GUBERNUR DISKUSI DENGAN OJK TERKAIT SKEMA PEMBIAYAAN OBLIGASI DAERAH

Senin 22 Januari 2018 09:00:11 WIB Dilihat : 137 Kali


GUBERNUR DISKUSI DENGAN OJK TERKAIT SKEMA PEMBIAYAAN OBLIGASI DAERAH

HALUANNEWS.COM, Jatim - Gubenur Jawa Timur, Soekarwo, melakukan diskusi dengan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan/OJK Wimboh Santoso terkait skema pembiayaan menggunakan obligasi daerah, di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat, (19/01) sore. Diskusi ini penting dilakukan di tengah melemahnya pertumbuhan ekonomi, yang menuntut alternatif atau teroboson pembiayaan untuk pembangunan, termasuk infrastruktur. 

Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Jatim menyampaikan terdapat beberapa pola pembiayaan. Hanya, menurutnya, loan agreement merupakan cara paling tepat untuk saat ini. Dicontohkan, banyak petani jika menggunakan pupuk bebas atau tanpa subsidi justru lebih produktif dibanding memakai pupuk subsidi. “Terkait hal ini kita sudah kerjasama dengan Petrokimia, dan mereka siap. Sedangkan model kerjasamanya masih kita persiapkan,” ujarnya. 

Ditambahkan, beberapa waktu lalu Pemprov. Jatim juga ditawari untuk mendapatkan bantuan keuangan dari luar negeri. Akan tetapi, setelah dihitung dan dianalisa ulang masih berat untuk pengembaliannya. “Sebetulnya di Jatim pertumbuhan ekonomi kelas menengah baru naik cukup siginifikan. Jika sebelumnya 35% terhadap PDRB sekarang naik menjadi 38,7%. Karenanya kami mohon arahan dari OJK terkait tantangan yang kami hadapi,” pungkasnya. 

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan/OJK Wimboh Santoso mengatakan, saat ini pemerintah terus melakukan pembangunan infrastruktur di antaranya aiport, tol laut, MRT, pelabuhan, dan lainnya. Namun dalam pembiayaannya tidak bisa sepenuhnya menggunakan APBN, salah satu terobosannya melalui pasar modal lewat obligasi daerah. Oleh sebab itu, Jatim diharapkan bisa menjadi pioneer proyek mana yang bisa diajukan lewat obligasi daerah. “Saat ini uang yang beredar banyak, tinggal implementasi skema pembiayaannya yang harus ditata dengan baik,” terang Wimboh sapaan akrab KD OJK. 

Menurutnya, saat ini digitalisasi sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi nasional, banyak barang luar negeri yang dipasarkan dengan mudah di dalam negeri. Oleh sebab itu, perekonomian harus digenjot dan tidak mengandalkan aktivitas ekonomi seperti yang ada saat ini. 

"Meskipun suku bunga dan inflasi turun, jika tidak digenjot, maka akan berdampak pada kegiatan ekspor impor dalam negeri," tegasnya. 

Ia menambahkan bidang pertanian, perikanan, dan kelautan juga akan dibawa ke era digital, sebagai bentuk percepat terhadap digitalisasi yang sudah terjadi.(red/humas)


Tag Berita :
#InfoTerkini #berita terkini indonesia #koran indonesia #daerah #ekonomi

Berita terakit :


Menhan dan Mendikbud Hadiri Apel Akbar Barisan Patriot Bela Negara
Senin 29 Februari 2016

Menhan dan Mendikbud Hadiri Ap ...

Pepes Ikan Melejit di Denmark
Selasa 15 Maret 2016

Pepes Ikan Melejit di Denmark

Wakil Wali Kota Apresiasi Program Kerjabilitas untuk Penyandang Disabilitas
Senin 28 November 2016

Wakil Wali Kota Apresiasi Prog ...

Walikota Makassar lantik pejabat eselon lll, IV, Direksi & Badan Pengawas Perusda
Sabtu 12 Agustus 2017

Walikota Makassar lantik pejab ...

Dua Rusunawa Untuk Mahasiswa dan Santri di Sulsel Diresmikan
Rabu 11 Januari 2017

Dua Rusunawa Untuk Mahasiswa d ...