Yudi Latif Ajak Babinsa Bentuk Siskamling Ideologi Pancasila

Selasa 13 Maret 2018 10:37:28 WIB Dilihat : 128 Kali


Yudi Latif Ajak Babinsa Bentuk Siskamling  Ideologi Pancasila

HALUANNEWS.com, Jawa Timur-Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Prof Yudi Latif mengajak para babinsa yang bertugas di Kodim 0824 Jember untuk membentuk sistem keamanan lingkungan (siskamling) yang bersifat membangun ideologi Pancasila.

“Saya ingin sampaikan bahwa satu-satunya lembaga yang tersetruktur dengan baik dan memiliki kepercayaan masyarakat adalah TNI AD melalui Babinsa,” kata Yudi Latif dihadapan ratusan Prajurit Kodim 0824 Jember, Jawa Timur, (12/3/2018).

“Kalau dulu kita berhasil menumbuhkan kegotong royongan untuk mewujudkan keamanan melalui siskamling (Sistem Keamanan Lingkungan) untuk meminimalisir tindak pencurian, kini saatnya Babinsa mengajak masyarakat untuk Kamling Idiologi, hal ini jangan sampai masyarkat kemasukkan idiologi lain,” sambung dia.

Keberadaan TNI AD yang terstruktur hingga tingkat Babinsa dalam menyelenggarakan pembinaan teritorial sebagai kekuatan pertahanan menjadikan peran TNI sebagai bagian Sistem Pertahanan Semesta yang sangat disegani oleh negara lainnya.

Lembaga yang baru berubah nama dari UKP PIP menjadi BPIP yang merupakan  salah satu badan setingkat Menteri Negara itu, lanjut dia bahwa keberadaan TNI AD yang terstruktur hingga tingkat Babinsa dalam menyelenggarakan pembinaan teritorial sebagai kekuatan pertahanan menjadikan peran TNI sebagai bagian Sistem Pertahanan Semesta yang sangat disegani oleh negara lainnya.

“Karena itu perlu peran serta TNI, karena saat ini banyak hal yang sudah mempengaruhi terkikisnya Pancasila sebagai Idiologi Bangsa Indonesia,” ungkap dia.

Alasannya lainnya secara internal dengan tidak adanya mata pelajaran sekolah terkait Pancasila. Kemudian, masih takutnya penyebutan Pancasila oleh sebagian pejabat dalam pidatonya.

“Hal ini merupakan salah satu tanda terkikisnya Pancasila sebagai idiologi Bangsa Indonesia hal-hal inilah yang harus dapat kita rubah,” ujar dia.

Kemudian secara eksternal adanya perkembangan global dengan mudahnya akses informasi melalui teknologi media sosial dengan android. Hal ini yang mampu mempengaruhi masyarakat.

“Terutama generasi muda ini yang harus ekstra kita waspadai, dari situlah celah adanya pengruh idiologi lain masuk yang mengancam Idiologi Pancasila,” tutur dia. (Wasekjen DPP IWO)


Tag Berita :
#berita terkini indonesia #koran indonesia #nasional

Berita terakit :


UU Penodaan Agama Tak Perlu Dihapus, Cukup Distandarisasi
Rabu 18 Januari 2017

UU Penodaan Agama Tak Perlu Di ...

JANGAN JADI PEJABAT KALAU TAKUT AMBIL KEPUTUSAN
Selasa 03 Januari 2017

JANGAN JADI PEJABAT KALAU TAKU ...

Walikota Medan Melepas Peserta Jalan Sehat di Seputaran Lapangan Merdeka Medan
Minggu 05 November 2017

Walikota Medan Melepas Peserta ...

Pemko Serahkan Bantuan Korban Kebakaran Labuh Baru
Rabu 26 Oktober 2016

Pemko Serahkan Bantuan Korban ...

Walikota Launching Icon Kota Medan
Selasa 29 Agustus 2017

Walikota Launching Icon Kota M ...