Ketua STIT Sebut Emosi Melihat Mahasiswa IK Karena Jadi Provokator dan Biang Kerok, Begini Pendapat

Selasa 13 Februari 2018 22:37:29 WIB Dilihat : 401 Kali


Ketua STIT Sebut Emosi Melihat Mahasiswa IK Karena Jadi Provokator dan Biang Kerok, Begini Pendapat

HALUANNEWS.COM, Kerinci - Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) YPI, Ruslan HS menyurati Redaksi LACAK NEWS untuk mengklarifikasi berita yang tertanggal 9 Februari 2018.

yang heboh di beritakan di media online terkait tindakan yang tidak terpuji terhadap salah satu mahasiswanya.

Ruslan saat itu sempat mengajak anak didiknya untuk berduel. Paska pemberitaan di media LACAK NEWS tanggal 9 Februari 2018 . Ruslan menyurati Redaksi LACAK NEWS untuk membuat klarifikasi.

Surat itu tertulis " jika saudara tidak memuat hak ini dalam dalam waktu 2 x 24 jam, saya akan mengugat saudara (lacak news) secara hukum, pidana dan perdata" sebut ketua STIT

"sekitar pukul 16.30, tanggal Februari 2018 saya mau pulang ternyata digang keluar ada mahasiswa tersebut (Indra komano) terus terang dengan melihat mahasiswa itu, spontan naik emosi dan langsung menyampaikan, '' kamu ini sudah ditolong empat semester menunggak SPP, kok kamu jadi provokator/ biang kerok" terhadap mahasiswa lainnya supaya tidak membayar SPP, kalau menurut aturan kamu (Indra Komano) sudah berhenti. Apa yang kamu inginkan ... kalau kamu mau tahu dengan saya, silahkan tanya dengan rekan wartawan di Kerinci," Tulis Ruslan dalam surat yang dikirim ke Lacak news.

Ketika di konfirmasi via telpon selularnya, sekitar pukul 14.24 wib (selasa, 13/2). Ruslan membenarkan bahwa surat yang dikirim pada Lacak News atas nama Ruslan HS Ketua STIT YPI Kerinci.

" betul 100 persen dari aku (Ruslan HS, red), Ucapnya via telpon

sementara itu pengamat sosial Rudi Hartono, M.Pd sangat menyayangkan atas tindakan seorang selaku pimpinan perguruan tinggi pendidikan tersebut.

"STIT, itukan perguruan tinggi pendidikan yang secara substansi untuk menciptakan mahasiswa yang berpendidikan baik secara ilmu maupun tingkah laku, dan para stackholder yang ada dikampus tersebut tentu harus mencerminkan perilaku seyogyanya orang yang berpendidikan" papar tokoh muda ini.

Kemudian saat diwawancarai terkait mahasiswa yang disebut selaku propokator yang memprovokasi mahasiswa yang lainnya untuk tidak membayar SPP. Rudi hartono berpendapat bahwa kita harus lebih bijak dalam menilai kasus tersebut.

"kan sah sah saja ketika mahasiswa mempertanyakan haknya selaku mahasiswa dan hal tersebut memang sudah menjadi bagian dari tanggung jawab mahasiswa selaku aktivis kampus dinegara demokrasi ini" jelas Bung Rudi.

Dan terkait surat sanggahan yang dilayangkan atas nama ketua STIT YPI Kerinci Kepada awak media yang memberitakan sebelumnya. Rudi hartono justru mengatakan bahwa itukan haknya tanpa harus mengesampingkan tufoksi wartawan selaku  kontrol sosial dalam mencari dan memberi informasi.

namun ada hal yang terkesan janggal dari surat yang disebut resimi atas nama ketua STIT YPI kerinci tersebut. pada isi surat tidak menampilkan kop surat STIT YPI kerinci, tidak ada nomor surat dan tanpa stempel Perguruan STIT YPI Kerinci.(Tim)


Tag Berita :
#InfoTerkini #Kerinci/Sungai Penuh #berita terkini indonesia #koran indonesia #pendidikan #kampus/sekolah #daerah

Berita terakit :


Pengajian PIA DPR Ungkap 10 Pintu Syetan Menggoda dan Masuk Dalam Diri Manusia
Senin 16 Januari 2017

Pengajian PIA DPR Ungkap 10 Pi ...

Kementerian PUPR Bahas Sistem dan Mekanisme Penyerahan Aset Perumahan
Rabu 02 November 2016

Kementerian PUPR Bahas Sistem ...

SUKSESKAN KAMPUNG KB TINGKATKAN KESEJAHTERAAN
Selasa 01 Agustus 2017

SUKSESKAN KAMPUNG KB TINGKATKA ...

Difitnah Akan Hapus KJP dan KJS, Agus Yudhoyono: Itu Bohong!
Rabu 07 Desember 2016

Difitnah Akan Hapus KJP dan KJ ...