Menristekdikti: UIII Ditujukan Untuk Seluruh Dunia

Kamis 18 Januari 2018 23:12:39 WIB Dilihat : 47 Kali


Menristekdikti: UIII Ditujukan Untuk Seluruh Dunia

HALUANNEWS.COM, Jakarta--Usai Rapat Terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (18/1) sore, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir menyampaikan kepada wartawan bahwa lahan yang tersedia untuk pembangunan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) sekitar 127 hektare.

Ia menambahkan bahwa lahan yang digunakan hanya 20-30 persen, sisanya untuk infrastruktur atau untuk ruang hijau.

“Itu masih tahap persiapan dan yang bertugas adalah Kementerian Agama, sementara Kemenristek hanya membantu akademiknya,” tambah Menristekdikti.

Masalah perizinan program studi, menurut Nasir, akan diajukan oleh Kementerian Agama, nanti Kemenristekdikti akan membantu evaluasi. Kalau sudah setuju, sudah oke, tambah Nasir, langsung akan dibuka program studinya.

“UIII ini ditujukan untuk seluruh dunia, bagaimana Islam yang bisa memberikan manfaat bagi kita semua, yang bersifat toleran dan moderat, ini yang dipahamkan,” jelas Menristekdikti.

Kemenristek, menurut Nasir, tidak membatasi jumlah program studinya, selama tetap berkonsentrasi pada pemberian Islamic studies atau pemberian bidang-bidang ilmu agama Islam.

UIII Berlokasi di Depok

Mengenai rencana lokasi, Menristekdikti menyampaikan bahwa karena lokasi bersinggungan dengan permukiman penduduk, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat dan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok yang akan menangani.

“Permukiman itu nantinya akan direlokasi karena kawasan itu harus bersih. Presiden telah memberikan instruksi agar masalah lahan segera diselesaikan agar bisa segera digunakan. Lokasi pembangunan UIII akan berada di Depok di lahan milik RRI,” pungkas Nasir akhiri jawaban kepada wartawan.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, menyampaikan bahwa Pemprov Jabar dan Pemkot Depok menyambut baik terkait akan dibangunnya Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII).

Ia menambahkan bahwa berdasarkan Perpres No.57 Tahun 2016, Pemprov Jabar dan Pemkot Depok bertugas untuk membuat Tim Penanganan Dampak Sosial kemasyarakatan.

“Kami sedang menginventarisasi persoalan sosialnya, dan apa saja solusi yang harus dilakukan oleh kita, sehingga pembangunan kampus yang sangat besar ini tidak berdampak sosial,” jelas Gubernur Jabar. (Hms Setkab)


Tag Berita :
#InfoTerkini #berita terkini indonesia #koran indonesia #nasional #pendidikan

Berita terakit :


 Pemkab Siak Mendapat Penghargaan  dari Ombudsman RI.
Rabu 06 Desember 2017

Pemkab Siak Mendapat Pengharg ...

Haruskah Ada
Kamis 10 November 2016

Haruskah Ada "Polisi Sampah"?

Dirgahayu Ke-3 Bakamla RI
Jumat 15 Desember 2017

Dirgahayu Ke-3 Bakamla RI

Belanda Akui Indonesia Negara Demokratis Terbesar Dunia
Rabu 23 November 2016

Belanda Akui Indonesia Negara ...

Polres Metro Jakarta Timur Ungkap Penyebab Ratusan Anak di Cibubur Keracunan
Senin 25 September 2017

Polres Metro Jakarta Timur Ung ...

Rektor Unsa dan Dekan Hukum Seminar Internasional di Bali
Sabtu 09 September 2017

Rektor Unsa dan Dekan Hukum Se ...