Mendagri Kembali Ingatkan 'Racun Demokrasi'

Rabu 14 Februari 2018 15:03:30 WIB Dilihat : 39 Kali


Mendagri Kembali Ingatkan 'Racun Demokrasi'

HALUANNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengukuhkan Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur Lampung, Didik Suprayitno. Didik, akan bertugas selama Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung menjalani cuti kampanye dalam Pilkada. Dalam kata sambutannya, Tjahjo berpesan Pjs Gubernur Lampung bisa ikut mensukseskan Pilkada dan menjaga roda pemerintahan di Lampung berjalan seperti biasanya.

"Pertama segera melakukan konsolidasidi jajaran Pemda. Dalam upaya melaksanakan Pilkada serentak yang ada di Provinsi Lampung, " kata Tjahjo, di Jakarta, Selasa (13/2).

Tjahjo juga berpesan, Pjs Gubernur Lampung segera berkoordinasi dengan forum pimpinan daerah yang ada di Lampung. Khususnya dengan Kapolda Lampung dan BIN, terutama untuk menginventarisasi dan mengidentifikasi permasalahan- permasalahan yang mungkin muncul dalam Pilkada.

"Ajak seluruh jajaran pejabat dan staf Pemda Lampung untuk konsolidasi dan bersama-sama menciptakan iklim sejuk. Sehingga persiapan Pilkada serentak berjalan dengan lancar dan baik. Tjahjo juga mengingatkan, agar Pjs Gubernur Lampung memback-up KPUD dan  Panwaslu Lampung.

"Ini  dalam upaya melaksanakan tugas konsolidasi demokrasi secara nasional dan khususnya yang ada di Lampung," katanya.

Pjs Gubernur Lampung juga, kata Tjahjo harus intensif berkomunikasi dengan tokoh-tokoh agama dengan mengajak SKPD dan Sekda setempat. Komunikasi dengan tokoh-tokoh agama, adat dan masyarakat sangat penting untuk mengorganisir dan menggerakkan masyarakat di lingkungan masing- masing. Sehingga masyarakat bisa berpartisipasi secara baik, terutama  dalam mensukseskan Pilkada.

"Dalam kesempatan yang berbahagia ini saya hanya mengingatkan bagaimana komitmen antara pemerintah, Bawaslu, khususnya, KPU dan DKPP dengan Pak Kapolri bahwa kita harus cegah yang namanya politik uang dan politisasi SARA," ujar Tjahjo.

Politik uang dan SARA, menurut Tjahjo, adalah racun demokrasi yang harus  diberantas. Bahkan politik uang dan politisasi SARA dapat merusak peradaban. Dan,  bisa menghancurkan sendi-sendi kehidupan politik kewarganegaraan. 

"Oleh karena itu, berkaitan dengan politik uang dan politisasi SARA harus dan wajib kita lawan bersama. Saran Bapak Presiden jelas, suksesnya pesta demokrasi yang pertama bagaimana meningkatkan partisipasi masyarakat untuk suksesnya Pilkada serentak di tahun ini," katanya.

Partisipasi pemilih, kata Tjahjo, jadi kunci suksesnya Pilkada. Pada 2015, partisipasi pemilih di Pilkada cukup menggembirakan mencapai 70 persen. Pada Pilkada tahun 2016 dan 2017, partisipasi  kembali meningkat mencapai 74 persen. Untuk Pilkada tahun ini, target  partisipasi masyarakat bisa mencapai 78 persen.

"Tadi saya sampaikan mari kita hindari politik uang dan masalah-masalah yang berkaitan dengan kampanye yang berujar kebencian, fitnah, menyangkut SARA. Mari kita dorong agar calon-calon kepala daerah harus adu program adu konsep, adu gagasan dalam upaya untuk mempercepat pemerataan pembangunan dan kesejahteraan rakyat di daerahnya masing-masing," tuturnya.(Humas Kemendagri)


Tag Berita :
#berita terkini indonesia #koran indonesia #nasional #Hukum #daerah #politik

Berita terakit :


DPRK GELAR SIDANG BAHAS DUA RANCANGAN QANUN
Senin 09 Januari 2017

DPRK GELAR SIDANG BAHAS DUA RA ...

Ishak Mekki Sampaikan Jawaban Atas Pemandangan Umum Fraksi DPRD Sumsel
Selasa 27 September 2016

Ishak Mekki Sampaikan Jawaban ...

Dukung Infrastruktur Pulau Enggano, Kementerian ESDM Bangun 246 PLTS Berkapasitas 50 KW
Sabtu 13 Agustus 2016

Dukung Infrastruktur Pulau Eng ...

Panglima TNI Hadiri Munas Alim Ulama NU di Mataram
Kamis 23 November 2017

Panglima TNI Hadiri Munas Alim ...

Nurdin Minta Para Lulusan Peka Terhadap Perkembangan Dunia
Sabtu 12 November 2016

Nurdin Minta Para Lulusan Peka ...

WAYANG SEBAGAI WARISAN DUNIA
Senin 06 November 2017

WAYANG SEBAGAI WARISAN DUNIA

BUPATI AKAN PERBAIKI BALAI BANJAR WANTILAN
Minggu 04 Februari 2018

BUPATI AKAN PERBAIKI BALAI BAN ...