Dugaan Penimbunan BBM Bersubsidi, NCW Desak Polri Segera Bertindak

Rabu 07 Maret 2018 15:55:19 WIB Dilihat : 1384 Kali


Dugaan Penimbunan BBM Bersubsidi, NCW Desak Polri Segera Bertindak

HALUANNEWS.COM, ROTE NDAO– Meski pemerintah terus berupaya melakukan pemberantasan mafia bahan bakar minyak (BBM), namun celah tersebut masi ada saja yang dimanfaatkan oleh oknum tertentu demi mendapatkan keuntungan pribadi.
 
Dugaan ini terungkap setelah awak media melakukan pantauan pada beberapa penyalur yang diberikan izin oleh Pemerintah Daerah dan pihak APMS Rote Ndao untuk melakukan kegiatan penyaluran BBM bersubsidi.
 
Meski sudah satu tahun terakir ini Pemerintah Kabupaten Rote Ndao melalui Dinas terkait sudah tidak mengeluarkan izin lagi kepada para agen, namun praktek penjualan BBM bersubsidi masih saja berjalan.
 
Celakanya, salah satu penyalur BBM bersubsidi diduga dilakukan adalah oknum pegawai Kantor UPT Syahbandar Rote Ndao, berinisial YF yang merupakan pegawai negeri sipil.
 
YK diduga menggunakan surat izin atas nama anaknya guna memperjual belikan BBM dan juga melakukan pengisian dan penimbunan BBM bersubsidi di tempat penyimpanan BBM miliknya di beberapa tempat bahkan sudah berlangsung kurang lebih 6 tahun berjalan.
 
ironis lagi izin yang di pergunakan sebagai penyalur BBM namun kios saja.(Sembako)
 
Saat ditemui di kantornya pada Senin (5/3) YK membantah kalau dirinya melakukan kegiatan tersebut berdasarkan izin yang dikantonginya.
 
Saat diminati tanggapannya YK juga terkesan mengelak dan berang. Bahkan menuduh media hanya mengejar dirinya sementara pihak lain yang juga se profesi sebagai penyalur BBM bersubsidi tidak dibidik dan berani membongkar masalah seperti yang dijalaninya.
 
Dia pun mengelak kalau disebut penimbun. Karena BBM yang dikuasainya adalah jenis BBM Industri, dan BBM bersubsidi. Untuk kuota BBM industrinya sebesar 5 ton, namun sementara dalam penjualan dan kebanyakan di salurkan ke arah Wilayah Kecamatan Rote Timur dan Pantai Baru.
 
“Dari kuota tersebut, pendrompingannya ke Rote Timur disesuaikan dengan kondisi karena untuk menghabiskannya membutuhkan waktu yang lama. Hal ini disebabkan oleh tidak adanya pengguna BBM Industri termasuk para pengusaha tidak menggunakan minyak industri,” katanya.
 
Menanggapi persoalan tersebut, Ketua Nasional Corruption Watch (NCW), Syaiful Nazar mendesak aparat penegak hukum agar segera melakukan investigasi ke lapangan guna mengungkap keberadaan dugaan penyalahgunaan dalam penyaluran BBM yang diduga dilakukan oleh oknum pegawai Syahbandar.
 
“Kalau ditemukan pelanggaran, polisi jangan segan-segan untuk menindaknya. Siapa pun yang membekingi oknum tersebut, polisi jangan mundur,” ujar Syaiful.
 
Untuk itu, guna mengungkap kebenaran adanya dugaan penimbunan BBM, pihaknya juga akan segera melakukan koordinasi dengan Mabes Polri.
 
“Karena BBM bersubsidi menjadi konsentrasi pemerintahan Jokowi-JK. Bahkan dalam suatu kesempatan, Pak Jokowi mengatakan agar segera tindak pelaku penimbun BBM,” tandasnya. (Dance)

Tag Berita :
#InfoTerkini #kriminal #berita terkini indonesia #koran indonesia #Hukum #daerah

Berita terakit :


Walikota Fasha Kepala Daerah Peduli Kemajuan Olahraga
Rabu 07 November 2018

Walikota Fasha Kepala Daerah P ...

 Ini Prestasi Harmen Rusdi Sejak Menjabat Kepala Dinas  Koperasi dan UKM Provinsi Jambi
Selasa 07 Agustus 2018

Ini Prestasi Harmen Rusdi Sej ...

Tabrakan Antara Tugboat Dan Kapal Nelayan, Satu Orang Hilang
Sabtu 11 Februari 2017

Tabrakan Antara Tugboat Dan Ka ...

Gubernur Alex Noerdin Teken Mou Pendidikan Dengan Prancis
Selasa 14 Maret 2017

Gubernur Alex Noerdin Teken Mo ...

WAGUB HADIRI PELANTIKAN WALINAGARI SE KAB. DHARMASRAYA
Kamis 08 Desember 2016

WAGUB HADIRI PELANTIKAN WALINA ...

SDN 31 Panaikang Disupervisi  Gabungan
Selasa 26 September 2017

SDN 31 Panaikang Disupervisi ...