Parpol Bagaikan Mobil Rental.

Minggu 21 Januari 2018 17:23:28 WIB Dilihat : 75 Kali


Parpol Bagaikan Mobil Rental.

HALUANNEWS.COM, Makasar--Kondisi sekarang ini partai politik diharapkan menjadi lembaga yang melahirkan pemimpin dalam hal ini bupati, Wlwalikota dan gubernur tapi dalam proses perjalanan partai ini, partai itu malah dijadikan semacam mobil rental.
 
Demikian yang di sampaikan Dr.Muh Yahya Mustafa M.Si saat menjadi nara sumber  pada  dialog publik diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasantri (BEM) Pendidikan Ulama Tarjih Unismuh Makassar dilantai dua ruangan redaksi harian Tribun timur, Jl. Cendrawasih No.430, Sambung Jawa, Mamajang, Kota Makassar, Jum'at (19/1/2018).
 
Dekan Fisipol Unsa Makassar ini juga mengatakan, seharusnya partai itu digunakan oleh para elit partai atau para pimpinan partai menjadi jalan untuk menjadi calon Bupati.
 
"Tapi karena itu tadi, lebih kuat transaksionalnya disitu sehingga elit partai itu yah kadang mentransaksikan partai itu untuk dikendarai oleh orang, kalau diibaratkan mobil rental, disewa selesai dipakai yah dikembalikan kepada yang bersangkutan atau biasa disimpan ditengah jalan", ucapannya.
 
Ditambahkan juga pria kelahiran Kahu Bone 1965 ini mengatakan, Itu yang terjadi sehingga ketika kondisi ini tidak bisa diubah, kita tidak bisa berharap untuk lahir pemimpin yang kuat dan tangguh karena dia tidak berbasis di partai. 
 
"Di demokrasi modern instrumen itu dari partai politik jadi ketika partai politik tidak kuat hampir pasti pemimpin yang terpilih tidak akan kuat juga.
 
Karena dalam kehidupan bernegarakan ada lembaga legislatif dimana lembaga legislatif itu minimal memberikan dukungan kepada eksekutif, nah kalau dia tidak punya akar kuat di partai itu maka akan menggangu program kerja dan sebagainya", ucap mantan wartawan harian Pedoman tahun 1991 ini.
 
Alumni Politik Fisip Unhas 1989 ini juga mengatakan kepada media, Kita sekarang berada di era digital, dimana era digital itu identik dengan globalisasi, globalisasi itu tidak ada jarak lagi antara ruang dan waktu, tempat dan sebagainya.
 
"Semua menyatu dan salah satu indikator global itu adalah kecepatan dan percepatan teknologi informasi, nah terkait dengan dialog tadi dalam kondisi digital ini, ummat (Islam) seolah berada di persimpangan jalan.
 
Apakah dia mau bertahan dengan kondisi yang ada saat ini ditengah ummat atau dia harus mengikuti perubahan yang terjadi atau melakukan semacam lompatan-lompatan.
 
Disinilah problem ketika ummat tidak siap untuk ikut globalisasi itu, berarti akan tertinggal tapi disisi lain juga ummat kita masih butuh memang penguatan,masih butuh pemberdayaan karena kalau tidak dia (Ummat) akan tertinggal buat selamanya di dalam perubahan jaman yang sangat luar biasa ini, tegas Doktor Sosiologi Politik PPs UNM 2016 ini.
 
Selain Dr. Muh Yahya Mustafa yang jadi pemateri dialog publik yang bertema "Mencari Posisi Ummat di Era Digitalisasi" yakni; Dr. Mahmud Nuhung, MEI, Arqam Azikin, Dr. And. Azis Muslimin, M.Pd.I M.Pd, serta yang menjadi moderator dalam kegiatan tersebut yakni Drs. HM. Husni Yunus, M.Pd.I.
 
Laporan : Darsil Yahya M

Tag Berita :
#Makassar #berita terkini indonesia #koran indonesia #kampus/sekolah #daerah

Berita terakit :


Wagub Canangkan Kembangkan Pangan Lokal
Selasa 15 Maret 2016

Wagub Canangkan Kembangkan Pan ...

PRESIDEN APRESIASI PERTUMBUNGAN EKONOMI BLORA TERTINGGI KEDUA SE INDONESIA
Rabu 01 November 2017

PRESIDEN APRESIASI PERTUMBUNGA ...

102 Personel Gabungan Menggelar Razia
Selasa 11 Oktober 2016

102 Personel Gabungan Menggela ...

Tapak Suci Banggai Sulteng Siap Hadiri Muktamar XV di Makassar
Rabu 14 Februari 2018

Tapak Suci Banggai Sulteng Sia ...