Zola Tak Tahu KPK Telusuri Keterlibatan Istrinya

Sabtu 03 Februari 2018 16:30:35 WIB Dilihat : 735 Kali


Zola Tak Tahu KPK Telusuri Keterlibatan Istrinya

HALUANNEWS.COM, Jambi -  Gubernur Jambi H Zumi Zola mengaku tak tahu jika kini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  tengah mengembangkan penyelidikan keterlibatan istrinya Sherrin Tharia terkait kasus dugaan gratifikasi proyek Dinas PUPR dengan barang bukti Rp 6 Miliar. 

"Saya tak tahu itu, "ujar Zola saat menggelar Konferensi pers menyikapi peningkatan status menjadi tersangka oleh KPK dalam pengembangan kasus uang " ketok" RAPBD Provinsi Jambi 2018, usai menghadiri acara Hari Pers Nasional Tingkat Provinsi Jambi di auditorium rumah Dinas Gubernur Jambi, Sabtu (3/2).

Disisi lain mantan artis ini mengaku mendapat dukungan penuh dari keluarga agar tabah menghadapi proses hukum yang menjeratnya saat ini. "Keluarga besar prihatin, namun tetap mendukung," ujarnya. 

Terkait langkah hukum yang akan diambi menyikapi kasus ini, Zola mengaku akan berkoordinasi dengan pengacaranya. "Nanti akan kita gelar konferensi pers lanjutan bersama pengacara. Saat saya tetap berpikir positif dan ikuti prosedur hukum, belum ada niat untuk praperadilan," katanya. 

Mengutip Tempo. Co, Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan menyatakan bahwa KPK kini tengah menyelidiki keterlibatan istri Gubernur Jambi Sherrin Tharia. 

"Apakah istri yang bersangkutan ada sangkut pautnya, ini masih dalam pengembangan," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan di Gedung KPK pada Jumat, 2 Februari 2018.

Selain mendalami dugaan keterlibatan ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jambi  ini,  KPK menyelidiki keterlibatan para pengusaha yang diduga terlibat kasus tersebut.

"Kami juga masih menyelidiki keterlibatan para pengusaha dalam kasus ini. Tapi, tentu tidak diumumkan hari ini karena tim penyidik masih bekerja," kata Basaria.

KPK secara resmi mengumumkan peningkatan status Zumi Zola sebagai tersangka kasus dugaan gratifikasi atas sejumlah proyek di lingkungan dinas PUPR sebesar Rp 6 miliar di Gedung KPK Merah Putih pada Jumat (2/2).

KPK menduga uang miliaran itu dikumpulkan Zumi untuk meloloskan pengesahan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Provinsi Jambi 2018.

Sebelumnya empat orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam suap uang pelicin agar anggota DPRD memuluskan proses pengesahan APBD Jambi senilai Rp 4,5 triliun. Mereka adalah Ketua Fraksi PAN DPRD Jambi Supriono, Plt Sekda Erwan Malik, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Arfan, dan Asisten Daerah Bidang III, Saipudin.

Penetapan tersangka itu merupakan kelanjutan dari operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar 28 November 2017. Dalam OTT itu, KPK menangkap 16 orang dan menyita total uang sekitar Rp 4,7 miliar. (rif) 


Tag Berita :
#InfoTerkini #KotaJambi #PemprovJambi #berita terkini indonesia #koran indonesia #Hukum

Berita terakit :


Bakamla RI Bersama Telkom Kembangkan Sistem Informasi Maritim Karya Anak Bangsa
Rabu 10 Januari 2018

Bakamla RI Bersama Telkom Kemb ...

Presiden Groundbreaking Rusun Ponpes di Mandailing Natal Sumut
Minggu 26 Maret 2017

Presiden Groundbreaking Rusun ...

Kemenristekdikti Cabut Status Pembinaan STIE-YPUP Makassar
Senin 16 April 2018

Kemenristekdikti Cabut Status ...

Walikota Bima Hadiri Dialog Penyelesaian Sengketa Pilkada
Minggu 25 Februari 2018

Walikota Bima Hadiri Dialog Pe ...

Bimas Islam Segera Rilis Aplikasi Sistem Informasi Administrasi Nikah berbasis Web
Selasa 20 Maret 2018

Bimas Islam Segera Rilis Aplik ...

Terlalu Banyak Minum Air Bisa Berakibat Fatal
Sabtu 27 Januari 2018

Terlalu Banyak Minum Air Bisa ...

Puncak HUT ke 60 Provinsi Kaltim, Gubernur Gaungkan Kerja Kerja dan Kerja
Selasa 10 Januari 2017

Puncak HUT ke 60 Provinsi Kalt ...