Olahraga Ice Skating Indonesia Masih Butuh Fasilitas Memadai

Kamis 31 Maret 2016 21:20:52 WIB Dilihat : 275 Kali


Olahraga Ice Skating Indonesia Masih Butuh Fasilitas Memadai

HALUANNEWS-Hari Kamis (31/3) sore, Menpora Imam Nahrawi menerima empat orang Komisi Figure Skating Indonesia (KSFI). Mereka adalah Suzan H (ketua), Yovita Bellina (bendahara), Titus Kitot (komite), dan Deborah Rosanti. Tujuan kedatangan komisi ini adalah untuk melaporkan Kejuaraan Nasional Ice Skating maupun persiapannya di event SEA Games.  
 
Didampingi Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Gatot S Dewa Broto, Menpora mengajak tamunya mendiskusikan lebih jauh mengenai peluang, potensi, dan perkembangan olahraga ice skating di Indonesia. 
 
"Ini tahun ketiga Kejurnas Ice Skating. Kita dikasih kesempatan oleh pengelola di tingkat regional Asia Tenggara agar banyak mengirim atlet. Nanti akan ada beberapa tamu dari luar. Kami juga akan menerbitkan buku. Mohon perkenan Pak Menteri untuk memberikan kata pengantarnya," ujar Suzan. 
 
Dalam pertemuan ini, rombongan saling bergantian menyampaikan bahwa kendala utama yang dimiliki Indonesia adalah belum dipunyainya fasilitas lahan ice skating dengan standar Olympic size sebesar 1800 m2. "Selain itu, biaya operasionalnya juga besar. Kalau hanya untuk latihan atlet, itu berat. Jadi harus dibuat untuk rekreasi juga. Kemarin atlet kita ada yang pergi ke Dubai. Jenis-jenis olahraga ice skating di antaranya Hoki, Speed Skating, dan lainnya," tutur Suzan. 
 
"Berapa ketebalan esnya? Berapa investasinya? Itu harus dibuat dan bekerjasama dengan mal baru. Sebab ada prasyarat harus ada panggungnya selain lapangan terbuka ice skating," tanya Menpora. 
 
"Kurang lebih 8 cm. Nilai investasinya sekitar US$ 1 juta. Di ASEAN, hanya Indonesia dan Kamboja yang belum punya. Timor Leste saja sudah punya," respon Deborah.  
 
"Saya dihubungi Singapura dan Thailand agar Indonesia memiliki arena ice skating. Namun di Jakarta problemnya tidak ada lahan seluas 1800 m2 untuk ice skating. Mereka bilang tidak harus di Jakarta. Bisa di Bandung, namun market di Bandung tidak sebagus di Jakarta, sementara ice skating butuh cost tinggi. Investor sudah ada, tinggal lahannya saja," terang Suzan lagi.  
 
Mendengar paparan ini, Menpora mengakui Indonesia masih tertinggal secara infrastruktur dengan negara-negara tetangga. "Kita berkepentingan membawa industri olahraga berkembang. Harus ada fasilitas yang memadai. Karena itu, kita sadar ketika mau menjadi tuan rumah MotoGP, ternyata belum punya fasilitas yang layak," ujar Menpora. 
 
"Di Indonesia, olahraga belum menjadi kehidupan. Apalagi olahraga-olahraga seperti ice skating. Namun ke depan itu perlu juga. Itu akan jadi bahan pikiran kita. Segera sampaikan ice skating dengan skala Olympic size itu seperti apa. Kita ini ketinggalan soal infrastruktur," ujar Menpora.
 
editor : hi

Tag Berita :
#nasional #bola #motogp2016 #presiden #keluarga #sehat #hiburan

Berita terakit :


Cerita Mendagri Saat Sambangi Para Demonstran
Sabtu 05 November 2016

Cerita Mendagri Saat Sambangi ...

Bima: InsyaAllah Bisa!
Minggu 03 April 2016

Bima: InsyaAllah Bisa!

Gubernur Tinjau Korban Puting Beliung
Kamis 11 Agustus 2016

Gubernur Tinjau Korban Puting ...

Mendagri Minta Tahun Baru Jadi Ajang Introspeksi
Rabu 28 Desember 2016

Mendagri Minta Tahun Baru Jadi ...

Industri Otomotif Jerman Rakit Sedan Premium Terbaru di Indonesia
Selasa 24 Januari 2017

Industri Otomotif Jerman Rakit ...