Ajak Jaga Persaudaraan, Presiden Jokowi: Jangan Sampai Dipanas-panasi Oleh Politisi

Jumat 25 Mei 2018 22:29:16 WIB Dilihat : 853 Kali


Ajak Jaga Persaudaraan, Presiden Jokowi: Jangan Sampai Dipanas-panasi Oleh Politisi

HALUANNEWS.COM, Kuningan, Jabar--Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan, bahwa Indonesia adalah negara besar yang berpenduduk 263 juta jiwa, lebih besar dari Singapura yang berpenduduk 5 juta jiwa dan Malaysia 24 juta jiwa.

“Ini negara besar, dan penduduk sebanyak 263 juta itu hidup tersebar di 17.000 pulau yang kita miliki,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada acara Penyerahan Sertifikat Tanah untuk Rakyat, di GOR (Gelanggang Olahraga) Ewangga, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Jumat (25/5) siang.

Kepala Negara menambahkan, Indonesia dianugerahi Allah perbedaan, kemajemukan, dan keragaman. “Kita memiliki 714 suku. Di Singapura itu hanya 4 suku, Indonesia 714 suku,” ujarnya.

Untuk itu, Kepala Negara mengingatkan semua lapisan masyarakat, agar jangan sampai terjadi gesekan antarsuku dan antaragama, apalagi hanya gara-gara pemilihan kepala daerah atau pemilihan presiden.

“Itu pesta demokrasi hanya setiap 5 tahun sekali, jangan sampai memecah kita, memecah-belah kita,” tutur Presiden Jokowi.

Presiden menambahkan, jangan sampai masyarakat dikompor-kompori atau dipanas-panasi oleh para politisi, sehingga tidak saling menyapa antartetangga dan antarkampung.

“Saya mengajak kita membangun persaudaraan kita, ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah karena kita adalah saudara sebangsa dan setanah air,” ucap Presiden Jokowi.

Presiden mempersilakan masyarakat untuk mencoblos kandidat yang terbaik dalam pemilihan kepala daerah maupun pemilihan presiden. Namun, pesan Presiden, masyarakat harus kembali rukun setelah pemilihan tersebut.

“Jangan sampai kita pecah gara-gara urusan pesta demokrasi setiap 5 tahun sekali. Rugi besar kita, rugi besar,” tutur Presiden.

Banyak Fitnah

Menurut Kepala Negara, banyak fitnah yang ada dalam pemilihan bupati, wali kota, gubernur, dan presiden. Ia merasakan hal tersebut ketika dalam pilpres lalu dirinya difitnah PKI.

“Saya diam saja karena logikanya enggak masuk. PKI itu dibubarkan tahun ’65, saya lahir tahun ’61. Masa ada PKI umur 4 tahun, PKI balita,” ungkap Kepala Negara.

Namun, lanjut Presiden Jokowi, ada yang mempercayai fitnah tersebut dan ada juga yang membuat gambar dirinya berjejer dengan DN Aidit saat Ketua PKI tersebut berpidato di tahun 1955.

“Saya lahir saja belum, saya sudah jejer di situ coba,” kata Presiden Jokowi seraya mengeluhkan betapa jahatnya politik yang kadang-kadang seperti itu.

Acara penyerahan sertifikat tanah untuk rakyat itu dihadiri oleh Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Sofyan Djalil, dan Anggota Wantimpres Agum Gumelar. (Biro Pers)


Tag Berita :
#InfoTerkini #berita terkini indonesia #koran indonesia #nasional #presiden #daerah

Berita terakit :


Mendagri Akan Perketat Proses Rancangan Perda yang Diajukan Daerah
Minggu 09 April 2017

Mendagri Akan Perketat Proses ...

Kebakaran di Pendung Tengah Dua Rumah Ludes
Jumat 26 Januari 2018

Kebakaran di Pendung Tengah Du ...

Wakil Walikota Medan Buka Muscab IV Federasi Serikat Pekerja Tranportasi Indonesia
Rabu 07 September 2016

Wakil Walikota Medan Buka Musc ...

Museum Ikan
Selasa 21 Februari 2017

Museum Ikan

Asuransi Pikir-Pikir Masuk Repo
Jumat 13 Januari 2017

Asuransi Pikir-Pikir Masuk Rep ...

 Gubernur Jambi Membuka Malam Pesta Rakyat
Senin 09 Januari 2017

Gubernur Jambi Membuka Malam ...

Tiba di Pangkal Pinang, Menpora Buka Seri Kedua Indo MXGP 2017
Minggu 05 Maret 2017

Tiba di Pangkal Pinang, Menpor ...