Ajak Masyarakat Tidak Kemakan Isu Medsos, Presiden Mengaku Pernah Diinterogasi 4 Mata Soal PKI

Kamis 24 Mei 2018 23:12:09 WIB Dilihat : 2464 Kali


Ajak Masyarakat Tidak Kemakan Isu Medsos, Presiden Mengaku Pernah Diinterogasi 4 Mata Soal PKI

HALUANNEWS.COM, Majalengka, Jabar--Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku saat berkunjung ke sebuah pondok pesantren dirinya pernah diinterogasi 4 (empat) mata oleh kyai pengasuh pondok tersebut terkait isu dirinya sebagai anggota Partai Komunis Indonesia (PKI).

“Beliau meminta klarifikasi, tabayun untuk yang berkaitan dengan tuduhan PKI itu, karena memang yang namanya politik itu kadang-kadang jahatnya seperti itu,” kata Presiden Jokowi saat menyampaikan sambutan pada acara penyerahan 240 (dua ratus empat puluh) sertifikat hak atas tanah wakaf, di Masjid Agung Al Imam, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Kamis (24/5) siang.

Presiden menjelaskan, saat PKI dibubarkan di tahun 1965 dirinya masih berusia 3-4 tahun. Jadi, tidak mungkin dirinya menjadi anggota PKI.

“Masa ada PKI balita? Logikanya enggak masuk tapi ada yang mempercayai,” ungkap Presiden.

Ketika dirinya membantah, menurut Presiden Jokowi, maka tuduhan PKI dialamatkan ke orang tuanya.

Padahal, lanjut Presiden, sangat mudah sekali untuk mencari tahu silsilah keluarganya. Terlebih, di Solo banyak sekali cabang ormas-ormas Islam seperti NU, Muhammadiyah, Parmusi, dan lain-lain yang bisa dengan cepat dan mudah mencari tahu silsilah keluarganya.

“Tanya saja ke masjid dekat rumah orang tua saya, di dekat rumah saya, gampang sekali. Siapa kakek-nenek saya, siapa ibu-bapak saya gampang sekali mengecek, enggak ada yang bisa ditutupi sekarang ini,” tegas Presiden Jokowi.

Presiden mengaku akan menjawab supaya isu-isu itu tidak berkembang terus. Ia juga mengingatkan, jangan sampai mudah curiga dan berprasangka tidak baik ada di antara bangsa Indonesia.

“Kenapa yang tidak kita kembangkan yang khusnul tafahum, yang penuh dengan rasa kecintaan terhadap saudara-saudara kita, berprasangka selalu positif, berprasangka selalu baik,” kata Presiden Jokowi dengan nada bertanya.

Jangan Kemakan Isu di Medsos
Dalam kesempatan itu Presiden Jokowi juga mengingatkan masyarakat agar jangan mudah kemakan isu-isu terutama di media sosial (medsos).

Berbeda dengan koran dan stasiun televisi yang memiliki redaktur yang bisa menyaring, menurut Presiden, di media sosial setiap orang bisa berpendapat dan mengunggah konten tanpa disaring.

“Jangan sampai hal-hal tidak ada filter itu kita percayai. Tolong klarifikasi, tolong ditanyakan kepada yang lain sehingga ada penyaringnya,” tutur Presiden Jokowi.

Kepala Negara mengingatkan agar berhati-hati dengan media sosial, yang juga banyak diisi kabar negatif dan bohong namun sering dipercaya banyak orang.

“Omongan banyak yang satu sampai seratus dipotong hanya lima, konteksnya tidak pas, menjadi tidak benar. Kita percaya, ya bisa keliru kita,” kata Presiden Jokowi.

Mendampingi Presiden antara lain Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Sofyan Jalil, Staf Khusus Presiden Abdul Ghofarrozin, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, dan Bupati Majalengka Sutrisno.(Biro Pers)


Tag Berita :
#InfoTerkini #berita terkini indonesia #koran indonesia #nasional #presiden #daerah

Berita terakit :


Pelayanan Perizinan Siak Terbaik Nasional.
Selasa 19 Desember 2017

Pelayanan Perizinan Siak Terba ...

TGB TEGASKAN KEBHINEKAAN INDONESIA SEBAGAI NIKMAT ISTIMEWA DARI ALLAH SWT.
Rabu 04 Oktober 2017

TGB TEGASKAN KEBHINEKAAN INDON ...

Kawal Pesta Demokrasi Agar Menghasilkan Pemimpin Berkualitas
Kamis 13 Oktober 2016

Kawal Pesta Demokrasi Agar Men ...

Mendagri Minta Kepada Kepala Daerah Yang Maju DiPilkada Jangan Sampai Abaikan Etika Berpolitik
Rabu 29 November 2017

Mendagri Minta Kepada Kepala D ...

Tarian Odak-Odak Meriahkan PSB Kota Medan
Minggu 30 April 2017

Tarian Odak-Odak Meriahkan PSB ...