Gandeng Selandia Baru, Kementerian ESDM Kirim 23 Peserta Ikuti "Geothermal Project Management"

Senin 12 Maret 2018 17:14:27 WIB Dilihat : 320 Kali


Gandeng Selandia Baru, Kementerian ESDM Kirim 23 Peserta Ikuti

HALUANNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali mengirimkan 23 peserta untuk mengikuti Geothermal Project Management yang dilaksanakan 12 Maret sampai dengan 11 April 2018 di Auckland, Selandia Baru. Program ini merupakan kerja sama Kementerian ESDM melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) dengan MFAT (Ministry of Foreign Affairs and Trade) Selandia Baru.

"Memasuki tahun hubungan diplomatik yang ke-60, Pemerintah Selandia Baru memandang Indonesia sebagai partner yang sejajar dengan negara lainnya seiring dengan semakin meningkatnya perekonomian Indonesia", ujar Duta Besar Selandia Baru, Trevor Matheson untuk Indonesia pada saat memberikan sambutan Pre Departure Briefing bagi peserta program (5/3) di Jakarta.

Ia menyampaikan, renewable energy dalam bauran energi di Selandia Baru saat ini sudah mencapai 80%, dan ditargetkan pada tahun 2025 akan menjadi 100%. Oleh karena itu, Matheson berharap program ini dapat dijadikan ajang berbagi pengalaman dengan bangsa Indonesia.

Program ini merupakan pelaksanaan tahun kedua dimana sebelumnya 24 peserta dari Indonesia mengikuti kegiatan Geothermal Project Management pada tahun 2017, dengan biaya full short term training scholarships dari Pemerintah Selandia Baru.

Tahun ini, terpilih 23 orang peserta untuk mengikuti program pelatihan tersebut, dengan rincian 3 orang dari Kementerian ESDM, 1 orang dari Bappenas, 2 orang dari Universitas dan 18 orang dari Badan Usaha sub sektor panas bumi: PT. Geodipa, PT. Pertamina Geothermal Energi, Star Energy, dan Supreme Energy.

Sejarah perkembangan energi panas bumi di Indonesia memang tidak bisa terlepas dari perkembangan panas bumi di Selandia Baru. Berawal pada tahun 1972 dimana Geothermal Energy ltd (GENZL) bekerja sama dengan Pertamina mengembangkan lapangan panas bumi di Kamojang. Sekitar 42 tahun kemudian, pada 2018 ini Indonesia akan menjadi Negara kedua terbesar setelah Amerika Serikat sebagai penghasil energi listrik panas bumi dengan total kapasitas mencapai sekitar 2.023,5 MW setelah beroperasinya PLTP Sibuai-buai (sarula Unit 3, 110 MW), PLTP Lumut Balai (55 MW), PLTP Sorik Marapi Modular (20 MW), Sokoria Unit 1 (5 MW) dan Lahendong Binary (5 MW).

Untuk terus mengembangkan industri panas bumi di Indonesia, selain dibutuhkan iklim investasi dan penguasaan teknologi, yang tidak kalah pentingnya yaitu kesiapan sumber daya manusia. Melalui program pelatihan ini, diharapkan peserta dapat memahami bagaimana memanage proyek panas bumi, baik dari aspek geoscience hingga keuangan proyek. (KO/hms)


Tag Berita :
#InfoTerkini #Internasional #berita terkini indonesia #koran indonesia #nasional #ekonomi

Berita terakit :


Masih Banyak Persoalan Guru yang Belum Tuntas Diselesaikan
Jumat 14 Oktober 2016

Masih Banyak Persoalan Guru ya ...

BENTUK ASN MODERN SEPERTI PEGAWAI BANK
Senin 19 September 2016

BENTUK ASN MODERN SEPERTI PEGA ...

Polsek Medansatria Tangkap Tiga Tersangka Pencuri Motor, Satu Diberi Tindakan Tegas Karena Berusaha
Selasa 12 September 2017

Polsek Medansatria Tangkap Tig ...

Menpora Ucapkan Selamat Tahun Baru Imlek 2017 di Acara Pemberian Bingkisan Cinta Kasih
Jumat 20 Januari 2017

Menpora Ucapkan Selamat Tahun ...

Wali Kota Makassar Datang Lebih Awal Menjemput Massa Aksi 212
Jumat 02 Desember 2016

Wali Kota Makassar Datang Lebi ...