Total Ekspor Provinsi Bengkulu Bulan Februari 2016 Mengalami Penurunan Sebesar 47, 43 Persen

Sabtu 02 April 2016 11:50:03 WIB Dilihat : 356 Kali


Total Ekspor Provinsi Bengkulu Bulan Februari 2016 Mengalami Penurunan Sebesar 47, 43 Persen

HALUANNEWS -Total ekspor di Provinsi Bengkulu mengalami penurunan yang drastis di bulan Februari 2016 dibandingkan pada bulan Januari 2016 yaitu mengalami penurunan sebesar 47, 43% sedangkan pada bulan Februari 2015 yang mencapai USS 14,49 juta. Sesuai data yamg disampaikan oleh Kepala Badan Pusat Statistik provinsi Bengkulu Ir. Aden Gultom, MM pada acara pelaporan release di ruangan rapat BPS tadi pagi.

Total ekspor provinsi Bengkulu Februari 2016 mencapai nilai sebesar UUS 7,62 juta, yang tercatat 42,11 % diantaranya transaksi ekspor langsung melalui pelabuhan pulau baai Bengkulu. nilai ekspor ini mengalami penurunan sebesar 10,72 % jika dibandingkan dengan bulan Januari 2016 yang sebesar USS 8,53 juta.

Nilai ekspor provinsi Bengkulu bulan Februari 2016 yang melalui pelabuhan pulau baai Bengkulu mencapai USS 3,21 juta. Sementara itu melalui pelabuhan teluk bayur sumatra barat mencapai USS 2,89 juta, melalui pelabuhan sungai musi/Boom baru sumatra selatan mencapai USS. 1,52 juta dan yang melalui Kuala Namu International Airport (U) USS 1,8 ribu.

Komoditas yang diekspor melalui poelabuhan pulau baai pada bulan Februari 2016 adalah batu bara adalah yang mencapai nilai sebesar USS 3,21 juta (100%). Negara utama tujuan ekspor terbesar provinsi Bengkulu pada bulan Februari 2016 yaitu inggris USS 2,75 juta (36,07%), Filipina USS 2,10 juta (27,58%), Thailand USS 0,78 juta (10,27%) dan negara lainnya sebesar 1,99 juta (26,08%). Pada bulan Februari 2016.

Provinsi Bengkulu tidak melakukan impor barang sedangkan impor pada bulan Februari 2015 mencapai USS 0,33 juta. Neraca perdagangan provinsi Bengkulu bulan Februari 2016 mengalami surplus sebesar USS 7,62 juta sementara neraca perdagangan bulan Januari-Februari2016 mengalami surplus sebesar USS 16,15 juta.

Kepala BPS Provinsi Bengkulu Ir. Aden Gultom, MM mengatakan penurunan ekspor hasil perkebunan di Provinsi Bengkulu di pengaruhi dengan turunnya harga hasil perkebunan seperti kopi, sawit, karet, lada dan hasil pertanian lainnya. Sebaliknya ingin meningkatnya ekspor hasil perkebunan maka Pemerintah harus menindak lanjuti turunnya harga karet, kopi, sawit dan yang lainnya menjadi harga jual yang tinggi.

editor : cub


Tag Berita :
#nasional #presiden #keluarga #kampus #daerah #ekonomi #hiburan

Berita terakit :


ZOLA HARAP FKUB, FPK, FKDM BERKONTRIBUSI BESAR TERHADAP KERUKUNAN JAMBI
Rabu 01 November 2017

ZOLA HARAP FKUB, FPK, FKDM BER ...

Wakil Walikota Medan Hadiri Jamuan Makan Malam Dalam Rangka Perkenalan Konjen Amerika di Kota Medan
Jumat 05 Agustus 2016

Wakil Walikota Medan Hadiri Ja ...