5 Kiat Agar Tidak Kena Stroke di Usia Muda

Sabtu 14 April 2018 23:57:32 WIB Dilihat : 34 Kali


5 Kiat Agar Tidak Kena Stroke di Usia Muda

HALUANNEWS.COM--Tidak sedikit yang beranggapan bahwa stroke merupakan penyakit yang hanya terjadi pada orang tua. Ya, dahulu memang demikian. Tapi sekarang, usia muda juga tak lepas dari intaian penyakit berbahaya tersebut.

Stroke di usia muda memang terus menjadi misteri, lantaran gejalanya yang sulit dideteksi. Keadaan ini menjadi semakin buruk, karena banyak usia muda yang masih belum mengetahui cara untuk mencegahnya.

Apa itu Stroke?

Menurut dr. Alvin Nursalim, stroke terjadi ketika aliran darah ke otak mengalami gangguan. Keadaan ini dibagi menjadi dua, yaitu stroke perdarahan (hemorhagik) dan stroke sumbatan (iskemik).

  • Stroke perdarahan

Pada kasus stroke perdarahan, pembuluh darah di dalam tubuh pecah dan menyebabkan terhambatnya aliran darah. Pada kasus ini, darah juga keluar ke jaringan otak.

Stroke perdarahan dapat terjadi akibat hipertensi atau tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol, penggunaan obat pengencer darah dalam jangka panjang, adanya gangguan pada pembuluh darah dan keganasan di otak.

  • Stroke sumbatan

Pada stroke sumbatan, aliran darah ke otak terhenti karena adanya sumbatan atau bekuan darah yang menyumbat pembuluh darah di dalam tubuh.

Stroke penyumbatan disebabkan oleh hipertensi atau tekanan darah tinggi, penyakit diabetes melitus yang tidak terkontrol, penyakit jantung, kolesterol tinggi, obesitas atau kelebihan berat badan, konsumsi alkohol berlebih dan malas bergerak.

Apa Saja Gejala Stroke?

Pada umumnya, seseorang yang terkena stroke akan mengalami gejala-gejala berikut ini:

  • Kehilangan kesadaran atau pingsan.
  • Sakit kepala hebat secara tiba-tiba.
  • Mual dan muntah.
  • Kelumpuhan pada bagian wajah, tangan, kaki atau sisi sebelah tubuh.
  • Gangguan penglihatan pada salah satu atau kedua mata.
  • Kesulitan berjalan.
  • Gangguan koordinasi atau keseimbangan.

Bagaimana Kiat Mencegah Stroke di Usia Muda?

Menurut dr. Alvin, stroke yang menyerang usia muda berhubungan erat dengan gaya hidup sedenter.

“Gaya hidup sedenter adalah konsumsi makanan cepat saji dan jarang melakukan olahraga,” ungkapnya.

Oleh karena itu, tindakan yang bisa Anda lakukan agar tidak terserang stroke di usia muda, di antaranya:

1. Pola makan sehat

Pola makan tidak sehat, misalnya sering mengonsumsi makanan cepat saji, gorengan, atau makan dalam porsi berlebihan dapat meningkatkan risiko stroke di usia muda. Jadi, agar risiko ini bisa ditekan, Anda wajib mengubah pola makan sehari-hari.

Ganti makanan cepat saji dengan sayur maupun buah-buahan segar, dan cobalah untuk membatasi segala asupan yang mengandung kolesterol serta sodium. Selain itu, sesuaikan juga porsi makan Anda setiap hari: jangan terlalu sedikit, apalagi hingga berlebihan.

2. Tingkatkan aktivitas fisik

Malas bergerak merupakan salah satu faktor risiko stroke. Jadi, tindakan yang wajib Anda lakukan jika tak ingin terkena penyakit berbahaya tersebut adalah dengan meningkatkan aktivitas fisik alias berolahraga secara rutin dan teratur.

Tak perlu melakukan olahraga berat, yang penting badan tetap bergerak. Adapun beberapa jenis olahraga yang bisa dijadikan pilihan, yaitu joging, berjalan, berenang, bersepeda atau lainnya sesuai minat Anda. Pastikan Anda berolahraga setidaknya tiga puluh menit sehari, sebanyak tiga kali dalam seminggu.

3. Jaga berat badan tetap ideal

Jika Anda obesitas, lakukanlah upaya untuk menurunkan berat badan ke rentang normal. Beberapa tindakan yang bisa Anda lakukan dalam hal ini adalah mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang, tetap aktif bergerak, dan cukup istirahat.

4. Hindari minuman beralkohol dan rokok

Konsumsi minuman beralkohol dalam jumlah berlebih dapat meningkatkan tekanan darah dan risiko stroke di usia muda. Parahnya, minuman beralkohol juga dapat meningkatkan kadar trigliserida. Semakin tinggi kadar trigliserida di dalam tubuh, kemungkinan terjadinya stroke juga semakin besar.

Sementara itu, sebatang rokok mengandung tidak kurang dari 4.000 zat kimia berbahaya. Zat-zat tersebut dapat memengaruhi saraf dan peredaran darah di dalam tubuh, sehingga turut meningkatkan risiko terjadinya stroke di usia muda.

5. Turunkan risiko penyakit keturunan

Jika memiliki riwayat keluarga dengan penyakit diabetes melitus, darah tinggi atau penyakit lain yang berhubungan dengan stroke, lakukanlah upaya agar penyakit tersebut tidak diturunkan ke Anda. Beberapa tindakan yang bisa Anda lakukan adalah dengan menerapkan gaya hidup sehat sedini mungkin, dan hindari konsumsi obat-obatan secara sembarangan.

Jangan biarkan stroke merusak masa muda Anda. Segera lakukan tindakan pencegahan sekarang juga. Namun, jika di usia muda Anda sudah terlanjur terkena stroke, jangan ragu untuk segera berobat ke dokter. Dengan demikian, kondisi yang semakin memburuk akibat penyakit berbahaya tersebut bisa dicegah. Masa depan ada di tangan Anda. Yang bisa menentukannya adalah Anda sendiri. Salam sehat!

Sumber : www.klikdokter.com


Tag Berita :
#InfoTerkini #berita terkini indonesia #koran indonesia #keluarga #kesehatan

Berita terakit :


Waspada, Suntik Botox dapat Timbulkan Efek Samping
Selasa 28 November 2017

Waspada, Suntik Botox dapat Ti ...

Penguatan Sinergitas Pengawasan Laut, Bakamla RI Lakukan Studi Banding ke Baharkam Polri
Selasa 27 Maret 2018

Penguatan Sinergitas Pengawasa ...

Indonesia dan Belanda Perkuat Kerjasama Pendidikan Kejuruan dan Kebudayaan
Rabu 15 Februari 2017

Indonesia dan Belanda Perkuat ...

KOMISI IV DPRD SUMBAR, MINTA DINAS TERKAIT SEGERA TANGANI DAMPAK AKIBAT BANJIR
Rabu 18 Januari 2017

KOMISI IV DPRD SUMBAR, MINTA D ...

Limbah & Bahan Baku Masih Menjadi Kendala Yang Dihadapi Indusri Kulit
Selasa 17 Januari 2017

Limbah & Bahan Baku Masih Menj ...