Tingkat Penghunian Kamar Hotel Berbintang di Provinsi Bengkulu Meningkat 59,68% di Febuari 2016

Sabtu 02 April 2016 11:52:30 WIB Dilihat : 223 Kali


Tingkat Penghunian Kamar Hotel Berbintang di Provinsi Bengkulu Meningkat 59,68% di Febuari 2016

HALUANNEWS - Tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di Provinsi Bengkulu meningkat hingga mencapai 59,68 persen sesuai dengan laporan Badan Pusat Statistik yang di sampaikan oleh Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Bengkulu Ir. Aden Gultom, MM di ruang rapat BPS tadi pagi, Jumat (1/4/2016) yaitu TPK hotel berbintang di bulan Febuari 2016 mencapai 59,68 persen naik hingga 4,00 poin dibanding TPK hotel pada Januari 2016 yang tercatat sebesar 55,68 persen.

Rata – rata lama menginap tamu pada hotel berbintang di Provinsi Bengkulu pada bulan Februari 2016 mencapai 1,59 hari, turun 0,02 poin dibanding RLMT hotel pada Januari 2016 yang tercatat sebesar 1,61. Dari 10 provinsi yang ada di pulau Sumatra TPK hotel berbintang di Provinsi Bengkulu menempati urutan ke 1, TPK hotel berbintang di Provinsi Bengkulu dan terendah di Provinsi Bangka Belitung sebesar 31,68 persen.

Kepala BPS provinsi Bengkulu Aden Gultom mengatakan, “Ada empat topik yang di kelola BPS Provinsi bengkulu yaitu perkembangan indeks harga konsumen/inflas, perkembangan tingkat penghunian kamar hotel berbintang dan statistik transportasi, Perkembangan nilai tukar petani (NPT) dan Perkembangan ekspor dan impor provinsi bengkulu,” ungkap Kepala BPS.

Berdasarkan pemantauan badan statistik di 82 kota di Indonesia, 58 kota IHK mengalkami inflasi dan 24 kota mengalami deflasi. kota bengkulu menempati urutan ke-52. Kota IHK yang mengalami inflasi tertinggi adalah bukit tinggi  denganbesaran 1,18 persen.

Dan inflasi terendah terjadi diyogyakarta, malang, tangerang dan singkawang sebesar 0.02 persen. Deflasi tertinggi di tanjung padang (-1, 22 persen) dan terendah (-0,02 persen) terjadi di Mamuju. Inflasi Kota Bengkulu Maret 2016 terjadi pada kelompok bahan makanan sebesar 1.34 persen, kelompok sandang sebesar 0.53 persen, dan kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,51 persen.

Kelompok yang mengalami deflasi adalah kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan sebesar -2,08 persen dan kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar -0,11 persen, sementara kelompok kesehatan dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga tidak mengalami perubahan. Dengan inflasi pada bulan maret 2016 yang sebesar 0,04 persen maka inflasi tahunan kalender (januari 2016- maret 2016) tercatat sebesar 0,46 persen, dan inflasi tahunan sebesar 5,93 persen.

editor : cub


Tag Berita :
#nasional #presiden #keluarga #kampus #daerah #ekonomi #hiburan

Berita terakit :


Texture UIN Alauddin Menggelar Pameran Fotografi dan Desain Komunikasi Visual
Rabu 25 Oktober 2017

Texture UIN Alauddin Menggelar ...

26 Oktober, Mendagri Lantik7 Pelaksana Tugas Gubernur di Provinsi Yang Gelar Pilkada
Selasa 11 Oktober 2016

26 Oktober, Mendagri Lantik7 P ...

DPR Banyak Dikritik karena Informasi dan Komunikasi Kurang
Kamis 21 September 2017

DPR Banyak Dikritik karena Inf ...

Dinkes Jabar Fasilitasi Korban Banjir
Minggu 20 Maret 2016

Dinkes Jabar Fasilitasi Korban ...