BPK Tidak Temukan Kerugian Negara Dalam Proyek 2,8 Milyar Yang di Kerjakan” JE " .

Senin 28 Mei 2018 21:56:38 WIB Dilihat : 753 Kali


 BPK Tidak Temukan Kerugian Negara Dalam  Proyek 2,8 Milyar Yang di Kerjakan” JE

HALUANNEWS.COM, ROTE NDAO – Jefry Elim Dalam Pernyataan nya kepada media ini , " Untuk pekerjaan Tambatan Perahu tidak ada masalah semua di kerjakan sesuai Speck dan pekerjaan itu malah melebihi volume jadi tidak ada yang salah, dari BPK sudah melakukan Audit Bulan Maret 2018 tidak ada temuan, Ungkap Jefri .
 
" Dan Kalau kaka tidak percaya pergi ke dinas saja semua ada Adendum  Kata Jefri lagi.
 
Ditengah Gencarnya Pemerintah Kabupaten Rote Ndao mengelontorkan dana guna percepatan berbagai pembangunan sepertinya sia-sia saja dengan ulah para Kontraktor yang bekerja tidak sesuai Apa yang tertera di dalam kontrak kerja seperti yang terjadi pada Proyek pekerjaan Pembangunan tambatan Perahu Lokasi Lokonamom.Kecamatan Landu leko, senilai 2.8 Milyar yang di kerjakan oleh PT JWA kuasa Direktur Pelaksana Jefri Elim,yang bersumber dari dana Alokasi khusus (DAK) tahun Anggran 2017 pada Dinas Perhubungan Kabupaten Rote Ndao,sudah di nyatakan 100 persen sehingga di lakukan PHO oleh Tim panitia PHO selanjutnya di serahkan kepada PPK dan KPA guna terjadi proses pencairan 100 persen, sayangnya Entah aturan apa yang di gunakan meskipun pekerjaan tersebut masih terdapat kekurangan item pekerjaan namun pihak Kontraktor pelaksana bisa mencairkan 100 persen.
 
Salah seorang Warga di lokonamon Jefri Ma'u mengatakan Kepada wartawan pada sabtu 26/5 sore ibu tolong foto ini Proyek tambatan perahu sudah kerja dari tahun lalu, dan juga Proyek ini Kontraktor Pelaksana Kerja tidak selesei tapi sudah lari kasi tingal,kami sangat tahu asal usul proyek ini, Pemerintah sudah berupaya Gelontorkan dana tapi kontraktor kerja sesuka hati saja
 
Lebih lanjut, kata dia harusnya ada batu buangan batu yg di breaker agar tempat ini rata dengan catatan batu tersebut di simpan di dekat lokasi pembangunan tambatan perahu sebagai tanda bukti bahwa ada breaker, tapi malah Kontraktor ambil batu buangan itu kemudian dia pakai untuk kerja tambatan perahu jadi dia tidak keluarkan dana beli batu lagi sehingga ini yang patut di pertanyakan,sebagai warga saya benar benar menyesal dengan cara kerja Kontraktor, tolong di buat beritanya biar pihak kepolisian juga tahu cara kerja Kontraktor di Lapangan
 
Sementara itu Jefri Elim selaku Kontraktor pelaksana ketika di konfirmasi wartawan sabtu 26/5 sore, sedikit berkelit sebab ada dua fersi jawaban yang berbeda awalnya dirinya mengakui benar pihaknya selaku kontraktor pelaksana pekerjaan namun pekerjaan itu sudah di nyatakan selesei dan sudah cair seratus persen, dan tidak ada yang salah dengan pekerjaan itu namun ketika di singung wartawan terkait batu buangan yang di ambil ? pihaknya mengatakan bahwa ada adendum ? kembali di singung soal adendum terkait hal apa? Sang kontraktor kemudian kembali mengatakan bahwa “jika ingin mengetahui tentang kekurangan pekerjaan seperti yang di tanyakan wartawan maka silahkan ke Dinas saja”pak kalau soal kekurangan volume silahkan ke dinas saja biar dapat penjelasan di sana” pungkasnya
 
Untuk di ketahui kuat dugaan terjadi dua hal permasalahan di situ yaitu merk up harga pasalnya sebelum pekerjaan tersebut di nyatakan selesai dan tersisa dana sekitar 500 juta,namun oleh konsultan pengawas dengan jefri elim selaku kontraktor bekerja sama menambah pekerjaan cor lantai tambatan perahu untuk habiskan dana senilai 500 juta.( Dance henukh)

Tag Berita :
#NusaTenggaraTimur #InfoTerkini #berita terkini indonesia #koran indonesia #daerah

Berita terakit :


FAUZAN: QURBAN ITU TANDA CINTA
Senin 04 September 2017

FAUZAN: QURBAN ITU TANDA CINTA ...

Kemenag Sudah Mencabut Izin 13 Travel Umrah Sejak Tahun 2015
Rabu 03 Januari 2018

Kemenag Sudah Mencabut Izin 13 ...

Serahkan Bantuan, Pegadaian Syariah Terkesan Pengelolaan  Masjid Agung Nurul Iman
Sabtu 18 November 2017

Serahkan Bantuan, Pegadaian Sy ...

Target Pendapatan Negara Rp 1.737,6 Triliun
Selasa 16 Agustus 2016

Target Pendapatan Negara Rp 1. ...