Indonesia Berpeluang Menjadi Pemain Kunci Implementasi Industri 4.0 di Asia

Sabtu 14 April 2018 11:26:37 WIB Dilihat : 49 Kali


Indonesia Berpeluang Menjadi Pemain Kunci Implementasi Industri 4.0 di Asia

HALUANNEWS.COM, Jakarta--Indonesia berpeluang besar menjadi pemain kunci di kawasan Asia dalam upaya mengimplementasikan industri 4.0. Faktor utama yang dapat mempengaruhi pengembangan di era digital tersebut, antara lain adalah pasar dan talent.

“Saat ini pengguna internet di Indonesia, jumlahnya mencapai 143 juta orang. Ini merupakan sebuah potensi pasar yang besar. Kemudian, talent itu kita miliki dari seluruh universitas yang ada, di mana di Indonesia jumlahnya terbanyak di Asean,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada acara Diklatda HIPMI JAYA di Jakarta, Kamis (12/4).

Kedua modal yang telah dimiliki Indonesia itu menjadi kesiapan untuk lebih percaya diri memasuki eraperubahan di Industri 4.0. Terlebih lagi, generasi milenial akan memiliki peranan penting karena merekalah pengguna dominan dari teknologi yang menjadi ciri khas revolusi industri keempat, yaitu internet.

“Kita melihat komposisi pengguna internet yang usianya 19-34 tahun, merupakan yang terbanyak dengan mencapai 49,5 persen. Mereka berinteraksi atau melek teknologi melalui smartphone,” ungkap Menperin.

Untuk itu, Kementerian Perindustrian tengah gencar mendorong peningkatan kompetensi sumber daya manusia Indonesia agar menguasai teknologi digital. “Salah satu langkahnya adalah melalui program vokasi SMK dan industri serta untuk memacu politeknik melalui program skill for competitiveness,” jelas Airlangga.

Dalam pelaksanaan Industri 4.0, Menperin pun memastikan, manusia tidak akan tergantikan oleh robot. “Karena sejak revolusi industri ketiga sudah otomatisasi. Sedangkan pada Industri 4.0, industri yang sudah terotomatisasi tersebut terhubung dengan internet of things, sehingga pengontrolan data lebih efisien, efisiensi mesin lebih baik, dan efisiensi ini bisa dipacu hingga 99 persen,” paparnya.

Ambil kesempatan

Oleh karenanya, Menteri Airlangga berharap pula kepada para pengusaha muda untuk dapat mengambil kesempatan di era digital saat ini. “Peluang masih terbuka luas, karena industri membutuhkan peluang yang namanya economies of scale. Seperti industri rumahan saat ini, sudah bisa menjangkau pasar, tidak harus mampu sewa tempat di mall terlebih dulu,” imbuhnya.

Maka itu, para pelaku industri kecil dan menengah (IKM) agar dapat memanfaatkan beberapa fasilitas taman teknologi yang dibangun oleh Kemenperin. Misalnya di Bandung Techno Park, mereka bakal memperoleh program pembinaan dan pelatihan guna pengembangan inovasi dan daya saing produknya.

“Mereka bisa memakai gedung tersebut sampai mempunyai revenue. Setelah mempunyai revenue, mereka bisa sewa di tempat yang lain,” kata Menperin. Selain itu, Kemenperin juga memiliki Bali Creative Industry Center (BCIC), di mana produk-produk yang dihasilkan mereka telah dipasarkan.

“Melalui techno park itu Kemenperin ingin terus mendorong inovasi, termasuk didukung adanya Apple center di Bumi Serpong Damai, dan janjinya akan dibangun lagi di daerah lain,” tuturnya. Menurut Airlangga, Apple mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan negara ketiga sesudah Brasil dan Italia atau menjadi negara pertama di Asia, sebagai lokasi mereka membangun pusat inovasi.

“Diharapkan, dengan ditopang oleh fasilitas tersebut, Indonesia bisa meng-create the new silicon valley. Ini merupakan potensi kita yang ada di tangan seluruh para pengusaha kita, terutama generasi muda, termasuk HIPMI yang akan menjadi tulang punggung the new economy Indonesia,” lanjutnya.

Indonesia telah menyiapkan lima sektor industri yang akan menjadi percontohan dalam implemntasi Industri 4.0. Ini sesuai yang akan dijalankan pada roadmap Making Indonesia 4.0 Kelima sektor tersebut, yaitu industri otomotif, makanan dan minuman, tekstil, elektronik, serta kimia. “Jadi ada unggulannya atau champion, sehingga industri lain bisa melihat dan mencontoh,” terang Menperin.

Misalnya di industri otomotif, sebagian pabrik sudah melakukan otomatisasi. Langkah selanjutnya, yangterpenting adalah melihat prospek pasar saat ini, terutama untuk ekspor. “Memperluas pasar ekspor itutergantung dari jenis kendaran. Kendaraan di seluruh dunia, permintaan besarnya adalah jenis sedan.Sedangkan di Indonesia lebih mengembangkan yang tujuh bangku, sehingga perlu ada penyesuaian,” jelas Airlangga.(hms Kemenperi)


Tag Berita :
#InfoTerkini #berita terkini indonesia #koran indonesia #nasional #ekonomi

Berita terakit :


Puncak Haornas 2017 di Magelang, Menpora Satukan Tanah dan Air Sebagai Penjaga Semangat Kebangsaan
Jumat 08 September 2017

Puncak Haornas 2017 di Magelan ...

Bantuan Kemanusiaan Untuk Warga Asmat dan Korban Gempa Lebak Banten oleh TNI
Minggu 28 Januari 2018

Bantuan Kemanusiaan Untuk Warg ...

Menaker : Pekerja dengan Masa Kerja Minimal 1 Bulan Berhak Dapat THR
Kamis 31 Maret 2016

Menaker : Pekerja dengan Masa ...

MENKES CANANGKAN GERAKAN TES HIV
Kamis 01 Desember 2016

MENKES CANANGKAN GERAKAN TES H ...

Resep Kue Cucur Rasa Pandan
Sabtu 22 April 2017

Resep Kue Cucur Rasa Pandan

PEMBANGUNAN DATA CENTER, LANGKAH TEPAT GUBERNUR SOEKARWO WUJUDKAN E-GOVERMENT
Minggu 26 Maret 2017

PEMBANGUNAN DATA CENTER, LANGK ...