Olahraga Ice Skating Indonesia Masih Butuh Fasilitas Memadai

Kamis 31 Maret 2016 21:20:52 WIB Dilihat : 297 Kali


Olahraga Ice Skating Indonesia Masih Butuh Fasilitas Memadai

HALUANNEWS-Hari Kamis (31/3) sore, Menpora Imam Nahrawi menerima empat orang Komisi Figure Skating Indonesia (KSFI). Mereka adalah Suzan H (ketua), Yovita Bellina (bendahara), Titus Kitot (komite), dan Deborah Rosanti. Tujuan kedatangan komisi ini adalah untuk melaporkan Kejuaraan Nasional Ice Skating maupun persiapannya di event SEA Games.  
 
Didampingi Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Gatot S Dewa Broto, Menpora mengajak tamunya mendiskusikan lebih jauh mengenai peluang, potensi, dan perkembangan olahraga ice skating di Indonesia. 
 
"Ini tahun ketiga Kejurnas Ice Skating. Kita dikasih kesempatan oleh pengelola di tingkat regional Asia Tenggara agar banyak mengirim atlet. Nanti akan ada beberapa tamu dari luar. Kami juga akan menerbitkan buku. Mohon perkenan Pak Menteri untuk memberikan kata pengantarnya," ujar Suzan. 
 
Dalam pertemuan ini, rombongan saling bergantian menyampaikan bahwa kendala utama yang dimiliki Indonesia adalah belum dipunyainya fasilitas lahan ice skating dengan standar Olympic size sebesar 1800 m2. "Selain itu, biaya operasionalnya juga besar. Kalau hanya untuk latihan atlet, itu berat. Jadi harus dibuat untuk rekreasi juga. Kemarin atlet kita ada yang pergi ke Dubai. Jenis-jenis olahraga ice skating di antaranya Hoki, Speed Skating, dan lainnya," tutur Suzan. 
 
"Berapa ketebalan esnya? Berapa investasinya? Itu harus dibuat dan bekerjasama dengan mal baru. Sebab ada prasyarat harus ada panggungnya selain lapangan terbuka ice skating," tanya Menpora. 
 
"Kurang lebih 8 cm. Nilai investasinya sekitar US$ 1 juta. Di ASEAN, hanya Indonesia dan Kamboja yang belum punya. Timor Leste saja sudah punya," respon Deborah.  
 
"Saya dihubungi Singapura dan Thailand agar Indonesia memiliki arena ice skating. Namun di Jakarta problemnya tidak ada lahan seluas 1800 m2 untuk ice skating. Mereka bilang tidak harus di Jakarta. Bisa di Bandung, namun market di Bandung tidak sebagus di Jakarta, sementara ice skating butuh cost tinggi. Investor sudah ada, tinggal lahannya saja," terang Suzan lagi.  
 
Mendengar paparan ini, Menpora mengakui Indonesia masih tertinggal secara infrastruktur dengan negara-negara tetangga. "Kita berkepentingan membawa industri olahraga berkembang. Harus ada fasilitas yang memadai. Karena itu, kita sadar ketika mau menjadi tuan rumah MotoGP, ternyata belum punya fasilitas yang layak," ujar Menpora. 
 
"Di Indonesia, olahraga belum menjadi kehidupan. Apalagi olahraga-olahraga seperti ice skating. Namun ke depan itu perlu juga. Itu akan jadi bahan pikiran kita. Segera sampaikan ice skating dengan skala Olympic size itu seperti apa. Kita ini ketinggalan soal infrastruktur," ujar Menpora.
 
editor : hi

Tag Berita :
#nasional #bola #motogp2016 #presiden #keluarga #sehat #hiburan

Berita terakit :


RI-Yordania Terus Cari Peluang untuk Tingkatkan Hubungan Bilateral
Selasa 15 Maret 2016

RI-Yordania Terus Cari Peluang ...

Gantikan Agus Supriatna, Presiden Jokowi Lantik Hadi Tjahjanto Sebagai KSAU
Rabu 18 Januari 2017

Gantikan Agus Supriatna, Presi ...

Polresta Depok Tangkap Sarjana Ngaku Wedding Organizer, Tipu Calon Pengantin Puluhan Juta
Senin 18 September 2017

Polresta Depok Tangkap Sarjana ...

Anggota Komisi V DPR Beda Pendapat Mengenai Kereta Cepat
Jumat 26 Februari 2016

Anggota Komisi V DPR Beda Pend ...

Harga CPO Kontrak Mei Naik 0,15
Selasa 23 Februari 2016

Harga CPO Kontrak Mei Naik 0,1 ...