dalam kasus ini, Disperindag Kota Jambi menetapkan harga sewa perlapak Rp.481 Ribu, uang yang disetor ke kas daerah Rp 161 Ribu. Sisanya digunakan untuk membayar uang tenda, listrik, petugas keamanan dan lainnya. (rif) 

Tag Berita :
#InfoTerkini #KotaJambi #berita terkini indonesia #koran indonesia #daerah

Berita terakit :


Sestama Bakamla RI Pimpin Rapat Finalisasi Grand Design
Kamis 22 Februari 2018

Sestama Bakamla RI Pimpin Rapa ...

PRESIDEN JOKOWI DIJADWALKAN BUKA CITY SANITATION SUMMIT DI BANDA ACEH
Jumat 30 September 2016

PRESIDEN JOKOWI DIJADWALKAN BU ...

 Benteng Ferangi
Sabtu 30 April 2016

Benteng Ferangi

Takumi no Sato, Salah Satu Potret Sukses Desa di Jepang
Jumat 23 Desember 2016

Takumi no Sato, Salah Satu Pot ...

BUPATI PURBALINGGA DORONG REVOLUSI MENTAL PELAYANAN KESEHATAN
Selasa 29 Maret 2016

BUPATI PURBALINGGA DORONG REVO ...