Plt/Pjs Kepala Daerah Dilarang Lakukan Mutasi Jabatan

Senin 26 Februari 2018 22:17:19 WIB Dilihat : 293 Kali


Plt/Pjs Kepala Daerah Dilarang Lakukan Mutasi Jabatan

HALUANNEWS.COM, Jakarta--Dalam rangka menyelenggarakan tertib pemerintahan khususnya dalam penggantian pejabat oleh Pejabat (Pj)/Pelaksana Tugas (Plt)/Pejabat Sementara (Pjs) terkait dengan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo pada 12 Februari 2018, telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor: 821/970/SJ tentang Penggantian Pejabat oleh Pj/Plt/Pjs Kepala Daerah Yang Menyelenggarakan Pilkada Serentak.

Dalam SE tersebut Mendagri menegaskan, bagi Kabupaten/Kota yang melaksanakan Pilkada serentak, maka Pejabat yang ditetapkan sebagai Pj/Plt/Pjs tidak diperkenankan melakukan mutasi jabatan kecuali mendapat persetujuan tertulis dari Menteri Dalam Negeri.

Dalam hal terjadinya kekosongan jabatan, menurut SE tersebut, pengisian yang dilakukan oleh Pj/Plt/Pjs dengan persetujuan tertulis dari Menteri Dalam Negeri hanya dapat diberikan terhadap izin mutasi pada kekosongan jabatan dengan selektif.

“Khusus kekosongan jabatan Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota yang disebabkan karena yang bersangkutan mengikuti Pilkada, kekosongan tersebut diisi dengan Penjabat Sekretaris Daerah yang ditunjuk oleh Kepala Daerah sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2018 tentang Penjabat Sekretaris Daerah,” bunyi SE tersebut.

Untuk menjamin kelancaran, kesinambungan, dan stabilitas penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan masyarakat, menurut SE tersebut, bagi Pj/Plt/Pjs Bupati/Wali kota yang melaksanakan Pilkada, yang akhir masa jabatannya lebih dari 1 (satu) tahun terhitung sejak 6 (enam) bulan sebelum hari tanggal penetapan pasangan calon, terhadap kekosongan jabatan pada perangkat daerah dapat dilaksanakan pengisian pejabat berupa mutasi yang bersifat sangat selektif atau seleksi terbuka setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri Dalam Negeri.

“Khusus untuk pengisian jabatan struktural pada Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) sebagai tindak lanjut Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 12 Tahun 2017 tentang Pedoman Pembentukan dan Klarifikasi Cabang Dinas dan Unit Pelaksana Teknis Daerah dapat dilaksanakan setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri Dalam Negeri,” bunyi akhir SE tersebut.(Humas Kemendagri)


Tag Berita :
#InfoTerkini #Pemerintah #berita terkini indonesia #koran indonesia #nasional #daerah #politik

Berita terakit :


Wakil Sekretairs PWM  Sulsel Tinjau Tempat Transit Peserta dan Penggembira
Rabu 21 Februari 2018

Wakil Sekretairs PWM Sulsel T ...

Kembangkan Potensi Purna TKI, Kemnaker Gelar Serangkaian Kegiatan Pelatihan Wirausaha
Jumat 02 Desember 2016

Kembangkan Potensi Purna TKI, ...

Baru Akan Dikaji Maret, Pemerintah Pastikan Harga Premium, Solar, dan Minyak Tanah Tidak Naik
Jumat 06 Januari 2017

Baru Akan Dikaji Maret, Pemeri ...

Karo Humas dan Hukum Kemenpora Amar Ahmad Dukung Paduan Suara MSUC
Minggu 15 Januari 2017

Karo Humas dan Hukum Kemenpora ...